JADI MUSLIM KOK MINIMALIS BY AMALIA L.B | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Share Your Mind >> JADI MUSLIM KOK MINIMALIS BY AMALIA L.B
JADI MUSLIM KOK MINIMALIS BY AMALIA L.B

JADI MUSLIM KOK MINIMALIS BY AMALIA L.B




Majalahdrise.com –  Kira-kira, pernahkah teman-teman  mendengar kata-kata seperti ini : “Aku gak mau ngaji, ah. Mau jadi muslim  biasa aja.” “Kamu tuh gak usah pake kerudung gede  deh, biasa aja.” “Gak usah bawa-bawa agama, lah! Gak usah  fanatik gitu.”  Pernah?

Kalau pernah, sama dong! Kata-kata seperti ini seringkali  dilontarkan oleh teman-teman kita dan  orang lain yang “kegerahan” sama kita,  padahal kitanya malah biasa aja gitu.  Mengapa hal ini terjadi? Tentu karena  kurangnya pemahaman oleh mereka  tentang apa itu islam dan muslim, apa  yang dimaksud biasa, luar biasa atau yang  tidak biasa. Ketimbang ikutan gak tau,  mending kita bahas, yuk! Islam adalah agama yang sempurna,  tentu saja semua muslim wajib untuk  mengetahuinya.

Disebut sempurna  karena memiliki ajaran yang sempurna  yang mengatur seluruh kehidupan  manusia tanpa terkecuali. Sekecil apapun  dan sebesar apapun. Agama yang menjadi  agama penutup dan agama  penyempurna. Agama yang membawa kedamaian bagi siapa saja dan apa saja. Pada hari ini telah Kusempurnakan  untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan  nikmatKu kepadamu, dan telah Kuridhai  Islam menjadi agamamu. (TQS. Al Maidah:3)

Siapa itu muslim? Yaitu orang-orang  yang mengakui adanya Allah dan  menjadikan Allah sebagai satu-satunya  Tuhan yang ia sembah, dan mempercayai  bahwa Rasulullah adalah nabi dan rasul  terakhir yang membawa risalah Allah.  Selain itu, seorang muslim juga wajib  untuk tunduk, patuh dan taat dengan  perintah Allah dan RasulNya, serta  menjauhkan diri dari semua laranganNya.  Lebih jauh lagi, identitas muslim itu  berarti ia bersedia secara sukarela untuk  diatur oleh hukum-hukum Allah melalui  RasulNya. (Dan) Tidaklah patut bagi laki-laki yang  mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan  yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya  telah menetapkan sesuatu ketetapan  (hukum) akan ada pilihan (hukum lain)  tentang urusan mereka. (TQS. Al Ahzab : 36)

Jadi, tentu menjadi sebuah hal yang  aneh jika ada seorang yang muslim  namun masih menanyakan kewajiban  menaati hukum Allah. Aneh sekali jika ia masih memilah milih hukum yang ia sukai.  Padahal, memilah milih hukum itu tidak  boleh sama sekali. Apakah kamu beriman kepada sebagian  dari Kitab (Allah) dan ingkar terhadap  sebagian yang lain? Tiadalah balasan dari  orang yang berbuat demikian daripadamu,  melainkan kenistaan dalam kehidupan  dunia dan pada hari kiamat mereka  dikembalikan kepada siksa yang amat berat.  (TQS. Al Baqarah : 85)

Artinya, menjadi hal yang wajar  bahkan biasa jika seorang muslim  menunjukkan identitas kemusliman atau  keislamannya. Ia pasti akan mengaji islam,  karena menuntut ilmu itu wajib. Ia pasti  akan menutup aurat sesuai dengan  syariat, karena memang wajib. Ia pasti  tidak pacaran, karena aktivitas pacaran itu  haram. Ia pasti tidak akan ragu-ragu  dalam melaksanakan syariat Allah karena  memang itulah seharusnya. Ketika orang lain mengatakan,

“Jadilah muslim yang biasa-biasa saja”  maka, jadilah muslim yang biasa-biasa  saja. Yang biasa taat dan yang biasa takut  kepada Allah. Simpel, kan? Jika yang  mereka maksud biasa adalah yang tidak  ngaji, jarang solat, tidak baca Qur’an,  jarang ke masjid, berakhlak buruk, tidak  menutup aurat, pacaran, masih  menggunakan riba, dan lain-lain,  sebenarnya itu bukanlah “muslim biasa”,  tapi muslim minimalis. Artinya, muslim  yang hanya mematuhi aturan Allah yang  ia sukai, dan meninggalkan yang ia sukai. Persis seperti rumah minimalis yang  terkadang kecil dan asal bisa ditempati.

Memang akhir-akhir ini, rumah minimalis  itu menjadi tren, mungkin muslim  minimalis juga menjadi tren semenjak  para muslim sudah terlanjur lupa apa  yang dimaksud muslim beserta hak  maupun kewajibannya. Lupa bahwa muslim yang biasa itu adalah muslim yang  memang taat kepada Allah, gak neko-neko.

Mengambil bagian di akhirat, tanpa  lupa dengan yang di dunia. Menjadikan  akhirat di hati dan dunia di genggaman  tangannya. Sementara muslim minimalis  mengambil bagian di dunia dan lupa  bagian di akhirat, kalau pun diambil hanya  sedikit. Menjadikan akhirat di tangan dan  dunia di hatinya. Jadi, teman-teman, jangan minder  atau sedih, atau resah dan gelisah, kalau  disindir orang sebagai muslim yang  ekstrim atau militan karena mengikuti  syariat Allah.

Karena sebenarnya, kalian  muslim biasa yang sedang menuju tahap  luar biasa. Yah, orang yang luar biasa itu  memang sedikit, gak perlu kuatir, deh!  Mending memperbaiki diri dengan terus  taat kepada Allah SWT. Jadi muslim kok  minimalis?[]

Di muat di amalah remaja islam drise edisi 54

 

 

Kirim naskah opinimu ke email D’Rise  di drise.redaksi@gmail.com dengan subject “shareyourmind” atau  “opini” dalam file Word dengan  panjang maksimal 5 ribu karakter.  Ditunggu lhoo!




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twenty − eleven =