JUST WRITE..! | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> JUST WRITE..!
JUST WRITE..!

JUST WRITE..!




Majalahdrise.com – Bikin tulisan itu gampang-gampang  susah. Gampangnya, tinggal tuangkan  aja perbendaharaan kosakata di  benak kita dalam bentuk susunan huruf  bermakna. Susahnya, memulai untuk  pertama kali. Yup, bener banget. Dari sharing  kawan-kawan yang mau belajar nulis,  tantangan terbesarnya bukan dari seabrek  teori kepenulisan yang mesti dihafal atau  cekaknya ilmu seputar EYD. Justru tantangan  terbesarnya, datang dari diri sendiri.

Coretan  pertama! Berikut beberapa kalimat dahsyat  dari Mbak Asri Supatmiati yang barangkali  bisa menjadi pelecut semangat untuk terus  menulis. Karena konon kabarnya,  keterampilan menulis itu sesuai jam terbang.  Semakin sering menulis, semakin piawai  merangkai kata. So, just write!

  1. Menulis apapun itu…bagus atau jelek, sedikit banyak tetap butuh teori. Tapi,  yang terpenting adalah AKSI. Jadi, ambil  bolpen dan kertas, atau buka kompi or  lepi, ayo ngetik, eh…nulis!
  2. Pembaca itu belum tentu penulis, tapi penulis itu pasti pembaca. Dan, banyak  yang jadi penulis bermula dari pembaca.  Anda masih di level mana? Mau jadi  pembaca abadi? Tingkatkan level, jadilah  penulis!
  3. Menulis tidak ada batasan usia, jenis kelamin, lokasi, profesi, jabatan, tingkat  pendidikan, status sosial, dll. Tapi,  kayaknya susah bener mau jadi penulis.  Yeah, itu karena Anda tidak juga mulai  menulis (dengan seabrek alasan  pembenaran)
  4. Bingung mau nulis apa, nggak punya ide. // Baca koran, seabrek informasi  tersaji tiap hari // Bisa jadi inspirasi  untuk Anda kritisi. // Tak punya koran,  internet, radio atau tivi pun jadi. //  Bukan artikel panjang, surat pembaca  pun jadi. // Alasan apalagi?
  5. Sebenarnya banyak ide nih di kepala, tapi bingung mau mulai nulis dari  mana. // Hmm…bagaimana kalau Anda  mulai dengan menulis: ¨Hari ini…bla  bla bla..
  6. Mau nulis takut salah // Ya nggak apa-apalah, dengan begitu Anda tahu bagaimana cara menulis yang benar.
  7. Menulis itu kan harus menguasai kosa kata, tanda baca, dll. Pokoknya  mengusai Ejaan Yang Disempurnakan  (EYD). // Betul banget.  Tapiii…menunggu Anda menjadi  Profesor EYD, kapan nulisnya? //  Learning by doing, itu penulis sejati.
  8. Menulis sudah, tapi malu ah mau dipublikasikan. Dibaca sendiri  sajalah…// Helooo…apa menunggu  urat malu Anda putus baru  mempublikasikan tulisan? Please deh!
  9. Sudah nulis sih, terus diapakan? // Coba kirim ke media massa! Apapun.  Media massa punya satu atau  beberapa ruang berikut untuk pembaca: artikel, cerpen, hikmah,  resensi, surat pembaca, kisah  perjalanan, kolom/refleksi, dll.  Mengirimkan tulisan ke media massa itu  mudah, tinggal email aja. Yang sulit itu  dimuat. Nah, kalau yang mudah saja  belum Anda lakukan, bagaimana Anda  mengaku kesulitan?
  10. Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman hidup, itu ide yang tak  pernah habis. ¨Ah, pengalaman hidup  saya biasa-biasa saja.¨ // Apakah sudah  Anda tuliskan? Itu bisa saja menjadi luar  biasa setelah Anda tuangkan dalam  kata-kata….Cobalah! Mungkin tak Anda  publikasikan sekarang, tapi jadi aset  berharga di masa mendatang…10, 20  atau 30 tahun lagi…(Marah Rusli merilis  novel perjalanan hidupnya 50 tahun  kemudian sejak kelar ditulis)
  11. Pembicara (orator) itu belum tentu bisa menulis, walau sejatinya dituntut bisa.  Sebab untuk membacakan orasi atau isi  ceramahnya, akan sangat terbantu jika  ditulis. Nah, penulis pada umumnya  tidak semua pandai bicara (orasi). Tapi,  karena tuntutan kondisi, terpaksa jadi  pengisi, akhirnya bisa bicara di depan  publik (launching buku, bedah buku,  sharing tips menulis atau training  kepenulisan, dll). Setuju?
  12. Mau siaran radio, butuh script berbentuk tulisan. Mau orasi, naskah  membantu banget. Mau bacain berita di  tivi, ada tulisannya. Film yang menarik,  inspiratif dan spektakuler pun harus  ditulis dulu skenarionya. Bahkan film  bisu pun ada skenario tertulisnya. Lalu  apa jadinya kalau di dunia ini tidak ada  penulis?…Bahkan Rasulullah SAW pun  punya penulis loh…!
  13. Pengin sih jadi penulis. Tapi….saya nggak bisa nulis. // Memangnya sudah  mencoba nulis apa saja? Artikel, cerpen,  prosa, puisi, kisah perjalanan, chicken  soup, atau coretan apalah yang nggak  ada ¨namanya¨ di dunia tulis menulis.  Yang penting sudah nulis apa belum?
  14. Bisa nggak ya saya jadi penulis. Saya kan cuma orang biasa // Hmm…menulis  itu memang tradisinya orang-orang  besar sih. Dan kalau saya, sangat  berharap bisa seperti orang-orang besar  itu. Anda?  Driser, semoga poin-poin nasihat di atas  mendongkrak semangatmu untuk terus  menulis. Intinya, jangan pernah menyerah  untuk terus menulis, menulis, dan terus  menulis. Just write! [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

14 + ten =