MajalahDrise.com – Sobat, begitu banyak problematika yang terjadi sekarang, ketika hukum Allah diabaikan, ketika urusan agama di nomor dua-kan. Pergaulan bebas yang semakin marak di kalangan remaja, fenomena pacaran yang sejatinya hanya mengundang murka-Nya, rusaknya aqidah para remaja yang seharusnya menjadi generasi emas, itu semua akibat tidak mengindahkan aturan-Nya, semua hanya berpaku pada kesenangan semata.

Alih-alih sekarang pemerintah justru membuat pasal yang melegalkan praktik aborsi, apakah itu sebuah solusi? Mungkin iya, menurut mereka yang tak punya rasa belas kasihan terhadap bayi yang dalam fitrahnya tidak memiliki kesalahan ataupun dosa.

Ada juga buku mata pelajaran Pendidikan Jasmani, yang memberikan jalan untuk terhindar dari perilaku seks bebas dengan cara ‘Pacaran Sehat’. Bukannya dari aktivitas pacaran itulahyang justru dapat menimbulkan perilaku seks bebas? Sekali lagi, apakah itu sebuah solusi?

Negeri ini katanya sih hebat, bisa mengatur banyak penduduk dan berbagai keberagaman yang ada. Tapi, apakah bisa dikatakan hebat jika harus menyampingkan aturan-Nya? Hei, please deh #IndonesiaMilikAllah sob!

O iya sobat, percaya gak sih, kalau orang-orang di negeri kita itu sangat tinggi nilai religinya. Kata guru Sejarah sih, saking tinggi nilai religinya, sampe-sampe rumah yang kosong sekalipun ketika ada orang yang masuk itu memberi salam. Hebat kan?

Tapi sayang, kini sudah banyak virus-virus yang berdatangan bak bibit penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh para kaum muslim secara tiba-tiba. Anehnya mereka justru nerima gitu aja atau mungkin sampe disambut, seperti kedatangan Jepang ke Indonesia.

Kalau dipikir-pikir, orang yang sakit flu misalnya, pasti bakal nyari obat yang bisa nyembuhin penyakitnya. Mungkin kalau udah sembuh, bisa minum vitamin biar gak cepet keserang virus-virus penyakit tadi. Iya apa iya?

Lalu, kenapa dengan budaya-budaya luar yang masuk tidak ditolak ya? Tapi malah diadopsi baik sengaja maupun tidak sengaja. Bahkan sampai dibangga-banggakan. Katanya budaya luar itu gak sesuai dengan kultur kita? Gimana sih? Hehe.. Contohnya : Hari V-Day yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coba aja kalau setiap orang mau cari dan mau tahu dulu sejarahnya kayak apa. Pasti deh bakal jijik sama yang katanya Hari Kasih Sayang.

Kembali lagi ke aborsi, sering banget sekarang denger remaja-remaja yang sebenernya belum siap jadi ibu atau belum siap nikah tapi udah berani berbadan dua alias hamil, di luar nikah pula. Beuh, parah tingkat tinggi!

Kita coba berpikir kritis. Yang namanya hamil di luar nikah itu bisa dikategorikan sebagai sebuah problem alias masalah kan? Nah, untuk memecahkan masalah pasti harus diteliti dulu penyebab-penyebabnya sampai ke akar permasalahan.

Penyebab hamil di luar nikah tentu banyak, di antaranya:

  1. Kurangnya perhatian orang tua terhadap pergaulan anak
  2. Terjerumus ke dalam jurang pergaulan bebas tanpa batas
  3. Pengaruh atau sugesti teman
  4. Pacaran
  5. Gaya hidup yang hanya mengutamakan kesenangan dan hawa nafsu semata

Oke, dari situ, apa yang bisa disimpulkan? Apa ya? Jadi menurut ane pribadi akar permasalahan dari maraknya kasus hamil di luar nikah di kalangan remaja terutama, yaitu semakin kejamnya pergaulan bebas tanpa batas yang mengancam para generasi muda kita.

Ya, dengan pergaulan bebas, mereka berdalih bahwa “saya berhak bermain dengan siapapun, asal bisa jaga diri.” ditambah lagi adanya HAM, pasti tambah kacau lagi alasannya “lho, ini kan hak saya mau pacaran mau enggak! Ini hidup saya, kenapa kamu yang ribet?” wah ini yang udah kacau beliau, udah gak mau nerima masukkan dari orang lain yang padahal itu berupa warning juga buat dirinya sendiri. Giliran accidentudah kejadian aja, nyalahin sana-sini. Ujung-ujungnya, nyari jalan keluarnya lewat aborsi. Beuh, sinetron banget deh ah!

Dari pihak Negara bagus sih udah mau turun tangan buat nanganin masalah hamil di luar nikah. Bukan sok mengkritisi atau sok pinter ya, kalau solusinya dengan membuat pasal yang melegalkan aborsi, yang ada pelaku hamil di luar nikah bukannya berkurang malah tambah banyak lagi. Kan mereka gak usah takut dan khawatir kalo MBA, soalnya kan udah ada pasal yang melegalisasikan aborsi. Itu solusi apa ilusi?

Islam telah mengatur hubungan antar wanita dan pria, melarang adanya campur baur dan berdua-duaan dengan lawan jenis kecuali disertai dengan mahramnya. Dan Islam pun melarang segala perbuatan yang dapat menghantarkan pada perzinahan, seperti pacaran, pemerkosaan, atau bahkan sampai hamil di luar nikah. Islam pun memberikan sanksi yang tegas dan tidak main-main untuk para pezina. Nah, ini yang namanya solusi. Solusi yang bisa menumpas habis segala perbuatan yang berujung pada perzinahan.Dan itu semua hanya bisa kita dapatkan bila adanya penerapan Syari’at Islam dalam bingkai Daulah Khilafah. Maka, solusi bukan lagi ilusi!. []

Ika Yelistia – SMAN 1 PALIMANAN

di muat di majalah remaja islam Drise Edisi 47