Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Amazing Islam >> Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi

Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi




Majalahdrise.com – Nama lengkapnya Ahmad bin  Ali bin Muhammad bin  Muhammad bin Ali bin  Mahmud bin Ahmad binHajar Al Kinani  Al Asqalani. Ia lahir, tinggal dan  meninggal dunia di Mesir. Ia adalah  penganut madzhab Syafi’I yang dikenal  sebagai seorang hakim agung (Qadhi  Qudhat) dan ulama besar Islam. Murid beliau, Syaikh Ibnu Taghri  Burdi mengatakan, bahwa Ibnu Hajar  adalah orang yang memiliki dedikasi  tinggi, berwibawa, bersahaja, cerdas,  bijaksana, dan pandai bergaul.

” Syaikh  Al Biqa’i -muridnya juga- berkata, “Ibnu Hajar adalah orang yang memiliki  pemahaman dan hafalan yang luar  biasa, sehingga memungkinkan untuk  mencapai derajat kasyaf, yang dapat  menyingkap sesuatu yang  tersembunyi. Ia juga memiliki  kesabaran yang kokoh, semangat yang  tinggi dan hati yang istiqamah.”

Najmuddin bin Fahd, seorang ahli  hadits negeri Hijaz mengatakan,   “Beliau adalah muhaqqiq yang handal,  pintar, fasih, berakhlak mulia dan  teguh dalam melaksanakan perintah  agama. Dalam syair dikatakan,  Mustahil akan datang suatu masa  seorang seperti Ibnu Hajar

Sesungguhnya masa seperti itu  sangatlah sulit. Pada masa hidupnya, jika beliau  pergi ke tempat kerjanya berangkat  dengan naik kereta yang ditarik oleh  kuda-kuda atau keledai-keledai dalam  sebuah arak-arakan. Pada suatu hari beliau dengan  keretanya melewati seorang yahudi  Mesir. Si yahudi itu adalah seorang  penjual minyak.

Sebagaimana  kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu  pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan  itu, si yahudi itu menghadang dan  menghentikannya. Si yahudi itu berkata kepada Ibnu  Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata: “Dunia itu penjaranya orang yang  beriman dan surganya orang kafir. ”  (HR. Muslim) Namun kenapa engkau sebagai  seorang beriman menjadi seorang  hakim besar di Mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam  kenikmatan seperti ini. Sedang aku -yang kafir- dalam penderitaan dan  kesengsaran seperti ini.” Maka Ibnu Hajar menjawab: “Aku  dengan keadaanku yang penuh dengan  kemewahan dan kenimatan dunia ini  bila dibandingkan dengan kenikmatan

surga adalah seperti sebuah penjara.  Sedang penderitaan yang kau alami di  dunia ini dibandingkan dengan yang  adzab neraka itu seperti sebuah surga.” Maka si yahudi itupun kemudian  langsung mengucapkan syahadat:  “Asyhadu anla ilaha illallah. Wa asyhadu  anna Muhammad rasulullah,” tanpa  berpikir panjang langsung masuk Islam.

Subhanallah, sangat menakjubkan  hadits Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam dalam kisah ini… Imam An-Nawawi menjelaskan  hadits ini: “Dunia itu penjaranya orang  yang beriman dan surganya orang  kafir.” “Maknanya bahwa setiap mukmin itu  dipenjara dan dilarang di dunia ini dari  kesenangan-kesenangan dan syahwat-syahwat yang diharamkan dan dibenci.

Dia dibebani untuk melakukan  ketaatan-ketaatan yang terasa berat.  Jika dia meninggal dia akan beristirahat  dari hal ini. Dan dia akan berbalik  kepada apa yang dijanjikan Allah berupa  kenikmatan abadi dan kelapangan yang  bersih dari cacat. Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan  dunia yang dia peroleh, yang  jumlahnya sedikit dan bercampur  dengan keusahan dan penderitaan.  Dan bila dia telah mati, dia akan pergi  menuju siksaan yang abadi dan  penderitaan yang selama-lamanya.”(Syarah Shohih Muslim No.  5256)

Driser, kisah Ibnu Hajar di atas  udah seharusnya menguatkan kita  untuk selalu bersabar atas hukum  Allah dan ridha dengan yang  ditetapkan dan ditaqdirkan oleh Allah.  Hidup kita nggak akan punya nilai  berarti kalo jauh dari ridho illahi.  Emang nggak gampang tetep  istiqomah pake aturan syariah dalam  keseharian.

Tapi justru, hanya  ketaatan itu yang memantaskan diri  kita menjadi penghuni surga. Biarlah  kita menjadi ‘narapidana’ selama di  dunia, kelak di akhirat akan bahagia.  Karena Dunia itu penjaranya orang  yang beriman dan surganya orang  kafir. Tetep istiqomah ya!  []

di muat di Majalah remaja islam drise edisi 49




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

two × 5 =