Belakangan ini, cloud computing banyak diobrolin di dunia  Teknologi Informasi (TI). Hampir setiap hari ada aja info  perkembangannya. Baik secara teknologi maupun dari  B aspek bisnis. Biar nggak gaptek, penting nih kita tahu seputar  Cloud Computing. Apa sih keuntungan dan kerugiannya kalo  perusahaan kita (ciee..aamiin!) pake layanan komputasi awan ini?  Lets cekidot!  

Definisi Cloud Computing

Menurut kamus online Wikipedia, cloud computing adalah  “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan  bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan  data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan,  sama seperti jaringan listrik”.

Bener banget. Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita  bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Kalo kita butuh listrik,  nggak perlu kita punya pembangkit listrik sendiri. Kita tinggal  colokin saklar ke sumber listrik yang disediakan PLN. Lalu,  tadaaa…! Lampu di rumah nyala. Bisa buat ngecharge smartphone  juga atau nonton berita musibah banjir yang merendam ibukota.  Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai pemakaian. Gitchu!  

Kalo ada perusahaan yang perlu aplikasi CRM (Customer  Relationship Management), nggak perlu membeli aplikasi CRM  yang harganya lumayan, membeli hardware server, atau punya tim  TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi. Cukup sewa layanan  cloud computing yang menyediakan apliksasi CRM seperti  Microsoft untuk perusahaannya. Lalu bayarannya per bulan atau  per tahun tergantung kontrak sesuai pemakaian.

Tidak ada lagi  investasi di awal yang harus dilakukan. Karakteristik Cloud Computing  Cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5  karakteristik berikut ini.

  1. On-Demand Self-Services Harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan.  Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim.  
  2. Broad Network Access Harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan.
  3. Resource Pooling Harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat  membagi beban secara efisien,  sehingga sistem dapat dimanfaatkan  secara maksimal.
  4. Rapid Elasticity Harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Baik dari sisi  penambahan/pengurangan user atau saat  terjadi peningkatkan traffic web karena  ada berita penting, maka kapasitas harus  dapat dinaikkan dengan cepat.
  5. Measured Service Harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses  pembayaran.  fokus pada Bisnis, bukan TI Kalo sebuah perusahaan pake layanan Cloud  Computing,  mereka bisa lebih fokus pada  bisnis utama. 

Nggak dipusingin dengan  pengelolaan TI lantaran udah ada yang ngurus  tetek-bengeknya. Mulai dari melakukan patching, security update,  upgrade hardware, upgrade software, maintenance de el el.  Mantab khan! [341] 

Kelebihan Cloud Computing

  1. Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
  2. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
  3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  4. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
  5. Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

Kekurangan Cloud Computing

  1. Komputer akan menjadi lambat atau nggak bisa dipakai sama sekali kalo internet bermasalah atau kelebihan beban.  
  2. Perusahaan yang menyewa layanan cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud  computing.  
  3. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar. Ngeri!