lebih dari 1500 remaja hadir di Auditorium Sport Center  Ragunan, Jakarta (16/12) lalu dalam Konferensi Remaja  Islam. Mereka membuat remuk wajah orang-orang yang  linglung dan pesimis dengan kapabilitas Syari’at Islam sebagai  pemecah segala problematika ummat. Mereka terus membara  dengan perjuangannya yang luar biasa. Mereka tetap yakin  terhadap kualitas hukum ALLAH yang hanya diterapkan oleh  negara-lah yang sanggup menyejahterakan manusia. Karena Islam  adalah rahmat bagi seluruh alam.

Rahmatan lil ‘aalamiin. Syari’at  Islam yang harus diwujudkan dalam bentuk negara itulah  bernama Khilafah. Sekedar info, orang-orang yang hadir disana, adalah orang-orang yang solutif. Visioner. Bukan orang-orang yang sekedar  diajak tanpa maklumatul tsabiqoh. Blank. Nggak gitu. Juga bukan  orang-orang yang hanya menuntut perubahan namun enggan  memperjuangkan perubahan yang dituntutnya. Sebelum datang  kesana, mereka sudah mempelajari banyak hal terkait  permasalahan remaja, hakikat hidup, mengapa mereka harus  memilih Islam sebagai way of life, mengapa mereka harus ta’at  kepada ALLAH, mereka sadar ada konsekuensi yang harus  ditanggung jika mereka hanya diam dan tak bergerak untuk  segera menggenggam kemenangan itu, dlsb.

Jadi memang benar-benar remaja extraordinary. Remaja pilihan ALLAH, yang  dicerahkan isi kepala dan hatinya untuk memeluk Islam  sempurna. Siap hadapi tantangan dakwah. Insyaa ALLAH. Jam 7.30 D’Rise sudah sampai di lokasi. Cuaca cerah  menjadi teman, semilir angin pagi yang menyegarkan pun seakan  turut memberi semangat dan mengabarkan pada penduduk  langit bahwa sedang terjadi perjuangan besar di bumi Indonesia.  

D’Riser bisa lihat keindahan langit yang begitu biru dan betapa  padatnya halaman Aula dari ragam rombongan remaja se-JaBoDeTaBekSuCiBa. Semua yang datang harus sabar mengantri  untuk dapatkan tiket peserta, snack dan marchandise berupa stiker ,  liwa-roya dan tabloid makalah inspiratif. Jam 8.00 peserta sudah berkumpul di ruangan, Ukhti Ahsani  Ashri dan Nur Fadhiilah menyambut peserta dengan hangat dan  menguasai jalannya acara. Dan D’Riser tau? Yang bertindak sebagai  MC itu, ternyata masih duduk di bangku SMA lho. Mereka masih  kelas XII dan di slide saat perkenalan pun ada banyak prestasi yang  sudah berhasil mereka raih.

MC memaparkan mengenai banyak hal  terkait sesiapa saja yang nanti akan tampil sebagai orator dan  membacakan pula susunan acara secara ringkas. Kemudian untuk semakin meluruskan niat dan menambah  berkah acara, dibacakan ayat suci Al-Qur’an QS. Thaahaa ayat 20  dan sambutan dari Ustadzah Ir. Ratu Erma R selaku DPP Muslimah  HTI. Setelah itu acara berlangsung dengan lancar dan sangat luar  biasa karena seluruh orator dan fasilitator yang menampilkan  teatrikal, puisi dan nasyid adalah anak-anak sekolah yang  berprestasi.

Ini yang membuat D’Rise pun merasa acara ini memiliki  nilai yang begitu besar dan di luar kebiasaan. Karena diantara sekian  milyar remaja, terlihatlah yang benar-benar UNGGULAN! Unggul  karena merekalah yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi  terhadap nasib bangsa dan dunia ini. Ya. Mereka. Masyaa ALLAH,  serius D’Rise banyak merinding disana. Bergetar. Sekaligus malu  sekali rasanya. Karena teringat masa sekolah D’Rise dulu, yang  masih jauh dari pemahaman Islam.

Tapi D’Rise yakin, tak peduli  darimana kita memulainya, yang jelas kita harus bisa mengakhiri  perjalanan ini di tempat pemberhentian terbaik. Saat kita tersadar bahwa kita harus berubah, saat itu pulalah kita harus  menunaikannya. Tidak lagi menunda karena jika begitu hanya  akan ada penyesalan nantinya. Semua memiliki kisahnya masing-masing dan atas semua  itu kita bisa belajar dan menginspirasi Insyaa ALLAH. Dan khusus  untuk mereka, baik para remaja yang menjadi orator dan peserta,  D’Rise juga memiliki keyakinan, kelak, mereka akan semakin  bertambah matang dari segi ‘aqliyah, tsaqofah dlsbnya. Insyaa  ALLAH. D’Rise dan D’Riser juga jangan mau kalah! Setelah acara  KRI ini, perjuangan kita untuk semakin gencar ber’amar makruf  nahiy munkar pun harus lebih dahsyat. That’s all. [Hikari