Majalahdrise.com – Kalo kita telusuri jejak rekam perjalanan para pelajar berprestasi, dapet deh benang merahnya kalo kesuksesan mereka ditunjang dengan lingkungan sekitarnya. Ada yang berasal dari sekolah dengan fasilitas pembelajaran yang super lengkap. Ada juga yang terpilih jadi siswa binaan masuk dalam karantina untuk mengasah kemampuannya.

Selain kemampuan pribadi, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap pencapaian para pelajar berprestasi. Kalo kita ngeliat kondisi pendidikan dalam negeri, ngelus dada juga. Masih banyak lembaga pendidikan formal yang hidup segan mati pun enggan. Yang penting kegiatan belajar mengajar tetap jalan meski minim fasilitas bahkan nombokin biaya operasional. Ngenes!

Kalo negara kita tetap bertahan dengan aturan demokrasi sekuler kaya sekarang untukngatur rakyatnya, maka bibit-bibit pelajar hebat makin sulit ditemui. Lantaran kurikulum pendidikan sekuler menggiring siswa untuk menjadi pelajar instant yang berorientasi pada prestasi hasil belajar. Bukan proses pembelajarannya. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis dan cerdas (chritical thinking) siswa pada mem… mem… memble! Daya analisisnya tumpul.

Sebaliknya, saat negara ngurus rakyat dengan aturan Islam justru para pelajar hebat lahir di setiap tempat. Untuk ngukur kualias pelajar, Islam nggak menjadikan nilai ujian tulis sebagai satu-satunya tolok ukur. Karena ujian tulis hanya akan mematikan daya cipta dan kreatifitas siswa alias nggak produktif di tengah perkembangan ilmu pengetahuan. Ujian tulis juga bisa mendorong masyarakat mengarahkan cita-citanya hanya untuk meraih gelar pendidikan tanpa dilihat kemampuannya dalam mengajar, berijtihad, berfatwa, dan berkreasi. Kalo udah gini, kebangkitan pemikiran dan materi yang menjadi tujuan pendidikan makin jauh.

Sebagai evaluasi siswa, dalam pendidikan Islam dikenal teknik munadhoroh (diskusi). Ini semacam ujian lisan bagi pelajar untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami dan kreatifitasnya dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dia pelajari. Teknik diskusi ini nggak dibatasi oleh waktu. Tergantung dari kesiapan anak didik. Dan hasil diskusi ini, anak didik diberikan semacam ijazah atau bentuk pengakuan tertulis dari guru terhadap kecakapan muridnya.

Untuk menunjang peningkatan mutu pelajar, kelengkapan sarana dan prasaran pendidikan dijamin oleh negara. Mulai dari perpustakaan yang lengkap, asrama yang disertai jaminan sandang dan pangan, aula untuk ceramah, kertas dan tinta, pemandian umum, serta rumah sakit dan dokter-dokter. Semuanya disediakan gratis..tis..tis… bagi para siswa dan penuntut ilmu. Seperti dicontohkan Khalifah al-Muntashir yang mendirikan Madrasah al-Mustanshiriah di kota Baghdad.

Malah bukan cuman fasilitas gratis, siswa juga dikasih beasiswa alias pendidikan bebas biaya. Inilah salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan rakyatnya. Rasul saw bersabda: “Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya).” [HR. Imam al-Bukhari dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.].

Hasilnya, para pelajar menjadi ilmuwan yang menjadi pelopor kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa. Seperti Harrani as-Sabi al-Battani (Al Battaniseorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab (858-929 M). Al Battani berhasil menemukan sejumlah persamaan trigonometri dan memecahkan persamaan sin x = a cos x. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Atau Ibn al-Haytham (Alhazen). Ia lahir tahun 965 M di Basra kemudian meninggal tahun 1040 M di Kairo. Dikenal sebagai bapak optik modern karena penemuan dan karya-karyanya di bidang ilmu optik dan pencahayaan benda. Penemuan itu menjadi cikal bakal kamera yang masih digunakan sampai sekarang ini.

Jadi, kalo pemerintah kita pengen meningkatkan mutu pendidikan, bisa bercermin pada sistem pendidikan Islam. Lebih bagus lagi kalo pemerintah nggak cuman ngaca, tapi pake sistem pendidikan Islam untuk melahirkan para pelajar hebatdunia akhirat. Saatnya keluar dari jeratan pendidikan kapitalis sekuler dan beralih pada sistem pendidikan Islamdalam bingkai daulah khilafah islamiyah yang mengikuti jejak kenabian. Yuk! [hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise 47