MajalahDrise.com – Letih nggak sih, sobat? Kita harus terikat dengan hukum Allah dalam menjalani segala aktivitas kehidupan kita? Letih gitu, ya? Terkhusus untuk kita nih yang masih remaja. Remaja saat ini identik dengan kesenangan. Kesenangan dalam maksiat, bukan taat loh. Kenapa saya katakan seperti itu? Fakta yang terlihat memang seperti itu. Oke, sekarang saya tanya deh. Lebih banyakan mana, remaja yang bicarain keburukan orang lain dengan yang bicarain urusan umat? Antara remaja yang pergi ke mall dengan yang pergi ke tempat pengajian, banyakan mana? Remaja yang memikirkan urusan cinta yang menyesatkan alias pacaran dengan yang memikirkan urusan umat, banyakan mana, sobat?

Letih ya? Ketika kita harus menjadi orang minoritas dari mayoritas raga. Karena, kita beraktivitas sesuai aturan Allah. Kita menjadi minoritas raga. Karena, berpakaian syar’i. Kita menjadi minoritas raga, karena memilih diam daripada bicara tapi tak ada manfaatnya. Kita menjadi minoritas, karena tidak pacaran. Kita menjadi minoritas ketika berbicara masalah umat dibanding tentang cinta yang menyesatkan. Kita menjadi minoritas, ketika lebih memilih mengerjakan soal ulangan sendiri, daripada mencontek. Karena kita tahu, Allah mengawasi kita meskipun guru pengawas tidak melihat kita.

Sobat, letih nggak sih? Kita yang muslimah nih, harus pakai kaos kaki ketika mau ke warung. Padahal warungnya ada di depan rumah kita. Letih, nggak sih? Dengerin cacian, makian, bahkan fitnahan orang? Ada yang bilang kita aneh, pemimpi, aliran sesat, bahkan teroris. Letih, nggak sobat?
Sobat, niatan saya membuat tulisan ini bukannya mau mengajak kalian mengeluh berjamaah. Tapi, mengapa ya tulisan saya terkesan mengeluh? Hehe… saya sengaja. Oke, abaikan!

Sobat, khalifah umar bin khatab pernah berkata. “Apabila seseorang letih dalam kebaikan. Sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan itu akan abadi. Apabila seseorang bersenang-senang terhadap suatu dosa. Sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan abadi.”

Sobat, ketika kita letih dalam berbuat suatu kebaikan. Dari kita yang letih datang ke tempat-tempat kajian, menyampaikan opini untuk menyadarkan umat walau sering di abaikan, berbuat sesuatu yang dikit-dikit harus merujuk kepada sumber hukum islam yang benar dan kuat. , menyuarakan dan memperjuangkan akan tegaknya khilafah.

Ingat, sobat? Letih yang fisik kita rasa. Hanya dengan tiduran sebentar saja, letih sudah hilang. Akan tetapi, kebaikan yang telah kita lakukan pahalanya tidak akan hilang.Karena, malaikat allah telah mencatatnya, dan insyaallah akan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di yaumil hisab nanti. Begitu pula dengan dosa atau kemaksiatan. Apabila kita bersenang-senang terhadapnya. Misalnya nih ya, minum miras, mencuri, berpakaian kurang bahan, dan lain-lain. Ketika miras itu habis, ketika mencuri telah sukses, ketika pakaian yang kekurangan bahan tersebut terlihat tak indah lagi. Ketika itu pula kesenangan yang di rasa berakhir! Hilang! Akan tetapi, dosa tersebut tetap menempel. Dan akan menjadi pemberat timbangan dalam kategori amalan keburukan kita kelak.

“Islam awalnya datang dalam keadaan aneh atau asing. Dan akan kembali menjadi sesuatu yang dianggap aneh atau asing. Maka berbahagialah orang-orang yang di anggap aneh atau asing itu.” itulah sabda rasulullah. So, terasing dalam kebenaran? #Ngapain takut? Yang ada malah kita di rusuh berbahagia.

Sobat, mayoritas raga belumlah menggenggam kebenaran. Begitu pula dengan minoritas raga, tak selalu memegang kesalahan. Dari itu Allah ciptakan otak atau meanugerahkan akal kepada kita manusia. Agar kita mampu berfikir dalam menentukan pilihan! Jadi minoritas? Ngapain takut? Lah wong kita aja berada dalam jalan kebenaran kok. Mereka aja mayoritas raga yang berada di jalan kemaksiatan aja bangga!

Oke sobat, keep hamasah (semangat) dan istiqomah ya! Dalam menjalankan dan berjuang menegakan hukum Allah secara kaffah dalam naungan Khilafah Rasyidah! Ingat Nabi s.a.w. berkata kepada Sayyidina Abu Bakar r.a. ketika Nabi dan beliau bersembunyi di Gua Tsur :La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita” Takbir! ALLAHUAKBAR! Khilafah! Khilafah! Khilafah![] by Meilan Rohmani

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43