Yups.. bener banget apa  yang di bilang Felix Siauw  lewat bukunya Beyond the  Y Inspiration  “hidup itu  adalah pilihan” baik buruknya sikap  kitapun itu adalah dari pilihan kita,  mau jadi apa kita di masa depan itu  juga pilihan, bahkan masalah “cinta”  pun adalah pilihan kita.

Mau cinta yang halal  ataupun yang haram adalah pilihan kita, yang  jelas Allah udah memberikan nikmat kepada  manusia dengan memiliki naluri untuk  melampiaskan kasih sayang (gharizah nau) dengan  akal, bukan dengan perasaan. Seperti apa yang  difirmankan Allah SWT  dalam surat Ar-ruum ayat  21:

“ dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah diciptakan  pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat  ketenangan hati dan di jadikanNya kasih sayang di diantara  kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaranNya bagi orang-orang  yang berfikir”

Nah, hal ini bukan perkara untuk main-main. Kenapa  demikian? Karena untuk mewujudkan kasih sayang yang  ideal butuh proses yang hiegenis sob,wah udah kayak  makanan aja harus hiegenis!! Ya dong karena penting banget   untuk berfikir halal atau haram, wajib atau sunnah dan siap  atau tidak untuk mengahadapi konsekuensinya.

Kalau  banyak temen-temen kita yang masih remaja  udah  mengenal namanya pacaran yang mengatasnamakan  cinta  itu segalanya belum bisa masuk kategori yang bisa dibilang  cinta yang ideal. Terkait dengan ayat tersebut tanda-tanda  kekuasaan Allah itu terbukti benar  buktinya dapat dipastikan  dari penelitian ilmuwan bahwa saat seorang wanita dan pria  berdua-duaan atau yang sering disebut  dengan kholwat   dengan yang bukan mahromnya memicu meningkatnya  hormon  kloristol yang akan mengakibatkan emosional  seksual, hal ini yang membuat fenomena pacaran yang kian  membludak dilakukan oleh remaja-remaja saat ini.

 Tekanan  hidup sekuleris dan hedonis menjadi miris karena sangat  mendukung pergaulan tanpa batas dan celah ini. Kalau udah ngomongin masalah cinta paling juara, tapi  kalau ngomongin masalah akhirat pada mundur semua.  Kalau ditanyain itu mah urusan nanti-nanti deh, yang penting  sekarang kita nikmatin hidup dulu ngabisin waktu dengan  kekasih, ngedate, shopping dan hal itu ditunda ntar-ntar juga  bisa. Memang saat ajal menjemput kita bisa kita tunda??  

Kenapa harus berpikir ribuan kali atau bahkan jutaan kali  untuk berbuat yang haq hanya untuk  kepada Allah?  Contohnya aja Allah memerintahkan kita pakai khimar dan  jilbab alasannya belum siap, hati kudu dibenerin dulu.  Banyak benget alasannya, tapi kalau pacar yang perintah   langsung sip-sip aja tuh enggak pake lama. Lagi-lagi kita  dihadapin pilihan mau ngikutin kata pacar atau kata Allah?  Life is choice hidup itu pilihan, Wanita yang keji adalah untuk  pria yang keji dan pria yang keji adalah buat wanita yang keji  pula dan wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan  sebaliknya.

 Jika ingin yang terbaik untuk hidup kita maka  pilihlah yang terbaik, begitupun sebaliknya. Kalau kita ingin  mencari cinta yang romantis sebagai wujud kasih sayang  yang diberikan Allah SWT tidak bisa di tempuh dengan jalan  ilegal alias hubungan pacaran kalau ingin dan ngebet buruan  deh M-E-N-I-K-A-H, bagi yang udah siap monggo… Sejatinya manusia memang sudah fitrahnya seperti itu,  maka kalau mau mencari suami or istri pasang target yang  tinggi. Lihat salih or  salihahnya agar nantinya bisa  melahirkan generasi yang high quality.

Jangan menunggu  sampai nanti kalau memang sudah siap kenapa tidak?  Selama yang ditempuh adalah jalan yang halal untuk  mendapatkan sesorang yang melengkapi hidup kita dengan  niatan yang sama yaitu untuk menghrapkan rhidhaNya  semua tidak akan menjadi masalah kalau enggak percaya  buktiin sendiri. So, hidup itu adalah pilihan begitupun juga  cinta adalah pilihan life is choice and love is choice too.            _Jazakallahu katsiran_