Majalahdrise.com – Pihak  sekolah pun ikut disalahkan. Sekolah Ramya  pun diliput sebagai sekolah yang muridnya  resmi berpacaran semua kecuali satu orang  dari pihak cewek dan tiga orang dari pihat  cowok. Dan itu pun terjadi karena alasan  mulia mereka  yang menolak pacaran karena  hukum syara. Benar-benar, manusia itu tak  bisa dinilai hanya karena fisiknya. Serupa  dengan pepatah yang mengatakan, don’t  judge the book by the cover.

Setelah kejadian itu, berbondong-bondong siswa siswi sekolah Ramya terkena  demam #udahputusinaja ala Ustadz yang lagi  panas belakangan ini. Tapi, Insya Allah mereka murni melakukan itu karena Allah.  Hanya ada satu yang masih sulit  melakukannya. Ia adalah Millie. Ramya yang tentu saja masih sayang  pada sahabatnya itu tak kenal putus asa  serta lelah untuk mengingatinya. Akhirnya,  Ramya berniat memberikan hadiah sebuah  buku berjudul #UdahPutusinAja karya  seorang ustadz yang diberikan bunda  sebagai solusi untuk kasus Ramya baru-baru  itu dijadikan sebagai hadiah ulang tahun  Millie. Dan karena mengetahui kerja keras  Ramya yang gigih untuk terus membawa  Millie pada kebaikan, Millie pun terenyuh dan  segera memeluk Ramya selepas membuka  dan mengetahui isi kado Ramya untuk Millie. “Ram, makasih banyak ya.

Makasih  untuk semuanya. Millie sadar, Millie-lah yang  jahat. Millie jahat karena seharusnya Millie-lah yang tak pantas menceritakan hal  memalukan itu kepada Ramya. Millie sadar,  manusia memang terkadang sudah  dibutakan oleh cinta. Kak Sofyan juga khilaf.  Kemarin kita resmi putus benar-benar murni  karena Allah. Dan berkat Ramya, Millie janji,  Millie benar-benar senang karena Millie  sudah bisa meluruskan niat Millie untuk  berhijab 100 persen murni karena ingin  menjalankan syariat Allah. Begitu juga untuk  menolak berpacaran. Millie janji, itu semua  benar-benar 100 persen karena Allah, bukan  karena kasus yang menimpa sekolah kita,  perintah guru, apalagi karena manusia.  Semua asli karena Allah Ram, asli!” tukas  Millie haru bahagia sambil menepuk-nepuki  pundak Ramya dan memeluknya erat. Ramya  terenyuh sedih.

Bunda tersenyum lega. Lega karena  mengetahui anaknya mengaku malu dan  bersalah atas persangkaannya terhadap  Allah selama ini.  Ya, itu benar. Itu benar jika Allah pasti  akan mengabulkan doa hambanya yang  menengadahkan kedua tangannya untuk  meminta kepada Allah. Tapi … Ramya lupa  satu hal. Ramya lupa bahwa …. Tidak semua  yang terlihat baik bagi Allah itu baik bagi  manusia dan tidak selamanya sesuatu yang  terlihat baik di mata manusia itu baik bagi  Allah. Ramya juga lupa bahwa setiap doa  seorang hamba itu memang memiliki potensi  kemungkinan yang besar untuk dikabulkan.  Tapi … Allah tetaplah Tuhan yang Maha  Mengetahui, Tuhan yang Tak Pernah Lupa  terhadap kebutuhan hamba-hambaNya.   Tuhan tahu kapan saatnya Tuhan  mengabulkan (mewujudkan) doa kita.

Atau  bahkan, Tuhan tahu bahwa jawaban yang  berbeda dari yang diinginkan hambaNya itu  lebih baik bagi hambanya. Tuhan  mewujudkan doa-doa hambaNya karena  Tuhan sayang dan cinta terhadap hambanya.  Tapi … Tuhan tidak mengabulkan permintaan  (doa) Ramya untuk mendapatkan pacar itu  bukan berarti karena Tuhan tak sayang atau  bahkan lupa dengannya … Tuhan menunda atau bahkan sama  sekali tidak mewujudkan doa Ramya adalah  sebagai bentuk kasih sayang dan rasa  cintanya pada Ramya. T

uhan tak mau Ramya  terjerumus dalam lubang kemaksiatan.  Karena Tuhan memang masih sayang  padanya. Karena Tuhan tak pernah  melupakan hambanya—apalagi hamba yang  sudah terlanjur taat. Dengan tidak  terwujudnya doa Ramya itu sebenarnya  adalah sebagai bentuk komunikasi cinta  Tuhan pada Ramya. Love Communication.  Karena Tuhan tak mau Ramya seperti Geisha  atau yang lainnya. Love Communication.  Karena Tuhan memang masih  menyayanginya. Love Communication. Karena  Tuhan itu memang benar-benar Maha  Penyayang.  Dan Tuhan itu adalah …. Allah

Kirim naskah cerpenmu ke email  D’Rise di drise.redaksi@gmail.com dengan subject “monogatari” atau  “cerpen” dalam file Word dengan  panjang maksimal 10 ribu karakter.  Ditunggu lhoo!

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49