Majalahdrise.com – POK … POK … POK … Terdengar seseorang datang sambil bertepuk tangan bahagia dan tertawa  menang. “Jadi … Bagaimana Ramya? Kapan kau  akan punya pacar? Saranku, lebih baik kau  segera mencari pacar dan tinggalkan alasan-alasan klisemu tentang pacaran haram agar  kau tak hanya bisa menganggu kesenangan  orang lain. Bilang saja Ram, kau melakukan  itu kepada sahabatmu karena kau iri kan  dengannya? Iri … karena ia sudah punya  pacar?”

Geisha, ketua genk yang anti dan  sensi banget sama cewek-cewek berhijab itu  memutar-mutari bangku Ramya dan sesekali  menyentuh-nyentuh hijab Ramya dengan  jijik. “Jadi …. Kapan kau akan punya pacar?”  ucapnya sebagai penutup pertemuan.  Kemudian setelah itu Ramua membanting  meja dan beranjak pergi dari kelas. *** “Ya Allah … Jika memang pacaran itu  boleh … Tolong berikan Ramya pacar segera  ya Allah. Ramya pikir, ini karma karena  Ramya telah menolak tiga orang yang dulu  pernah menembak Ramya. Dan sekarang,  ketua rohis yang Ramya suka saja malah  pacaran. Berarti Ramya juga boleh pacaran  kan ya Allah?” doa terlalu polos anak kelas 2  SMA itu terdengar sayup-sayup.

Tak  disangka, sang bunda yang sedang lewat  ketika Ramya memanjatkan doa itu  mendengarnya. Karena bingung, bunda pun  bertanya tentang semua kejadian yang  menimpa Ramya akhir-akhir ini hingga  membuatnya dapat berdoa seperti itu. Maka … Setelah mendengar kisah polos  anaknya, bunda tersenyum. Bunda merasa  bersalah karena akhir-akhir ini bunda sibuk  dengan pekerjaannya hingga lupa dengan  tugas penanaman tsaqofah pada anak  perempuan satu-satunya itu.

Bunda lupa  bahwa Ramya benar-benar masih  membutuhkan orang yang dapat  melindunginya dari lubang kemaksiatan yang  tak terlihat bahwa lubang itu berapi-api.  Berkobar. Amat membahayakan. Maka,  bunda pun segera menyusun rencana  sebagai salah satu solusi dari berbagai  macam solusi yang ada demi menyelesaikan  kasus Ramya.

Ck …,” Ramya menggerutu sedih.  Mendesah. Putus asa. Setelah sukses  bertengkar dan belum berkomunikasi hingga  30 d’rise #49 September 2015 satu minggu dengan sahabat karibnya,  Millie—walau sebenarnya ia sudah  memaafkan—Ramya masih dibuat galau  dengan tidak terjawabnya doa Ramya. Ramya  teringat ucapan bunda bahwa Allah, PASTI,  Allah pasti akan mengabulkan doa hambanya  yang mengangkat kedua telapak tangannya  untuk meminta kepadaNya, karena Allah  akan malu jika tidak mengabulkannya,  karena Allah sayang terhadap hambaNya ….  Tapi … Kenapa sudah seminggu lebih doa  Ramya tak kunjung dikabulkan? Apa Allah  tidak sayang pada Ramya? Apa Allah LUPA  dengan Ramya? Batin Ramya sedih. Padahal  kan berdasarkan doanya, ia meminta pada  Allah agar ia lekas memiliki pacar tidak lebih  dari dalam waktu satu minggu—jika Allah  masih menyayangi Ramya. Tapi, mana?  Kenapa ia benar-benar tidak mencium tanda-tanda akan memiliki pacar? Haah … Ramya  ragu bahwa Allah masih menyayanginya …  Masih mengingat dirinya ….

HEBOH!! Satu sekolah benar-benar  heboh! Tersebar kabar yang telah mencoreng  moreng nama sekolah karena kasus  memalukan yang hanya bermula dari  aktivitas pacaran. Dan orang yang terkena  skandal itu adalah …. Geisha. Ia resmi  membuat malu nama sekolah karena skandal  dan konflik yang memalukan. Payah.  Terlebih, dia adalah anak yang suka  mengompori anak-anak untuk pacaran. Yah, karena kasus itu, sekolah Ramya  sadar, bahwa memang tidak seharusnya  mereka (para guru) malah memanas-manasi  murid-muridnya untuk memiliki pacar  (pasangan). Karena, kalau kasusnya sudah  seperti ini, jadi brabe kan urusannya.

di muat di majalah remaja islam drise edisi 49