MAJALAHDRISE.COM – Tes … Tes … Air hujan yang telah mereda—namun  cukup untuk membuat kuyup itu—masih  menjadi alasan Ramya untuk tak beranjak  pulang saat itu juga. Ia masih merenung.  Berteduh di bawah atap halte bus. Ia  memang sedang sial hari itu. Lupa tak  membawa jas hujan. Sahabatnya resmi  pacaran. Dan ia lupa tak membawa uang  saku untuk makan siang. Ah, bagaimanalah.  Perutnya kan benar-benar tak bisa diajak  kompromi. Jika perut sudah mengamuk kan,  otak (pikiran) juga susah untuk diajak  toleransi.

Hahh … Itulah salah satu alasan  dari 1.327.593 faktor yang membuatnya jadi  semakin galau hari ini. “Ram, aku beritahu deh,” Ramya  mengingat kembali kejadian saat istirahat  pertama tadi pagi. Ramya  yang sedang  membaca mushaf menoleh bingung. “Ada apa Mil?” Ramya bertanya lembut.  Millie, sahabat karibnya mendekat. Membisi  telinga Ramya yang tertutupi oleh hijab putih  susu. “Kamu tahu engga, kemarin aku  ditembak Kak Sofyan. Dia kan ketua rohis  Ram! Jadi ….,” mata Ramya membelo kaget.  Untung saja detak jantungnya tak berhenti  mendadak saat itu juga.  “Jadi ….?” Tanya Ramya penasaran. “Jadi …. Ya kamu  tahu sendirilah, aku  memang udah dari dulu naksir dia secara  diam-diam. Eh engga tahunya dia juga naksir  aku. Ya udah, jadinya pasti kuterimalah!  Intinya …. Hari ini aku resmi pacaran sama  dia Ram! Jadian! Ih, excited banget deh …,”  tukas Millie dengan semangat menggebu- gebu.

Kedua pipi sepasang sahabat itu sama-sama memerah. Kedua pipi Millie merah  padam saking malu dan bahagia. Sedangkan  Ramya, kedua pipinya merah karena sedikit  terkejut dan malu akan satu hal. “Jadi … Kapan kamu akan punya pacar?”  NAH! Itu dia yang membuatnya malu dan  galau bersamaan dalam satu waktu. Kata-kata itu yang sampai sekarang masih  terngiang-ngiang di kepalanya. Membungkus  akal sehatnya sampai sulit bernafas. Sesak!  Ingin mati rasanya -.-v. Iiiih …. Millie nyebelin!! Benar kan selama  ini dia juga memendam rasa sama kak Sofyan!

Kelihat banget dari tatapannya setiap mencuri  pandang ke kelas sebelah! Tapi … Kok dia tega  banget sih menceritakan itu kepadaku?  Bukankah dari mataku ia tahu bahwa aku juga  amat menyukai kak Sofyan? Eh tunggu-tunggu  …. Tapi, Kak Sofyan rupanya juga bisa pacaran  toh? Bukannya dalam Islam itu …. Kita dilarang  pacaran ya? Tapi, ah, lihat saja, kak Sofyan  yang ketua rohis saja pacaran, kenapa aku  tidak? Lagian. Aku juga engga mau kali jadi  satu-satunya anak yang ngejomblo di sekolah!  Ah, kayak gini aku jadi sebal sama Millie! Dia  tega banget ninggalin aku jadi anak yang satu-satunya berstatus jomblo di kelas!

Kesannya  aku kan jadi cewek gak laku! Lagian. Kok bisa-bisanya sih kak Sofyan jadian sama Millie yang  engga berhijab? Ah, ini menyebalkan! Illfeel  tahu engga sih? Batin Ramya ngedumel. Ia  menghentak-hentakkan kakinya beberapa  kali. Mangkel. Sebel. Sedih. Gemes. Keki.  Jengkel. Dan satu lagi kata yang populer  untuk menggambarkan isi hati Ramya saat  ini galau.

di muat di majalah remaja islam drise 49