Lusiyanti, S.Ag (Ustdzh. Yanti Tanjung) : Dengan Ilmu derajatmu akan di tinggikan | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Wawancara >> Lusiyanti, S.Ag (Ustdzh. Yanti Tanjung) : Dengan Ilmu derajatmu akan di tinggikan
Lusiyanti, S.Ag (Ustdzh. Yanti Tanjung) : Dengan Ilmu derajatmu akan di tinggikan

Lusiyanti, S.Ag (Ustdzh. Yanti Tanjung) : Dengan Ilmu derajatmu akan di tinggikan




Majalahdrise.com – masa remaja adalah masa yang berapi-api. Masa pencarian jatidiri, gitu kata tukang psikologi. Makanya masa remaja adalah masa yang labil, istilah kamu-kamu: ABG labil. Tapi tahu gak sih? Ternyata kepribadian serta karakter remaja gak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Nah, kali ini kita bakal ngulik nih sejauh mana sih peran keluarga di kehidupan seorang remaja. Alhamdulillah, redaksi punya kesempatan ngobrol dengan praktisi dunia parenting jempolan : Bunda Yanti tanjung. Yuk kita intip!

Menurut bunda,gimana kondisi remaja saat ini?

Remaja saat ini kebanyakan lebih matang secara seksual ketimbang kematangan berpikir, juga belum bisa berpikir solutif bagi persoalan hidup mereka. Karenanya ketika remaja dihadapkan pada liberalisasi di semua lini kehidupan khususnya dihadapkan pada pergaulan bebas, remaja tidak mampu membendung naluri seksualnya, sementara berpikirnya masih kanak-kanak sebab remaja belum dianggap manusia dewasa. Demikian pula saat gejolak emosional yang memang sangat mudah tersulut, sementara tidak memiliki pemahaman yang memadai untuk menyelesaikan masalah dan mengendalikan emosi. Maka wajar kalau saat ini permasalahan remaja sangat mengkhawatirkan, seks bebas dimana mana, aborsi, hamil di luar nikah, narkoba, geng motor dsb.

Kalau kondisi remaja masalahnya bejibun kayak gini, apa sih yang salah menurut Bunda?

Ini disebabkan sistem pendidikan kita yang gagal dalam melahirkan generasi sholeh, mulai tataran pendidikan di rumah, di masyarakat hingga pendidikan formal yang dikelola negara. Negara juga gagal untuk memberikan suasana keimanan yang kondusif untuk melindungi remaja. Di Sisi lain ada sekelompok remaja yang sudah menyadari kerusakan ini sehingga mereka membentengi diri dengan taqwa, menyibukkan diri dalam kajian Islam dan dakwah sehingga mereka bangkit dalam perubahan hakiki. Kepada remaja inilah kita berharap lahir generasigenerasi yang siap memimpin umat.

Menurut bunda,gimana peran keluarga dalam mengarahkan potensi remaja yang berkepribadian Islam?

Peran keluarga dalam mewujudkan kepribadian Islam anak sangatlah menentukan, wa bil khusus ibu yang akan melejitkan seluruh potensi anak dalam rangka untuk taat pada Allah. Setidaknya ada dua fungsi keluarga dalam mewujudkan remaja yang tangguh,

pertama fungsi strategis, dimana ortu terlibat secara langsung mendidik dan mengarahkan remaja untuk membentuk kepribadian islam agar remaja tahan konflik dan berpikir solutif mengahadapi berbagai persoalan remaja. Ortu meletakkan landasan aqidah dalam berpikir remaja dan meletakkan standar halal dan haram dalam bertindak, artinya remaja senantiasa menjadikan Islam sebagai satusatunya petunjuk hidup untuk mendapatkan kebahagiaan mereka baik di dunia maupun akhirat.

Kedua, fungsi politis, dimana ortu menjadikan remaja terlibat langsung dalam perkara dakwah,amar ma’ruf nahyi munkar untuk melakukan perubahan di lingkungan remaja agar tatanan kehidupan Islam dapat terwujud secara kaafah yang akan menggantikan sistem Kapitalisme Liberalisme yang terbukti sudah merusak remaja. Maka remaja yang dididik dengan baik dalam keluarga, kelak akan menjadi remaja yang siap berhadapan dengan zaman.

Gimana nih dg persepsi remaja yang terlanjur menganggap bahwa Islam menjadikan kita gak gaul,bisa-bisa kembali ke jaman batu dan udah terlanjur phobi dengan Islam?

Justru sebenarnya saat ini remaja keren itu adalah remaja yang melek Islam, walau gak disebut “gak gaul”. Apa sih yang mereka sebut dengan gaya gaul?, paling juga mengarah kepada pergaulan bebas, pergaulan remaja tanpa aturan, remaja pacaran , remaja seks bebas dsb. Saya kira bila gak gaulnya dalam pandangan seperti ini, gak apalah disebut gak gaul juga, remaja muslimah jangan termakan propaganda. Menjadi remaja ngaji, remaja dakwah tentunya status yang paling bergengsi saat ini bagi remaja, karena dengan ilmu, Allah akan meninggikan derajat kemuliaan remaja, dengan dakwah remaja mampu merubah.

Bunda,gimana jika seandainya faktanya gini,seorang remaja memiliki pemahaman Islam yg bagus. Namun keluarganya broken Home,bahkan eneg dengan anaknya yang ikut pengajian. Apa yang harus dilakukan,agar keluarga mendukung anaknya aktif dengan kegiatan Islam tsb?

Remaja ngaji itu harus tangguh, tidak menghindar dari masalah tetapi menghadapi masalah dengan ikhlas. Remaja seperti ini tentunya sudah tahu kalau berbakti kepada ortu adalah kewajiban. Buktikan kalau remaja ngaji itu anak yang sholeh, yang rajin membantu ibu di dapur, mencuci, merapihkan rumah dsb. Rajin membantu ayah apabila diminta bantuan, menunjukkan prestasi akademik dan prestasi lainnya. Tekun dalam belajar dan tidak pernah mengecewakan ortu, berikutnya rajin mendoakan mereka. Dengan seperti ini insya Allah mampu meluluhkan perasaan ortu dan memahami dampak positif dari ngaji yakni kesolehan anaknya. Intinya remaja harus tetap dalam koridor syariah islam dalam memproses ortu. Dengan demikian Allah pun berkenan melembutkan hati ortu untuk melepaskan dengan rela anaknya ngaji dan dakwah

Ok,yang terakhir nih Bun,mohon beri pesan kepada seluruh pembaca Drise di nusantara

Pesan saya kepada remaja, hendaklah terus mendalami ilmu,khususnya ilmu Al-Qur’an, bahasa arob dan tsaqofah Islam, karena dengan itu remaja bisa memahami Islam dengan benar sehingga remaja mampu berpikir solutif dan ideologis, berdiri kokoh di hadapan ssemua persoalan remaja. Berikutnya, bentengi diri dengan pertemanan yang bisa menguatkan aqidah, mensuasanakan keimanan dengan jama’ah dakwah. Kepribadian Islam yang berpengaruh akan terbentuk dari pensuasanaan tersebut, sehingga akan menjadi remaja sebagai subjek perubah,bukan objek yang di rubah. [Juan]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 53




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

2 × three =