“Some people think football is a matter of life and death. I

assure You, it’s much more serious than that,”[Bill Shankly,

mantan manajer sukses Klub Liverpool].

olah raga apa yang hampir disukai semua orang?  Jawabannya pasti sepakbola alias soccer binti footbal. Ya,  sepakbola dengan segala tetek bengeknya menjadi olah  raga favorit di seluruh dunia.  Mulai dari anak sekolah sampe yang  udah kuliah. Dari yang ingusan sampe yang ubanan.

Nggak cuman  cowok, kaum cewek juga ikut ambil bagian. Situs most-popular.net  (2006, March 20) berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh  Fédération Internationale de Football Association (FIFA) pada  tahun 2001 menyatakan bahwa sepakbola adalah olahraga paling  populer dimainkan hari ini. Survei ini menunjukkan bahwa lebih  dari 240 juta orang memainkan olahraga sepakbola di lebih dari  200 negara di hampir setiap bagian dari dunia. Mantabs! Jumlah para bola mania akan otomatis membengkak  menjelang hajatan gede-gedean seperti Piala Eropa 2012 yang  akan digelar Bulan Juni mendatang di Polandia dan Ukraina.  

Pastinya bola mania nggak bakal melewatkan agenda dua tahunan  ini. Berita absennya Bek Barcelona, Carles Puyol dan stiker Davil  Villa tentu sangat disayangkan para pendukung negeri matador.  Serunya pertandingan di grup B yang disebut-sebut sebagai ‘grup  neraka’ tentu bakal jadi big match di layar kata. Lantaran di situ  bercokol negara-negara kandidat juara seperti Jerman, Belanda,  Portugal, serta Denmark. Buat yang menjagokan Inggris pun jadi  agak sedikit galau, karena beberapa pemain andalan juga absen  seperti Chris Smalling, dan gelandang Tottenham Hotspurs Scott  Parker. Bahkan Rio Ferdinand juga dikabarkan juga akan absen.  

Wah, alamat rapuh tuh pertahanannya.  Pada bulan Juni ini, Piala Eropa lagi jadi trending topic di  dunia maya dan dunia nyata. Perhatian masyarakat dunia tersedot  ke Polandia dan Ukraina. Kebayang dong kalo semua energi  masyarakat dunia tersedot ke turnamen sepakbola, urusan yang  lain nggak bakal dilirik. Berabe nih urusannya. Lantaran hidup  bukan cuman buat melototin si kuilt bundar. Masih banyak urusan  yang lebih penting dari sepakbola. Apalagi bagi umat Islam. Bisa-bisa pada lupa dengan keadaan umat Islam yang lagi dijajah secara  pemikiran dan budaya seperti kedatangan si Lesbi Irshad Manji dan  si pemuja setan, Lady Gaga.  

Sialnya, hipnotisme sepakbola seperti piala eropa dan piala  dunia bakal sering kita temuin 2 tahun sekali. Kita bukan mau  ngobrolin panjang perkara kerusuhan yang kental dalam hajatan  sepakbola atau euforia masyarakat dunia menyambut pagelaran  Piala Eropa. Kita mau ngajak driser nyadar bin ngeh dengan  sebuah permainan terorganisir seperti sepakbola yang ditujukan  untuk melenakan bahkan menjauhkan kaum muslim dari Islam.  

Loh? Apa indikasinya? Jangan main tuduh gitu dong ! Nggak, kita nggak main tuduh. Event bola seperti Piala  Eropa, Piala Dunia, Liga Champions punya ‘hidden agenda’. Kalo  kita jeli, ‘bola’ itu dijadikan alat yang dipakai musuh-musuh Islam,  agar umat muslim dibuat sibuk dengan urusan bola yang  akhirnya satu sama lain jadi terkotak-kotak, tersekat-sekat dalam  fanatisme sempit. Ini bisa disimak dalam buku rencana- rencana  Zionisme menguasai dunia atau Protocols of Zion poin ke 13 yang  diterbitkan Prof. Sergyei Nilus di Rusia tahun 1902. Yang isinya:  “Protokol 13 : Untuk melengkapi usaha-usaha memonopoli dan  mempercepatkan proses keruntuhan kaum industrialis dari  kalangan bukan Yahudi, di samping terus mendorong adanya  spekulasi itu, maka bangsa Yahudi menyebarkan projek-projek  kemewahan, badan pertunjukan di kalangan bukan Yahudi  kerana semuanya ini akan menelan kekayaan mereka.

Untuk  mengalihkan perhatian orang-orang bukan Yahudi dari  memikirkan persoalan politik, maka agen-agen Yahudi hendaklah  membawa mereka kepada kegiatan-kegiatan hiburan, olahraga,  pesta-pesta, pertandingan-pertandingan kesenian, kebudayaan  dan lain-lain lagi” . Tournament sepakbola dipelihara oleh musuh-musuh  Islam. Padahal, sudah banyak korban berjatuhan dalam  permainan sepakbola. Di Mesir diperkirakan 74 orang tewas dan  248 cedera setelah penggemar sepak bola berdesak-desakan  turun ke lapangan saat tim tuan rumah menang mendadak atas  klub utama Mesir di kota Port Said, Kamis, 02/02/2012  (syabab.com).

Bagaimana di negeri OVJ? Hmm..gak jauh beda. Fanatisme  yang berlebihan dari oknum The Jak Mania pendukung Persjia,  Bonek dari Surabaya, atau Viking Bandung sering mewarnai  kerusuhan sepakbola kita. Sekali lagi, kita melihatnya bukan hanya  karena kerusuhan, sebab kalo itu fokusnya, berarti kalo nggak  rusuh berarti nggak masalah.

Nggak, bukan itu pembahasan kita  kali ini.  Makanya kita melihat kompetisi sepakbola sebagai sebuah  masalah mendasar. Karena permainan sepakbola telah menjadi  permainan yang melenakan kaum Muslim di seluruh negeri Islam.  Kaum muslim yang harusnya menunjukkan perhatian penuh  terhadap perjuangan untuk meninggikan agama mereka, malah  sebagian para pemuda Muslim digiring ke dalam kehidupan yang  melenakkan. Nggak mau peduli dengan kondisi umat Islam yang  terpuruk.  Kalo kita mengaku sebagai muslim harusnya kita ingat  dengan sabda Rasulullah Saw “Barangsiapa bangun di pagi hari  dan perhatiannya kepada selain Allah, maka ia tidak berurusan  dengan Allah. Dan barangsiapa yang bangun dan tidak  memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk  golongan mereka (kaum muslimin).” (HR. Hakim dan Al Khatib dari  Hudzaifah ra.)

Permainan sepakbola yang terorganisir banyak menyita  waktu, tenaga, harga, dan perhatian umat Islam. Para bola mania  ‘dipaksa’ untuk masuk dalam ikatan nasionalimse (ashobiyah)  pemecah belah umat. Rasulullah Saw ngingetin kita: “Bukan  termasuk golonganku yang menyeru kepada Ashobiyyah  (kelompok/suku/bangsa), berjuang untuk Ashobiyyah dan mati  diatas Ashobiyyah” (HR. Muslim) Kita yang seharusnya memperhatikan urusan kaum  muslim, jadi terlena dan hanya fokus pada pertandingan bola,  pemain bola, berita seputar bola, sampai jadi fans fanatiknya.  

Akibatnya,  kepedulian kita terhadap Islam dan kaum muslimin jadi  terbengkalai bin terabaikan. Kewajiban seperti sholat jadi  ketinggalan gara-gara urusan nonton bola atau membela tim  kesayangannya. Kewajiban dakwah, nggak kita jalankan, malah  membiarkan pelanggaran hukum syara’ karena menonton dan  menampakkan aurat. Nggak melakukan syiar Islam, malah  melakukan syiar kekufuran berupa ashobiyah dengan atribut-atributnya. Inilah hasil dari sebuah hipnotisme sepakbola! Untuk sepakbola, sebatas suka dan menjadikannya sebagai  salah satu hiburan (ingat lho ya, salah satu hiburan), bisa dan  Ashobiyah Harus Punah! boleh-boleh aja. Tapi, sekali lagi jika kita kemudian terhanyut  dalam arus ‘permainan terorganisir’ tadi, dengan menjadi fans  fanatiknya, ngebelain timnya sampe ke stadion, apalagi sampe  anarkis dan lain sebagainya, kayanya nggak bisa ditolelir. Itu udah  nunjukkin kita terkena wabah ashobiyah alias fanatisme.  

Ikatan ashobiyah, salah satunya nasionalisme ikut  menjerumuskan kita pada kehancuran. Coba perhatikan, negeri  kita yang mayoritas muslim menjadi terkotak seperti sekarang ini  karena nasionalisme. Sehingga kalo tim sepak bola negeri kita  berhadapan dengan salah satu negeri muslim, seperti Malaysia  misalnya, maka kita akan terkotak dan membela negeri kita,  padahal bisa jadi yang bertanding, pemainnya, pelatihnya adalah  orang-orang muslim.  

Itu baru satu pertandingan bola, belum pertandingan yang  lain. Itu baru antar negara tetangga, gimana kalo tingkatannya  dunia? Maka negeri muslim yang sekarang terpecah menjadi 50  negara lebih, akan berlomba-lomba dalam kekufuran (ashobiyah),  bukan berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot). Imam  Ali ra mengingatkan, “Kejahatan yang terorganisir akan  mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir” Saatnya, kita sadari bahwa selama ini umat Islam sudah  tersekat-sekat dalam kotak kebangsaan nasionalisme (ashobiyah)  yang dilarang oleh Rasulullah Saw. Akibatnya, kita tidak bisa bahu  membahu, tolong menolong dengan saudara kita di negeri yang  lain, karena sekat nasionalisme. Sedih mode: ON!

Driser, kalo udah nyadar hajatan sepakbola bisa bikin kita  terlena, segera hentikan diam kita. Udah dari sononya kalo  sepakbola bakal menuntut para pecintanya untuk menumbuhkan  kecintaan pada tanah air atau daerah sejadi-jadinya. Yup, hubbul  wathon minnal soccer alias cinta tanah air adalah bagian dari  sepakbola. Saatnya kita kampanyekan pada umat Islam  untuk  meninggalkan nasionalisme dan mengubur ikatan ashobiyah biar  punah. Lalu bersama-sama berjuang untuk mengembalikan  eksistensi daulah khilafah Islamiyah yang akan menyatukan negeri-negeri Muslim yang terpecah-belah karena ikatan nasionalisme  dan ashobiyah. Lakukan mulai sekarang. Go! [LBR]

Waspada bahaya asobiyah

(1) Kita tidak akan pernah bersatu, dengan ikatan Nasionalisme  karena ikatan itu lemah, yang dengan ini kita tidak akan pernah  bangkit dari keterpurukan. Dengan ikatan ini, kita berhasil  dijebak dalam jerat musuh-musuh Islam, dan kekuatan Islam  nggak diperhitungkan lagi oleh musuh-musuh Islam.   

(2) Kekuatan Islam ada pada aqidah Islam, itulah yang dulu  pernah menyatukan kaum muslimin dan juga melindungi non  muslim. Aqidah Islam juga yang membuat Rasulullah Saw bisa  mempersatukan kaum Anshor dan Muhajirin, dan mereka  memegang teguh Al-Qur’an dan as Sunnah.

(3) Dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata, “Kami berperang bersama  Rasulullah saw, kaum muhajirin berkumpul bersama Rasulullah  saw. sehingga mereka banyak. Dalam rombongan muhajirin  ada seorang lelaki yang suka berkelakar. Ia memukul pantat  seorang anshar.

Maka marah besarlah orang anshar itu  sehingga keduanya saling memanggil temannya. Si anshar  berteriak, ‘Hai orang-orang anshar!’ Sedang si muhajirin  berseru, ‘Hai orang-orang muhajirin!’ Maka Rasulullah saw.  pun keluar dan berkata, ‘Mengapa harus ada seruan ahli  Jahiliyah? Kemudian Rasulullah saw. bertanya, ‘Ada apa  gerangan dengan mereka?’ lalu diceritakan kepada beliau  tentang seorang muhajirin yang memukul pantat seorang  anshar. Maka Rasulullah saw. bersabda, ‘Tinggalkanlah seruan  Jahiliyah itu karena ia amat buruk’!” (HR Bukhari ).