cantik! Cewek mana yang nggak pengin tampil cantik? Hampir  semua kaum hawa kayaknya sepakat kalo tampil cantik itu  penting. Karena wanita dan kecantikan, dua sisi yang sulit  terpisahkan. Ya iya dong, mana ada wanita ganteng! 😀  Makanya udah jadi budaya kalo sedari kecil, anak cewek digiring  untuk tampil cantik. Biar kalo udah gedean, tanpa diarahkan lagi mereka  bakal nyebur sendiri dalam dunia kecantikan. Sayangnya, seringkali  pendidikan tampil cantik buat anak cewek nggak diimbangi dengan fakta  sebenarnya tentang kecantikan itu sendiri. Walhasil, banyak remaji yang  mati-matian tampil cantik tanpa filter alias semau gue. Perkara bener  atau kagak cara yang dipake, itu urusan belakangan.

Yang penting banyak  dilirik cowok idaman yang matanya jelalatan kaya tikus dalam kulkas  yang penuh makanan. 😀  Penampilan fisik yang sempurna adalah konsep kecantikan yang  dituhankan oleh ribuan majalah kecantikan, tren fashion dan foto model.  Remaji dibombardir gambaran wanita cantik secara fisik yang mengisi  setiap lembar majalah remaja dan tayangan layar kaca. Mulai dari tips  kecantikan hingga gaya hidup glamour yang melengkapi kehidupan para  wanita cantik. Model iklan dan selebriti dengan penampilan menawan  dijadikan panutan.

Akibatnya, remaji dengan mudah tergoda oleh  produk kosmetik dan kesehatan yang bisa bikin rambut mereka bebas  parkir, eh bebas ketombe, hilang bau badan, atau wajah tambah  kinclong kaya lantai keramik yang baru dipel. Meski harganya selangit,  tetep dikejar biar tingkat kecantikannya melejit.  Perlahan, remaji berlomba-lomba tampil cantik dengan  menghalalkan segala cara. Aurat diumbar kemana-mana harga diri  digadaikan demi penampilan menawan. Udah nggak pake pertimbangan  norma atau aturan agama, semuanya dijabanin biar bisa selalu tebar  pesona.

Majalah, buku, acara teve yang membedah  kecantikan sudah jadi tuntunan. Sehingga untuk mengukur  benar-salah, baik-buruk tentang penampilan, kiblatnya  adalah kontes kecantikan atau trend fashion tahunan.  Walhasil kecantikan telah menjelma menjadi industri  yang mengeksploitasi pesona kaum hawa. Tubuh  perempuan jadi ruang pamer komoditas-komoditas  industri kecantikan. Dari ujung rambut sampe ujung kaki,  semua ada merknya. Cewek paling gak rela kalo yang lain  keliatan sempurna. ‘Kalo mereka bisa, kenapa gue  nggak…’, gitu pikirnya. Endingnya, diburu dan diborong  deh tuh beragam produk kecantikan. Serbuuu…!!!

Industri kosmetik di Inggris mampu meraup  penghasilan hingga 8,9 miliar poundsterling pertahun.  Sedangkan industri kosmetik Amerika Serikat mengalami  pertumbuhan rata-rata 10% setiap tahun. Sebuah artikel  di majalah Time pada tahun 1988 menunjukkan bahwa  industri makanan diet di AS berhasil mencetak angka  penjualan sampai sebesar 74 miliar dollar per tahun.  Sementara di dalam negeri, Penjualan produk kosmetik  nasional diprediksi mencapai Rp. 11,2 triliun pada tahun  depan atau tumbuh 10% – 15% dibandingkan dengan  omzet tahun ini yang diproyeksikan sebesar Rp. 9,76  triliun. (Bisnis.com, 16/10/12)

Selain mendongrak budaya konsumtif, mitos  kecantikan juga bikin para wanita merasa tertekan untuk  menjadi sempurna dalam setiap penampilannya.  Terutama dalam urusan berat badan, wanita sering  mengalami depresi. Ada kehawatiran berlebihan kalo  berat badannya nggak proporsional. Harusnya tumbuh ke  atas, ini malah melebar ke samping. Boro-boro tampil  sensual, yang ada dandanan seksinya malah bikin mual.  Mereka pun gencar mengatur pola makan dengan berdiet  ria. Survei yang dilakukan oleh Girl Guides  mengungkapkan hal tersebut. Dan, 75 % dari responden  wanita mengatakan, mereka harus menjalani diet ketat  untuk terlihat baik bagi orang lain, bukan karena alasan  kesehatan. (http://jerova.blogspot.com, 15/09/2010)

Hal senada juga pernah terungkap dalam sebuah survey  yang diadakan pada tahun 1984 oleh Fakultas Kedokteran  Universitas Cincinnati terhadap 33.000 orang perempuan  menunjukkan bahwa 75% dari kelompok usia 18 – 35 tahun  menganggap diri mereka terlalu gemuk, padahal hanya 25% di  antara mereka yang secara medis dipandang kelebihan berat  badan. Sementara itu, 45% perempuan yang berat badannya  kurang beranggapan bahwa mereka terlalu gemuk.  Gencarnya masalah kecantikan yang menyerang kaum hawa,  telah membuat para ilmuwan dan dokter merumuskan suatu  istilah “Body Dysmorphic Disorder.” Istilah ini menggambarkan  suatu kondisi dimana seseorang memberikan perhatian yang  berlebihan atau tidak wajar terhadap suatu kekurangan dalam  penampilan fisik seseorang. Muncullah penyakit anoreksia dan  bulimia, diet ketat yang sering berujung maut. (Info lengkap baca  rubrik support bukamata).

Tekanan untuk  tampil sempurna bagi para wanita lebih  banyak akibat tergoda oleh penampilan foto model dalam iklan  kecantikan yang merajalela. Padahal kenyataannya, kecantikan  para model dalam media adalah sebuah rekayasa. Bob Ciano,  seorang mantan art director pada majalah Life, pernah  mengatakan, “Tidak pernah ada foto seorang perempuan yang  tidak dimanipulasi. Dalma Heyn, yang pernah menjadi editor dua  majalah perempuan, mengatakan bahwa proses airbrushing dari  wajah perempuan merupakan suatu hal yang rutin dilakukan. Jadi  kalo selebriti tampil cantik, wajah bebas dempul, rambut hitam, di  layar televisi, aslinya belon tentu. Lebih banyak hasil rekayasa  kosmetik dan komputer.  

So, hati-hati ya buat para remaji terjerumus mitos  kecantikan. Sikapi sewajarnya, jangan ampe kebablasan. Bukannya  tampil menawan, entar malah menuai masalah dan kekacauan.  Naomi Wolf, dalam bukunya The Beauty Myth menggambarkan,  mitos kecantikan itu seperti Iron Maiden, yaitu alat penyiksaan  yang terdapat di Jerman pada abad pertengahan.

Alat tersebut  berupa peti seukuran tubuh manusia yang bergambar anggota  tubuh dan wajah seorang perempuan cantik yang tengah  tersenyum. Korban penyiksaan pelan-pelan di masukkan ke dalam  peti itu, kemudian peti tersebut ditutup agar ia tidak dapat  bergerak. Demikian seterusnya sampai dia tewas karena  kelaparan, atau terkena paku logam yang ditanam di dalam peti tersebut. Iiih ngeri..!!

Cantik Boleh, Jahiliyah Jangan!

Bagi kaum hawa, boleh aja mau tampil cantik bin  menawan. Terlepas dari wajahnya emang eye catching  atau pas-pasan. Cuman satu yang harus dijadikan  pemahaman. Hidup bukan untuk mengejar pujian  kecantikan. Hati-hati dengan kampanye feminis yang  menjadikan kecantikan sebagai ukuran kemuliaan  perempuan. Germaine Greer, seorang feminis dan  penulis Barat, mengatakan dalam bukunya, “The Whole  Woman”,

“Setiap perempuan tahu bahwa sekalipun  mereka memperoleh berbagai prestasi, tetapi bila tidak  cantik berarti mereka telah melakukan suatu  kekeliruan.” Kalo kemuliaan perempuan diukur oleh kecantikan  dalam penilaian manusia, kasian yang punya wajah pas-pasan. Karena manusia berprinsip, cantik itu relatif tapi  jelek itu mutlak. Untungnya Allah swt Maha Adil. Rasul  mengingatkan dalam sabdanya, “Sesungguhnya Allah tidak  melihat fisikmu, tidak pula melihat rupamu, akan tetapi Allah  melihat hatimu.” (Riwayat Muslim)

Derajat kemuliaan seseorang bukan diukur dari cantik atau  tidaknya, tapi ketakwaan, perhatikan Firman-Nya: ”…  Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah  ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya  Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat 13)

Bagi yang merasa dirinya kurang cantik secara fisik, nggak  perlu minder. Santai aja dan  tetap harus disyukuri. Karena Allah  Swt, sudah menciptakan kita, sebaik-baik penciptaan: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk  yang sebaik-baiknya..” (QS. At-Tiin 4)

KULTWIT .#AkhwatCantikItu

1.#AkhwatCantikItu bukan yang bermahkota tergerai  indah, tapi mereka yang mau jaga diri untuk tidak  dijamah oleh lelaki jahiliyah.

  1. #AkhwatCantikItu bukan dilihat dari keelokan wajah, tapi air wudhu yang selalu membuat wajahnya basah.
  2. #AkhwatCantikItu tidak dilihat dari mata yang berbinar indah, tapi mata yang terjaga dari tatapan yang menghalanginya ke Jannah.
  3. #AkhwatCantikItu bukan mereka yang bertubuh semampai, tapi yang menutupi tubuhnya dengan hijab syar’i yang aduhai.
  4. #AkhwatCantikItu bukan terlihat dari suaranya yang merdu, tapi yang selalu melantunkan dzikir di malam syahdu.
  5. #AkhwatCantikItu bukan dilihat dari pandainya berbicara, tapi yang terjaga iffahnya ketika berbicara dengan lawan jenisnya.
  6. #AkhwatCantikItu tidak dinilai dari beraninya pamerkan betis, tapi wanita mulia adalah mereka yang tak mau ikuti langkah iblis. 8. #AkhwatCantikItu bukan yang pandai atau pantas  digoda, tapi mereka yang khawatir dirinya  mengundang orang untuk berbuat dosa. 9. #AkhwatCantikItu bukan yang pandai bergaul, tapi  yang bisa jaga diri dan kehormatan ketika bergaul. 10. #AkhwatCantikItu tak harus elok rupa, tapi ketika  berkaca, selalu lantukan doa “Allahumma kamaa  hasanta kholqi, fahassin huluqii”. ( follow twitter @LukyRouf )