MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52 : STOP ISLAM PHOBIA | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Bukamata >> MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52 : STOP ISLAM PHOBIA
MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52 : STOP ISLAM PHOBIA

MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52 : STOP ISLAM PHOBIA




Majalahdrise.com – perancis diserang teroris..!” Itulah tema  headline media massa pasca aksi  penembakan dan pengeboman di  Paris Perancis 13 November 2015 lalu.  Presiden Hollande pun menyatakan Perancis  dalam keadaan Siagai 1. Gimana nggak,  dalam waktu bersamaan beberapa pusat  keramaian mengalami teror penembakan  dan ledakan bom.

Tiga ledakan terjadi dekat Stadion  Nasional Stade de France, di mana Perancis  sedang bertanding bola dengan Jerman dan  disaksikan langsung oleh Presiden Francois  Hollande. Penyanderaan dan penembakan  terjadi di gedung pusat seni Bataclan,  sebelah timur Paris. Korban pun berjatuhan  di restoran Petit Cambodge. Total korban  jiwa 153 tewas dan 200 luka-luka. Islam Jadi Sasaran Seperti yang udah-udah, kalo ada  aksi teror di negara Barat yang memakan  korban jiwa, corong media langsung  menyudutkan Islam dan kaum Muslimin.

Apalagi dalam tragedi Paris Prancis ini, pihak  ISIS menyatakan bertanggung jawab.  Walhasil, dalam hitungan hari Militer  Perancis langsung merangsek ke Negara  Suriah untuk melakukan aksi balan dendam  terhadap ISIS. Senin (16/11) sebanyak 12  pesawat tempur, termasuk 10 pengebom,  menjatuhkan 20 bom ke target di Raqqa,  Suriah. Nggak cuman serangan udara,  Perancis pun langsung mengirim Kapal  induk Charles de Gaulle dikerahkan ke  Mediterania Timur untuk meningkatkan  operasi di Suriah. Dari reaksi Perancis yang berlebihan,  keliatan deh mau dibawa kemana  kelanjutan tragedi Paris. Akibat serangan  Paris, Perancis punya alasan untuk  melegalkan dan mendapatkan banyak  dukungan dari negara Eropa dan  masyarakat dunia dalam serangannya ke  Suriah.

Kejadiannya sama persis dengan  tragedi WTC tahun 2001 silam. Masih teka-teki siapa dalang dibalik serangan WTC.  Namun media sudah kadung menunjuk  Osama bin Laden sebagai pelakunya.  Genderang perang melawan terorisme pun  ditabuh dengan kencang oleh negara  adidaya. Demi mengejar pelaku serangan  WTC, militer negeri Paman Sam seolah  punya hak untuk mengobrak-abrik negeri-negeri muslim yang dituduh  menyembunyikan jaringan Osama.  Dampak serangan Paris nggak  cuman agresi militer oleh negara Barat yang memborbardir  negeri-negeri Islam.

Tapi juga dirasakan  oleh umat Islam  yang tinggal di  negeri-negeri Barat.  Pasca tragedi WTC  atau serangan Paris,  kebencian terhadap  Islam dan umat  Islam alias  Islamophobia  merajalela di Eropa.  Dulu pasca  tragedi WTC,  kampanye perang  melawan teroris  udah bikin  kebanyakan  masyarakat dunia  benci Islam. Tak  terkecuali seorang pendeta (pastor) senior  Gereja Dove World Outreach Center di  Gainesville, Florida, Amerika Serikat, Terry  Jones. Saking bencinya ama Islam, tuh  pendeta jadi gelap mata. Doi menyerukan  ke seluruh gereja dunia dan warga Amerika  untuk aktif memperingati Tragedi 911  dengan menjadikannya sebagai  “International Burn a Koran Day” (Hari  Membakar Alquran Internasional). Kini, pasca serangan Paris, sebuah  kelompok yang terkait dengan dewan  Muslim resmi Perancis, The National  Observatory of Islamophobia, melaporkan  32 insiden anti-Muslim selama sepekan  terakhir.

Juru bicara CCIF  Yasser Louati mengatakan,  kantornya dibanjiri laporan  dan keluhan dari warga  Muslim. “Para Muslim telah  menjadi musuh di dalam,”  ujar Louati seraya  menambahkan perhatian  media terhadap insiden-insiden anti-Islam itu tidak  berimbang. Sebagai contoh,  seorang pria meninju  seorang perempuan muda  berjilbab di Marseille hari  Rabu lalu dan merobek pakaiannya dengan pisau, menyebutnya  teroris, dalam sebuah insiden yang  dipublikasikan secara luas.

“Satu hari setelah serangan-serangan di Paris, enam demonstran keluar  dari protes anti-migran di Pontivy, sebuah  kota di Brittany di barat laut Perancis, untuk  memukuli seorang pria asal Afrika Utara  yang sedang lewat,” kata Louati.

Ia juga menyebut insiden lain  Minggu pagi. Seorang pria Turki yang  sedang berdiri dekat sebuah restoran kebab  di Cambrai, Perancis utara, dilaporkan  ditembak dari belakang oleh pelaku yang  mengendarai mobil dengan membawa  bendera Perancis, meski luka-lukanya tidak  serius.

Coretan-coretan atau grafiti anti-Muslim juga muncul di banyak tempat. Di  Evreux di utara Perancis, balai kota dan  bangunan-bangunan lainnya diimbuhi grafiti  yang bertuliskan “Kematian untuk Muslim”  dan “(dengan) koper atau (di dalam) peti  mati,” sebuah referensi bagaimana para  demonstran ingin Muslim meninggalkan  kota itu. Tak hanya di Prancis, islamophobia  juga melanda sebagian besar negara Eropa.

Seperti Inggris, Kanada dan tentu saja,  Amerika. Masih ingat kejadian yang  menimpa Ahmed (14). Salah satu siswa SMA  Mc Arthur di Irving Texas Amerika Serikat  yang kreatif membuat jam dari bahan-bahan sederhana namun disangkanya  membuat bom oleh guru sekolahnya. Saking  paranoidnya, Ahmed, yang mengenakan  kaus NASA, dikawal keluar dari sekolah dalam keadaan diborgol, dan dibawa ke  pusat penahanan remaja. Ia dibebaskan  setelah sidik jarinya direkam. Kasus yang menimpa Ahmed adalah  salah satu dari sekian banyak diskriminasi  terhadap umat Islam akibat Islamophobia.  Sikap kebencian terhadap Islam yang  merajalela di masyarakat Barat ini semakin  menguatkan peringatan Allah swt dalam  firmannya:

“Mereka (kaum kafir) tidak pernah  berhenti (menimbulkan) kemadaratan atas  kalian. Mereka menyukai apa yang  menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian  dari mulut mereka dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih  besar lagi” (QS Ali Imran [3]: 118).

DI MUAT DI MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four × two =