Apa yang kamu pikirkan saat ketemu sosok dengan postur tubuhnya yang keliatan jelas, suaranya terdengar, kapi kalo dipegang seperti nangkep angin alias hampa. Nah lho… kalo kejadiannya malem-malem bisa jadi kita langsung ngibrit lantaran ketemu makhluk penampakan. Gimana kalo nemunya di sebuah bandara yang ramai, siang hari, dan banyak orang yang lihat udah gitu menyapa kita. Masih ngibrit?

Pastinya nggak dong. Lantaran bukan penampakan makhluk halus yang ada di depan mata. Tapi teknologi manusia hologram yang menakjubkan. Gimana nggak, manusia hologram yang bertugas sebagai petugas bandara di Paris Prancis ini akan melayani semua pengunjung dengan ramah. Bandara Orly, demikian nama bandara tersebut yang tengah melakukan proyek percobaan mengganti para petugas pintu gerbang bandara dengan proyeksi holograph yang tampak seperti manusia asli.

Manusia hologram akan mengerjakan tugas petugas bandara, yakni menyambut calon penumpang dan memberitahukan informasi tentang status penerbangan. Proyeksi ini yang ditampilkan akan menghadirkan manusia hologram yang berperilaku, memiliki gerak gerik dan suara yang sama dengan manusia sungguhan.

 

Asal Muasal Hologram

Pada tahun 1940-an, Dr. Dennis Gabor, seorang fisikawan Hongaria, menemukan teknik holografi. Berkat penemuannya tersebut, ia dianugerahi penghargaan Nobel pada tahun 1971. Hasil temuaannya menjadikan ia sebagai perintis, bapak, dan sekaligus pencipta holografi. Sayangnya, perkembangan bidang ini berjalan lambat hingga tahun 1960-an. Akhirnya, perkembangan holografi mulai bergerak lagi dengan adanya perkembangan teknologi laser.

Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan.

Hologram merupakan jelmaan dari gudang informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah ia mampu menyimpan informasi, yang di dalamnya memuat objek-objek 3 dimensi (3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di foto atau gambar pada umumnya. Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa fotografi. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang.

 

Kehidupan Hologram

Teknologi hologram dengan segudang informasi yang mampu divisualisasikan ke dunia nyata memang sangat membantu kerjaan manusia. Udah nggak ada kendala lagi kalo harus hadir meeting sementara kita lagi terjebak macet atau ada keperluan lain. Seperti yang pernah dilakukan oleh oleh Pangeran Charles saat memberikan ceramah pada sebuah konferensi. Pangeran menghadirinya dengan menggunakan teknologi 3D Hologram. Visualisasi benda atau manusia yang dihadirkan teknologi hologram pun dalam bentuk 3D, sehingga terlihat nyata.

Gokilnya, Seorang miliarder muda Rusia mengungkapkan rencana kontroversial untuk membuat kehidupan ‘avatar‘ menjadi kenyataan, dan dia menyatakan akan meng-unggah otaknya menjadi hologram dan memperoleh keabadian pada tahun 2045.Dmitry Itskov, 32 tahun, percaya bahwa teknologi akan memungkinkan dia untuk hidup selamanya dalam tubuhhologram.

Yayasan yang didirikan Itskov telah merencanakan waktu untuk merubah seluruh manusia menjadi hologram, dan dia mengklaim bahwa siap untuk mengunggah otak ke dalam komputer pada tahun 2015.

Cara kerja dari proyek penelitian ini adalah dengan menciptakan robot yang dapat menggantikan tubuh fisik kita dan menyimpan kepribadian kita pada otak buatan. Tim Itskov ini berharap, ketika tahun 2020 tiba, mereka telah dapat menciptakan robot humanoid yang dapat dikendalikan dengan otak manusia. Sedang pada 2025, tim ini berencana akan mentransplantasikan otak manusia menjadi seperti robot. Setelah semuanya berjalan sesuai rencana, Tim ini percaya bahwa di tahun berikutnya avatar atau robot yang telah transplantasi otak akan berjalan layaknya manusia.

Itskov berkata :“Kami percaya bahwa adalah mungkin dan perlu untuk menghilangkan penuaan dan bahkan kematian. Manusia dalam bentuk baru (hologram) akan mendapatkan sejumlah kemampuan besar dan akan mampu menahan kondisi eksternal yang ekstrim dengan mudah, misalnya tekanan, kekurangan oksigen, suhu tinggi, radiasi, dan lainnya.”

Itskov membayangkan pembedahan ‘tanam’ kesadaran manusia ke dalam tubuh robot bisa diterapkan dalam waktu 10 tahun ke depan. Dia juga berharap untuk bisa mengupload pikiran manusia tanpa menjalani proses operasi.

Driser, kalo teknologi nggak dibarengi dengan keimanan emang kaya si Its kov itu kelakuannya. Bisa dipake untuk menyalahi kodrat. Pengen hidup abadi dalam bentuk manusia hologram. Kehidupan di dunia maya menjadi tempat pelarian saat di dunia nyata hadapi masalah. Buat kita, kecanggihan teknologi hologram sebatas alat bantu aja. Nggak lebih. Bukan kehidupan abadi yang kita cari, tapi ridho illahi. Udah, gitu aja. [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44