MEMPERCANTIK DIRI DENGAN RASA MALU BY EMALIA NORA | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Share Your Mind >> MEMPERCANTIK DIRI DENGAN RASA MALU BY EMALIA NORA
MEMPERCANTIK DIRI DENGAN RASA MALU BY EMALIA NORA

MEMPERCANTIK DIRI DENGAN RASA MALU BY EMALIA NORA




Majalahdrise.com – Malu adalah salah satu sifat manusia yang akan membentengi dirinya sehingga menjauhi perbuatan ter cela. Dengan adanya rasa malu membuat seseorang akan berusaha menjaga setiap perkataan dan perbuatannya sehingga tidak merusak harga dirinya. Sifat malu sangat dianjurkan dalam agama kita. Rasulullah bersabda,

“Iman ada enam puluh cabang dan rasa malu merupakan sebuah cabang keimanan.” (H.R. Al- Bukhari).

Sebagian dari kita beranggapan rasa malu merupakan hal negatif. Sebagian dari kita beranggapan rasa malu merupakan sebuah kelemahan. Sebenarnya hal tersebut adalah anggapan yang salah. Rasa malu sebenarnya meupakan keberanian hati dalam mengontrol diri kita sehingga jauh dari perbuatan maksiat. Orang yang memiliki sifat malu, pasti dia orang yang jujur. Karena dia malu untuk melakukan kebohongan walaupun orang lain tidak tahu. Orang yang memiliki sifat malu pasti menjaga sopan santunnya dalam berkata dan berbuat.

Dia tidak ingin perkataan dan perbuatannya akan merendahkannya secara tidak langsung. Seseorang yang memiliki rasa malu pasti selalu berusaha menjaga amanah yang diberikan kepadanya dan dapat dipercaya. Dia tidak ingin menghilangkan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Termasuk amanah bagi perempua n dalam menjaga dirinya. Begitu juga dengan pemimpin, dia akan berusaha menjaga amanah yang diberikan masyarakat kepadanya. Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Allah Swt apabila hendak membinasakan seorang hamba maka Dia mencabut darinya rasa malu. Apabila telah dicabut rasa malu darinya maka engkau tidak mendapatkannya melainkan sebagai orang yang sangat dibenci. Apabila engkau tidak mendapatanya melainkan sebagai orang yang sangat benci maka dicabut darinya sifat amanah. Apabila telah tercabut darinya sifat amanah maka engkau tidak mendapatinya melainkan sebagai orang yang berkhianat dan terkenal sebagai pengkhianat. Apabila engkau tidak mendapatkannya melainkan ebagai orang berkhinat atau terkenal sebagai pengkhianat maka divabut darinya sifat belas kasih. Apabila telah tercabut darinya sifat belas kasih maka engkau tidak mendapatinya melainkan sebagai orang yang diajuhkan dari rahmat dan terlaknat. Apabila engkau tidak mendapatinya melainkan sebagai orang yang dijaukahkn dari rahmat dan terlaknatmaka tercabut darinya ikatan islam.” (HR. Ibnu Majan dan didaifkan oleh As-suyuti).

Dari hadis tersebut dapat kita simpulkan betapa meruginya orang yang kehilangan rasa malu. Dia akan kehilangan budi pekertinya. Sehingga dia lebih sering terjerumus kepada maksiat. Seseorang yang memiliki rasa malu akan lebih kuat untuk selalu berada dalam kebenaran. Dia tidak akan takut akan hinaan dan cacian yang akan diperolehnya. Dia lebih berani mengutarakan dan membela kebenaran ketimbang harus melakukan kebohongan. Rasa malu yang terbesar adalah rasa malu terhadap Tuhan. Dengan adanya rasa malu terhadap Tuhan, seseorang akan selalu berusaha melindungi dirinya dari perbuatan maksiat walapun tidak dilihat orang lain.

Dia malu perbuatannya tersebut kepada Tuhan, sehingga dia senang tiasa menjaga perkataan dan perbuatannya. Rasulullah bersabda,

“Aku berwasiat kepadamu agar merasa malu kepada Allah sebagaimana engkau merasa malu kepada orang saleh diantara kamu.” (H.R. Tabrani dan Al- Baihaqi).

Rasa malu kedua yang peling penting adalah rasa malu terhadap diri sendiri. Sseeorang yang memiliki rasa malu terhadap diri sendiri juga akan selalu berusaha menjaga dirinya dari perbuatan tercela. Dia malu akan mengotori dirinya yang akan merugikan dirinya sendiri. Rasulullah bersabda,

“Apa yang Engkau tidak sukai untuk dilihat manusia dari dirimu maka janganlah engkau lakukan apabila sedang sendirian.” (H.R. Ibnu dari Usamah bin Syarik dan dihasanahkan oleh l- Albani).

Rasa malu selanjutnya adalah malu terhadap sesama manusia. Dengan adanya rasa malu akan membentengi kita untuk tidak melakukan kesalahan sesame manusia. Dengan adanya rasa malu akan mendorong kita untuk menolong saudara kita yang membutuhkan bantuan. Selain itu dengan adanya rasa malu seorang pemimpin tidak akan menyia- nyiakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Rasa malu terhadap Tuhan akan mendorong kita untuk memiliki sifat malu terhadap sesama. Secara tidak langsung, rasa malu akan memperbaiki kepribadian kita sehingga lebih disukai sesama manusia. Rasulullah bersabda,

“Barang siapa yang tidak malu kepada Allah maka ia tidak malu kepada manusia.” (H.R. Tabrani).

Rasa malu sangatlah berharga. Sangat merugi bagi kita yang kehilangan rasa malu. seseorang yang kehilangan rasa malu akan dengan mudah melakukan kesalahan. Sabda Rasulullah,

“Sesungguhnya yang pertama kali yang diangkatkan dari umat ini adalah rasa malu dan amanah, maka mohonlah keduanya kepada Allah.” (H.R. Al- Baihagi).

Sebenarnya sifat malu adalah fitrah bagi manusia. Namun kita harus bisa memelihara sifat malu yang kita punya dan berusaha lebih mengembangkannya. Kita harus berusaha agar jangan sampai sifat malu tersebut hilang dari kita. Janganlah kita sampai merugi akibat kehilangan sifat malu tersebut. Kita harus berusaha agar sifat malu kita harus terjaga dan lebih kuat agar kita selalu berada pada jalan-Nya.[]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 53




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ten + 18 =