Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, saya orang yang SHOPAHOLIC atau gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon. Gimana cara menghilangkan kebiasaan ini? (Vina, Medan)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Vina yang baik,

drise-online.com – Aktivitas belanja terkadang memang menjadi aktivitas menarik bagi para remaja. Terutama remaja putri. tapi kalau SHOPAHOLIC nanti dulu. Akan tetapi ada satu hal terkait aktivitas belanja yang perlu Adik waspadai. Yakni, ketika hati terlalu senang mendatangi berbagai pusat perbelanjaan, sampai taraf yang berlebihan. Menjadikan belanja sebagai hobi, hingga Adik keranjingan sekali untuk menjejakkan kaki di pasar, mall-mall, supermarket dan berbagai pusat perbelanjaan. Bisa jadi, walau masih dalam taraf rendah sekalipun, Adik sedang terjangkiti penyakit ‘kecanduan belanja’ (shopaholic). Sehingga, dorongan untuk membeli barang-barang yang memikat hati tak lagi mampu dibendung, apalagi ada bonus Hingga uangpun akhirnya tidak mampu diatur. Na’udzubillah.

Dik Vina yang baik,

Seorang pecandu belanja atau SHOPAHOLIC jelas sekali ia terjebak ke dalam sikap boros yang dilarang oleh agama. Allah Ta’ala berfirman “…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’ [17] : 26-27). Rasulullah mengingatkan “Bagian wilayah negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian wilayah negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim).

Dik Vina yang baik,

Hal pertama yang harus ada pada diri Adik untuk meninggalkan kebiasaan belanja atau SHOPAHOLIC adalah milikilah niat kuat untuk menghilangkannya. Selanjutnya lakukan hal-hal berikut; (1) Hindari sering belanja beramai-ramai. Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi “mengompori” atau belanja saja sendiri; (2) Jangan menjadikan pergi ke mal sebagai cara refreshing. Cari cara refreshing lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dengan berkebun, memasak bersama atau menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan TV; (3) Berbelanjalah saat Adik memang butuh untuk membelinya, sesuaikan dengan kemampuan juga. Sebelum membeli, periksa apakah Adik memang perlu untuk beli atau tidak. Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli ; (4) Bawa uang tunai seperlunya saat ke mal. Jika punya kartu debet, simpan di rumah: (5) Berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar agar berbelanja jadi terfokus, serta tidak perlu cemas bila Adik tidak membeli barang yang disukai, yang kebetulan ada diskon.

Ini Dik Vina, beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari hobi belanja berlebihan. Semoga berhasil…[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36