Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbk, sy orang yang cuek banget. Teman satu kamar sy, sejak dua minggu lalu punya pacar baru dan sering ngobrol berjam-jam via tlp dan sy diam saja. Sy berpikir yang penting bukan sy yang melakukan dosa dan sy juga takut untuk menegurnya. Gimana menghilangkan sikap cuek sy? (Rosa, Srby)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Rosa, yang baik Seseorang yang cuek berarti ia bersikap individualis, kurang peduli, masa bodoh, egois dan tidak peka. Jika sudah cuek alias tidak peduli, hidup yang ia jalani hanya untuk urusan kesenangan pribadinya sendiri. Urusan yang lain tidak akan dipikirkannya. Enjoy dengan urusan dirinya, dan tidak peduli dengan masalah sahabat, tetangga dan orang-orang di sekelilingnya, termasuk tidak peduli dengan permasalahan yang terjadi pada kaum muslimin umumnya. Saat ini, banyak orang yang berpikiran demikian, sehingga orang yang melakukan tindakan melanggar syariat Allah SWT mendapatkan angin segar, dan mengakibatkan timbul banyak kerusakan di tengah masyarakat.

Dik Rosa yang baik, Manusia sebagai makhluk sosial, hidup bersama orang lain. Islam mengajarkan setiap orang peduli dengan orang lain, termasuk peduli dengan permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Jika kita menyaksikan perbuatan dosa, dan kita diam saja, tidak mengingkari perbuatan dosa tersebut dan tidak memberikan nasehat, maka Allah SWT akan mencatat kita sebagai bagian pelaku maksiat. Keburukan akibat kemaksiatan, tidak hanya menimpa pelakunya saja tetapi juga bagi orang yang diam ketika menyaksikan kemaksiatan tersebut. Amar ma’ruf nahi munkar (dakwah) merupakan karakter orang-orang yang beriman. Jika kita melihat ada yang melanggar perintah Allah dan tidak mencegahnya, maka Allah SWT akan meratakan siksaan kepada semua Mengubah Sikap Cuek orang disebabkan perbuatan dosa tersebut, bahkan, do’a kita tidak akan dikabulkan.

“Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian memiliki dua pilihan, yaitu benar-benar memerintahkan berbuat ma’ruf dan melarang berbuat munkar, ataukah Allah akan mendatangkan siksa dari sisi-Nya yang akan menimpa kalian. Kemudian setelah itu kalian berdoa, maka doa itu tidak akan dikabulkan (HR. Tirmidzi).

Dik Rosa yang baik, Sahabat yang baik adalah seseorang yang selalu mengharapkan kebaikan bagi sahabatnya. Ia tidak ridha jika sahabatnya melakukan aktivitas yang dimurkai Allah SWT. Ia akan mengingatkan sahabatnya di saat sahabatnya lupa dan berkubang dengan kemaksiatan. Ia akan saling menguatkan dalam ketaatan. Sebaik-baik sahabat dan saudara seakidah adalah yang mengajak pada ketaatan. Dan perkataan terbaik adalah ajakan kepada kebaikan.

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang muslim” (QS. Fushilat:33).

Jangan khawatir dengan respon negatif ketika kita menyampaikan kebenaran, insyaAllah pahala dan kasih sayang Allah SWT pada kita lebih berharga daripada dunia dan seisinya.

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 54