Mengenal dunia penerbitan | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> Mengenal dunia penerbitan
Mengenal dunia penerbitan

Mengenal dunia penerbitan




Majalahdrise.com – sesungguhnya, seorang penulis baru diakui eksistensinya sebagai penulis kalau dia sudah menghasilkan karya, tapi bukan sekadar karya kayak nulis di mabok (majalah tembok maksudnya), di buletin sekolah, nulis di blog, medsos atau di situs pribadi, tapi memang karya yang dipublish di media nasional atau lebih kerennya nerbitin buku! Jadi, rasanya gak seru banget ngaku penulis tapi kagak pernah nerbitin buku! Nah, kalo dah ngomongin nerbitin buku, kamu kudu tau daleman penerbitan dunk?! Sebelumnya, kamu mesti paham dulu ya perbedaan penerbitan dengan percetakan.

Biar nggak salah kamar. Secara sederhana, penerbit adalah pihak yang bertanggungjawab mengelola naskah dari penulis menjadi produk buku yang layak baca dan layak jual. Sedangkan percetakan sekadar mencetak produk saja, bisa buku, buletin, newspaper, tabloid, koran, majalah, etc! Jadi, penerbitan belum tentu percetakan. Gitu juga sebaliknya. Tapi dalam urusan penerbitan buku, dua pihak ini berkaitan. So, buat kamu yang naskahnya udah masuk penerbit tapi belum turun cetak, sabar aja ya. Prosesnya lumayan panjang. Penerbitan buku sebenernya bukan sesuatu yang ribet, bahkan untuk bikin sebuah penerbitan pun, kagak susah-susah banget. Mo contoh?

Kamu tahu penerbit Mizan yang diarsiteki sama Haidar Bagir al- Habsyi itu, kan? Wong Solo berdarah Arab Hadromi itu ngaku modal awalnya ga lebih dari 20 juta! Itupun dia minjem duit dari omnya, Abdillah Toha Assegaf, seorang politisi PAN. Pada saat awal nerbitin buku, Mas Haidar sendiri yang nerjemahin, ngelayout, ngedesain cover, bikin film dan platnya, nyetak ke percetakan sampe masarin buku ke berbagai kios dan toko buku… Kini, nama Mizan sudah diakui secara nasional bahkan go internasional. Buku-buku terbitannya menjanjikan mutu dan kualitas, baik pengelolaan redaksional, maupun pengemasan tampilan. Keren! Contoh lainnya, ada grup nasyid Izzatul Islam yang ngetop taon 2000an.

Nah, grup nasyid yang lahir dari komunitas anak-anak rohis F.MIPA Universitas Indonesia Jakarta itu selain bernasyid, mereka juga nerbitin buletin jum’at al-Izzah. Saking kreatifnya mereka, buletin ini pun berkembang menjadi sebuah majalah islam bulanan yang popularitasnya menyaingi majalah Sabili dan Sahid yang sudah mapan. Kini, mereka bergerak pula dalam penerbitan buku. Top, deh! Ada contoh lain juga yang ga kalah keren, lho?! Tau Al-Azhar Press, kan? Penerbit yang digawangi sama Rosyid Aziz itu awalnya cuma nerbitin buku mungil potokopian dan hanya beredar di kalangan terbatas. Setelah Kang Rosyid punya modal lebih, dia pun menerbitkan buku-buku mungilnya pake jasa percetakan. Setelah pasar menyerap buku-buku mungilnya secara antusias. Kang Rosyid pun mulai berani nerbitin buku-buku dengan ukuran dan ketebalan lebih besar dan tebal.

Bahkan, dengan pengemasan lux, full colour dan hard cover. Kini, Penerbit Al-Azhar yang awalnya bergerilya dari lapak ke lapak telah memiliki kantor penerbitan dengan show room sendiri di Kota Bogor. Congrat’s, deh! Nah, sudah clear kan, bahwa yang namanya penerbitan buku itu bukanlah percetakan buku karena beda jenis kerja sekaligus beda pula kreativitas kinerjanya. insya Allah, di edisi berikutnya kita mo ngebahas soal daleman penerbitan, ya, biar kamu semua-mua pada ngerti gimana proses penerbitan sebuah buku, mulai dari naskah mentah hingga jadi sebuah buku! Bahkan, kita bisa ngebahas soal self publishing ataupun penerbit indie yang biasa dikelola oleh para penulis idealis, ideologis dan profesional. Pokoknya, tungguin aja, D’Riser

di muat di majalah remaja islam drise edisi 53




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one + one =