dunia sosial media makin rame  dengan kehadiran instagram.  DSetelah facebook bisa berbagi  status, twitter berbagi kicauan, youtube  berbagi video, instagram hadir dengan  spesialisasi berbagi foto. Menurut  wikipedia, Instagram adalah sebuah  aplikasi berbagi foto yang memungkinkan  pengguna mengambil foto, menerapkan  filter digital, dan membagikannya ke  berbagai layanan jejaring sosial, termasuk  milik Instagram sendiri.

Satu fitur yang  unik di Instagram adalah memotong foto  menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat  seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan  Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio  aspek 4:3 yang umum digunakan oleh  kamera pada peralatan bergerak. Adalah Burbn, Inc.  yang pertama  kali mencetuskan cikal bakal instagram.  Berdiri pada tahun 2010 perusahaan  Burbn, Inc., merupakan sebuah teknologi  startup yang hanya berfokus kepada  pengembangan aplikasi untuk ponsel.  Kedua CEO-nya, Kevin Systrom dan juga  Mike Krieger membuat sebuah versi  pertama dari Burbn yang memfokuskan  pada bagian foto, komentar, dan juga  kemampuan untuk menyukai sebuah foto.  Itulah yang akhirnya menjadi Instagram.  

Nama instagram sendiri berasal  dari pengertian secara keseluruhan fungsi  aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata  “instan”, seperti kamera polaroid yang  pada masanya lebih dikenal dengan  sebutan “foto instan”. Instagram juga  dapat menampilkan foto-foto secara  instan, seperti polaroid di dalam  tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram”  berasal dari kata “telegram”, dimana cara  kerja telegram sendiri adalah untuk  mengirimkan informasi kepada orang lain  dengan cepat. Sama halnya dengan  Instagram yang dapat mengunggah foto  dengan menggunakan jaringan internet,  sehingga informasi yang ingin disampaikan  dapat diterima dengan cepat.

Oleh karena  itulah Instagram berasal dari instan-telegram. Kecepatan instagram dalam  mengunggah foto emang top markotop. Di  Instagram, orang bisa dengan sangat  gampang, hanya 6 langkah, untuk meng-upload sebuah foto beserta filter-filternya.  Bandingkan dengan di Facebook yang  perlu 10 langkah untuk meng-upload foto,  itu tanpa ada langkah penambahan filter  dan editing di foto.

Inilah salah satu alasan  Mike Zuckenberg mengambil alih  Instagram pada tanggal 9 April 2012 dalam  bentuk tunai dan saham senilai hampir $1  miliar (setara dengan 9 triliun rupiah)!

Berikut beberapa fitur Instagram yang  sukses menggoda para sosmedia mania  untuk mencobanya.  

  • Pengikut Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi mengikuti akun pengguna lainnya, atau memiliki  pengikut Instagram. Gak jauh beda  dengan twitter.  
  • Kamera Penggunaan kamera melalui Instagram dapat langsung menggunakan efek-efek yang ada,  untuk mengatur pewarnaan dari foto  yang dikehendaki oleh sang  pengguna.   
  • Efek Foto Instagram memiliki 16 efek-efek yang dapat digunakan oleh para pengguna pada saat mereka hendak menyunting  sebuah foto.  
  • Arroba Seperti Twitter dan juga Facebook, Instagram juga memiliki fitur yang dimana para penggunanya dapat  menyinggung (mention) pengguna  lain dengan manambahkan tanda  arroba (@) dan memasukkan akun  Instagram dari pengguna tersebut.  
  • Geotagging Dengan geotagging, para penguna dapat terdeteksi dimana mereka telah mengambil foto tersebut atau dimana  foto tersebut telah diunggah.
  • Menandai Foto Dengan Bendera Menandai foto dengan sebuah bendera bila sebuah foto mengandung unsur pornografi,  ancaman, foto curian atau peniruan.  

Driser, buat kamu yang doyan jeprat-jepret, instagram cocok jadi wadah  eskpresi hasil jepretanmu. Silahkan coba  dan eksplorasi kelebihannya. Tapi ingat ya,  pengunaan instagram sebagai media sosial  harus bisa ngasih kita nilai tambah dan  nilai dakwah. Yuk, kita genggam  instagram![341]

SISI GELAP INSTAGRAM

nstagram yang (awalnya) dipercaya aman ternyata menyimpan bahaya mengintai. Menurut penulusuran Huffington Post, aplikasi ini banyak Imenghadirkan foto dewasa. Dan inilah kenapa, situs berita terkemuka ini menyebutnya sebagai sisi gelap Instagram.Bayangkan tidak kurang dari 2 juta lebih foto menjurus porno melenggang di Instagram. Bahkan beberapa di antaranya dengan terang-terangan menampilkan bagian seksual wanita dengan posisi provokatif tanpa disensor.

Terri Senft, salah seorang profesor spesialis global media dari New York University menyebut ini sebagai fenomena dari jejaring sosial di internet. “Instagram telah berpindah dari teori ‘niche thing’ menuju sesuatu yang orang dengar. Maksudnya itu adalah critical mass. Dan kebanyakan critical mass itu mengeploitasi seks,” ujarnya, yang dilansir dari Daily Mail, Senin (3/9/2012).

Instagram bukannya tidak bereaksi, tapi dengan hanya 15 karyawan — karena Instagram adalah salah satu start up yang baru akan berekspansi — apakah mampu menghadang 2 juta lebih foto berbau seksual yang beredar? So, hati-hati ya. Sering-sering deh ngasih bendera kalo ada foto yang menyalahi aturan instagram.[]