Assalamu’alaikum Warohmatullah… Saya mau tanya bila pikiran dan hati  telah dipenuhi oleh kehidupan dunia,  sehingga waktupun tersita untuk itu,  dan untuk ibadah terasa susah, merasa  tidak khusyuk, jadi seakan marah pada  diri senndiri. Bagaimanakah cara Kita  untuk menanggulangi akan hal ini?  (Ikhwan AMZ, Majalengka)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik AMZ yang dirahmati Allah SWT,   

Ketika pikiran dan hati seseorang  dipenuhi keinginan duniawi, ia akan  mengejar dunia dan menjadikannya  segala-galanya. Kesibukan dunia akan  melenakannya hingga ia melupakan  ibadah, terasa susah dan berat untuk  beribadah, bahkan bisa jadi tidak  khusyuk. Padahal dunia tempat  persinggahan sementara dalam  menempuh perjalanan menuju  kehidupan sebenarnya (akhirat). Allah  SWT telah mengingatkan manusia  bahwa sesungguhnya kehidupan dunia  ini hanyalah permainan dan suatu yang  melalaikan. Kehidupan dunia ini tidak  lain hanyalah kesenangan yang menipu.  Dik AMZ yang dirahmati Allah SWT,  Kita sebagai seorang muslim  seharusnya mampu memposisikan  dunia sebagai ladang akhirat.  

Memanfaatkan waktu hidup di dunia untuk  mempersiapkan bekal menuju akhirat. Bukan  sebaliknya, kita dikendalikan oleh dunia hingga  melupakan akhirat. Akan tetapi seorang  muslim yang baik bukanlah seseorang yang  tidak pernah melakukan kesalahan. Seorang  muslim yang baik adalah seseorang yang  ketika melakukan kelalaian atau kesalahan ia  segera ingat kepada Allah SWT, beristighfar  dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.  Dik AMZ yang dirahmati Allah SWT,

Ada beberapa langkah yang bisa kita  lakukan agar pikiran dan hati kita tidak  dikuasai oleh keinginan dunia. Pertama,  renungilah  kembali makna hakiki kehidupan  kita. Allah SWT menciptakan kita untuk  beribadah kepada Allah SWT “Tidaklah Ku  ciptakan jin dan manusia kecuali untuk  beribadah kepadaKu “ (QS 51: 56). Kedua,  banyak beristighfar kepada Allah SWT.

Kita  memohon ampunan atas kelalaian selama ini,  yang menjadikan berat untuk beribadah dan  tidak bisa khusyuk. “Berbahagialah bagi orang  yang di dalam catatan amal mereka  menemukan istighfar yang banyak” (Al  Hadist). Ketiga, berusahalah lebih baik dari  sebelumnya dengan bersegera dalam  melakukan kebaikan. Seseorang yang  beruntung adalah seseorang yang tiap detik  harinya lebih baik dari sebelumnya. Dik AMZ beberapa hal tersebut bisa  coba dilakukan, semoga Allah SWT  memudahkan. Allahumma amiin… []