Majalahdrise.com – Salam jumpa lagi D’Riser, semoga tetap semangat dalam menulis kreatif, ya? Oke, deh, dalam kesempatan kali ini, kita monyinggung soal mitos-mitos penulis yang berimbas pada mental kamu-kamu hingga bikin semangat menulismu menguap begitu aja. Bahkan, para penulis senior bilang, mitos penulis inilah yang disebut sebagai mental blok yang katanya bisa membuat kamu emoh jadi penulis. Ok, deh, kita jabanin satu persatu, ya?

Pertama, penulis itu kerjaan yang gak menjanjikan!

Hus! Kata sapa, tuh? Kaloceloteh orang males, gada kerjaan alias pengangguran, kita masih bisa maklum. Tapi, kalo itu masih ada dalam benak para pembaca D’Rise, buang jauh-jauh ya, pikiran ngacokekgitu. Soalnya kata para pakar komunikasi, menulis adalah aktivitas yang membutuhkan high-creativity karena menulis memiliki tingkat aktivitas lebih daripada sekadar mendengar, membaca ataupun bicara. Ringkasnya, menulis adalah olah keterampilan yang tidak semua orang dapat menguasainya dengan baik. Catet, tuh!

Nah, kalo masih ada yang berceloteh, penulis itu kerjaan yang gak menjanjikan, bisa dipastikan orang kekginigak suka baca, gak berwawasan, gak gaul, bahkan pemalas dan pengangguran. Fakta empiris membuktikan bahwa menulis adalah pekerjaan yang menjanjikan secara finansial, juga sosial. Contohnya, kini tengah menjamur komunitas kepenulisan di tanah air, trus training-training kepenulisan juga tengah mewabah di negeri ini. Bahkan, sejumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta mulai bergiat membuka program studi ataupun jurusan yang fokus dalam aktivitas menulis ini. Apalagi untuk menakar intelektualitas pelajar ataupun kecendikiaan para mahasiswa sebagai tanda kelulusannya, mereka diuji dengan membuat karya tulis, berupa paper, literatur, skripsi, tesis ataupun disertasi. Termasuk untuk mendapatkan gelar doktor honoris causa (Dr.Hc.) dan pengukuhan professor (Prof.) juga diuji dengan karya ilmiah. Hayo, masih mau mendebat, kalo nulis itu kerjaan yang gak menjanjikan?

Kedua, penulis tuh idupnyasenen-kemis alias melarat!

Walah… itu mah, celoteh ngawur alias tudingan ngasal. Coba aja kamu liat orang-orang beken di jagat kepenulisan, kek JK.Rowling yang kini pundi-pundi poundsterlingnya diperkirakan melampaui kekayaan ratunya sendiri, Elizabeth II dari monarki Inggris. Ato ada fakta yang lebih mencengangkan lagi sekaligus sadis abis, Adolf Hitler yang nulis otobiografiny

MITOS PENULIS ngeblok mental blok para pemula - MAJALAHDRISE.COM

a plus ideologi politiknya dalam Mein Kampf. Hasil penjualan bukunya itu gak sekadar mampu menghidupinya tapi juga menghidupi mesin politiknya, Die Nationalsozialistische Partei alias Nazi. Bahkan, hingga kini dalam sejarah dunia, Mein Kampf tercatat sebagai buku terlaris sepanjang masa, mengalahkan angka penjualan Bible dan al-Qur’an sekalipun! Padahal, buku itu sudah diharamkan terbit semenjak Nazi Jerman takluk oleh sekutu dalam Perang Dunia IItaon 1945.

Kalo di negeri Si Komo ini, tercatat nama-nama kek Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Habiburrahman el-Shirazy sampai Raditya Dika yang karya-karya kreatifnya gak hanya nampang di etalase toko buku, tapi sudah merambah ke layar kaca dan layar lebar. Soal keuntungan materinya jangan ditanya, dah!Mereka ngaku dari menulis saja, mereka dapat melanjutkan studi, umrah, naik haji, beli mobil baru, rumah baru, hingga keliling dunia! Wah… bikin kamu ngiler, kan?

Ketiga, penulis tuh tukang ngarang bin tukang ngedongeng!

Hehehe… benergak, seh, tudingan miring ini pantas dialamatkan kepada penulis? Kita bikin ilustrasi saja, ya… kalo kamu-kamu dikenal sebagai anak yang suka ngelesato mengada-ngada, pasti kamu sering denger kawan bicaramu ngomel, ”Jangan ngarang, lu?!”ato, ”Lu, ngedongeng lagi, ya?!”.

Nah, ngarangtuh terkesan diada-adakan atau asal nyablakalias gak ada faktanya. Ngedongeng juga sebelas-dua belas kekgitu. Halah, kalokamu masihkekgini, harus masuk ruangan uji kejujuran plus antikebohongan di ruang penyidikan kriminal, tuh! Truskalo ada yang ngaku sebagai penulis, wah keknya harus dijebloskan ke ruang UGD ato ICU, dah!

Seorang penulis yang baik, dia dituntut untuk dapat meyakinkan para pembacanya bahwa informasi yang diberitakannya adalah kebenaran, menginspirasi kebaikan dan kebahagiaan. Jadi fakta, data dan berita yang diungkapkannya didasarkan pada kenyataan yang dapat diindera dan dirasa. Kalogak dapat memenuhi kedua hal itu, wah… bisa-bisa kita terjebak dengan khurafat (cerita-cerita dusta) dan takhayul (khayalan kek dongengan), tuh!

Trus, kalo kamu berdalih penulis fiksi juga tukang ngarang gimanadunk? Nah, pasti deh, Si Penulis Fiksi bakal meradang abis dituding gitu…. Ntar di edisi D’Rise y.a.d, kita bahas khusus tentang menulis fiksi, ya? Sekaligus membahas mitos keempat yang menyatakan bahwa penulis tuh tukang ngibul bin tukang bo’ong alias suka ngadalin para pembacanya! Yang pasti mah, kalo diungkap semua-muadi edisi ini, ntareditor dan layouter D’Rise ngomel-ngomel ke saya karena space naskah rubrik writepreneur ini kepanjangan…. So, cegat di edisi D’Rise brikutnya, ya….yuk![]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #41