MajalahDrise.com – Segudang prestasi pernah diraihnya. Mulai dari juara lomba penulisan Essay tingkat Propinsi hingga lomba Karya Ilmiah tingkat nasional. Hobynya dalam berorganisasi mencatatkan namanya dalam berbagai kepengurusan di sekolahnya. Bahkan sempat mengantarkanya untuk ikut studi kepemimpinan di negeri kanguru. Dicky, begitu ia biasa disapa. Salah satu siswa berprestasi yang duduk di bangku SMA Islam Terpadu Insantama Bogor. Kang Isa dari Drise, berkesempatan ngobrol dengan doi seputar kondisi pelajar saat ini. Kita simak yuk!

Biasanya setelah UN banyak remaja yang pawai dan corat-coret baju seragamnya. Komentar Dicky?

Wah, kalau ditanya tentang kondisi  remaja saat ini, jelas kita semua akan menjawab tanpa ragu bahwa remaja sedang sakit kronis, kacau balau, dan gak punya arah.Banyak dari saudara-saudara kita yang identitasnya gak jelas karena mudah terbawa arus yang dicekokan oleh peradaban sekuler ini. Gambarannyaseperti kertas dengan mudah terbawa angin. Hanya dengan dasar tak mau dibilang cupu(gak gaul) atau dibilang kuper mereka mengejar semua hal yang membuat eksis. Kalaulagi nge-trend boyband, kerjaanya koleksi lagu/poster boyband. Kalaulagi nge-trend BB (blackbarry), dengan susah payah minta orangtua untuk membelikan BB. Pastrend ganti jadi android, semua remaja berbondong-bondong beli android. Bahkanbatu akik! Yang kalau dulu cuma bapak-bapak, sekarang remaja juga ikut-ikutan, karena lagi nge-trend dan itu semua akan terus berlanjut karena mereka gak punya arah.

Oke, buat sebagian orang contoh tadi memang masih simpel dan cuma kasus sehari-hari. Tapisayangnya kehilangan arah ini menyebabkan dampak yang lebih besar dari sekedar remaja mengejar ‘trend’ yang akhirnya bisa kita katakan remaja sedang sakit kronis. Gimana enggak, ada berapa puluh remaja yang meninggal berkaitan aksi geng motor? Beraparatus remaja yang meninggal karena melakukan tawuran? Beraparatus ribu remaja yang melakukan aborsi akibat seks bebas? Berapajuta remaja yang hidupnya berantakan akibat menggunakan narkoba? Berapabelas juta yang merusak otaknya dengan menyaksikan video porno? Dan itu semua masih sebagian kecil dari permasalahan remaja. Belumditambah bullying, rokok,penyakit dan lain lain. Makatidak salah kalau remaja dikatakan dalam keadaan sakit dan kacau balau.

Untuk coret-coret baju setelah UN, hal ini sepertinya sudah menjadi tradisi turun-temurun kakak kelas-adik kelas. Daritradisi coret-coret baju dapat dikatakan kalau sebagian dari saudara-saudara kita memiliki sifat hura-hura dan cuek pada sekitar. Danhal itu hasil dari terjebaknya saudara-saudara kita dalam kehidupan masa kini yang telah rusak akibat gaya hidup sekuler. Dan sekali lagi ini adalah akibat dari remaja yang tidak memiliki arah dan pijakan dalam bertindak, tidak memiliki penerang dalam mengarungi gelapnya dunia. Dan akhirya berakhir dengan sifat hura-hura mencoret-coret pakaian.

 Ada kasus pelajar yang ‘pesta seks’ setelah selesai UN. Bagaimana menurut Dicky?

Ya, ini juga sebuah budaya tak beradab yang sudah dijadikan tradisi dengan alasan meluapkan rasa senang setelah menyelesaikan ulangan terakhir dalam pendidikan 12 tahun. Banyakdari saudara-saudara kita akhirnya kelewatan batas. Padahaltanpa memperhatikan apapun, pesta seks adalah budaya yang ‘hewani’. Bahkan jauh-jauh hari Islam sudah mengharamkan dengan tegas zina walau hanya mendekatinya dengan cara pacaran. Lalu dengan ngotot sebagian dari kita (remaja) mengatakan kalau masih bisa menahan diri dalam berpacaran. Ternyata hasilnya, budaya seks bebas ini. Allah swt sudah mengingatkan kita, Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al-Isrâ 17)

 Menurut Dicky, sosok pelajar yang baik itu kaya gimana sih?

Menurut saya teman-teman remaja itu dibagi ke beberapa kelompok. Pertama, kelompok yang telah terjebak dalam kehidupan sekuler yang menjadi pelaku-pelaku bermasalah sebagian besar remaja. Kedua, mereka yang tidak melakukan kerusakan/kebodohan dalam berperilaku tetapi cuek bebek terhadap sekitar, tidak peduli terhadap nasib generasi-generasinya yang sesama dan hanya peduli pada urusan sendiri. Danyang ketiga adalah mereka yang tidak terjebak bahakan malah menjadi remaja yang peduli terhadap sekitar, peduli untuk memperbaiki kerusakan generasinya. Mereka selalu gelisah pada kerusakan yang terjadi pada remaja saat ini. Dan sadar bahwa perbaikannya adalah dengan menghapus kehidupan sekuler dan mengembalikan islam sebagai cahaya kehidupan. Islam sebagai pijakan dan penerang dalam bertindaknya remaja. Dan kelompok ketiga inilah yang menjadi remaja ideal yang seharusnya.

 Bagaimana cara kita memperbaiki kondisi remaja saat ini?

Allah swt berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kamu kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka” (QS. Ar-ra’du: 11). Untuk memperbaiki kondisi remaja saat ini satu-satunya cara adalah dengan membentuk kelompok remaja yang ketiga tadi. Dengan begitu akan banyak agen-agen remaja yang peduli untuk memperbaiki sesama remaja, makin banyak yang peduli, maka akan makin banyak remaja yang terselamatkan. Dan tentu kuncinya adalah mengajak para remaja untuk kembali kepada cahaya dunia yaitu islam. Yang dengan itu mereka akan mendapat penerangan dalam gelapnya dunia. Karena jelas Islam sudah memberikan kunci keselamatan untuk para remaja dalam mengarungi hidupdan dalam mencari jati diri. Sehingga akan lahir kembali kembali generasi seperti para sahabat Ali bin Abi Thalib, Muhammad alFatih, Zaid bin Tabit, Aisyah binti Abu Bakar dll.

 

Saat ini, kehidupan kita lekat dengan aturan kapitalisme. Menurut Dicky, seberapa bsar aturan ini mempengaruhi remaja?

Sangat dalam. Kapitalisme dengan senjata sekularisme sudah berhasil mengacau balau kondisi remaja saat ini melalui food, film, fashion, dan fun. Remaja jadi terpengaruh dengan budaya barat yang membuang-buang umur. Semua lini kehidupan remaja sudah dimasukin berbagai aturan kapitalisme

 

Menurut Dicky, bagaimana Islam memandang remaja dan memperbaiki kondisinya?

Remaja adalah para manusia yang sudah baligh maka sudah terbebani hukum. Artinya, remaja adalah manusia yang perbuatannya sudah terikat dengan hukum Allah. Maka sudah seharusnya kita sebagai remaja selalu memiliki islam dalam bersandar untuk bertindak melakukan aktivitas sehari-hari. Remaja adalah generasi pelanjut generasi sekarang. Bukanhanya agent of change remaja adalah architec of change. Yang seharusnya bukan menjadi beban dalam kehidupan bermasyarakat melainkan pembawa ide pembaharu dan selanjutnya akan jadi leader di tengah masyarakat. Remaja seharusnya pembawa peringatan terhadap masyarakat rusak. Dan satu-satunya cara untuk memperbaiki remaja  agar mau menjadi perubah adalah membentuk remaja kelompok ketiga yang intinya adalah mau untuk melakukan dakwah. Pendakwahyang dapat menjadi dokter dari penyakit kronis, pendakwah yang menjadi penertib kekacau balauan, dan pendakwah yang menjadi penerang bagi yang tak punya arah. Kitabutuh remaja yang mau berdakwah. Obat dari hancurnya remaja adalah remaja itu sendiri!

Driser, semoga oborolan drise dengan Dicky di atas ngasih banyak inspirasi. Bener banget apa yang dikatakan Dicky, obat dari hancurnya remaja adalah remaja itu sendiri. Remaja yang harus berubah. Remaja yang harus berani berbenah cara berpikir dan berperilakunya agar sesuai dengan Islam. Sehingga bisa melahirkan generasi yang peduli dengan lingkungan dan aktif berdakwah. Saat itulah mereka akan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. #YukNgaji, sampai nanti sampai mati!

di muat di Majalah remaja Islam Drise Edisi 47