Majalahdrise.com – Beberapa nabi memiliki mukjizat untuk membuktikan kebenaran kenabiannya. Mukjizat inilah yang nantinya akan ia tunjukkan kepada umatnya. Mukjizat ini akan melemahkan setiap argumentasi yang menyerangnya dan akan mengalahkan semuanya. Karena mukjizat itu asalnya murni dari Allah swt., pastinya akan menakjubkan dan mengguncang banget.

Nabi Musa punya mukjizat membelah Laut Merah, tongkatnya jadi ular, dan tangannya bisa mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan. Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit lepra, bikin orang buta jadi melek lagi, dan bisa bikin burung dari tanah liat berubah jadi burung beneran. Nabi Sulaiman bisa menundukkan jin dan angin, kekayaannya juga luar biasa. Nabi Daud bisa melunakkan besi dan punya kemampuan tempur yang luar biasa. Nabi kita, Rasulullah Muhammad saw., memiliki mukjizat yang bertahan sepanjang zaman, yakni Alquran Karim. Kitab suci kita ini tiada cacat dari berbagai sisi, dan telah mencengangkan banyak orang sejak dulu hingga sekarang.

Salah satu keagungan Islam terletak pada keberadaan Alquran ini. Kitab suci inilah yang membuktikan bahwa Muhammad saw adalah benar-benar utusan Allah yang sah. Lucunya, ternyata pada jaman Rasulullah saw sendiri ada seseorang yang mengaku nabi dan juga mengaku menerima wahyu dari Allah swt., namanya Musailamah.

Musailamah merupakan seorang tokoh Bani Hanifah yang berasal dari Yamamah. Dia dikenal dengan nama Musailamah al Kadzab, karena mengaku sebagai Nabi. Kedudukan Musailamah di Yamamah hampir sama dengan kedudukan Nabi Muhammad Saw di Madinah, yaitu sebagai pemimpin. Hal itu disebabkan kekuasaannya yang besar dengan pengikutnya yang banyak.

Nabi Muhammad saw. menggelari Musailamah sebagai al Kadzab (pembohong). Ada beberapa riwayat yang mengisahkan tentang hal-hal konyol tentang Musailamah si nabi palsu. Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya yang terkenal Bidayah wa Nihayah mengisahkan bahwa Musailamah berusaha meniru-niru nabi Muhammad saw. Dia denger bahwa nabi Muhammad pernah meludah di sebuah sumur dan sumur itu jadi melimpah airnya, maka dia juga meludah di sebuah sumur tapi airnya malah jadi kering total. Pada sumur yang lain, airnya malah jadi asin. Musailamah pernah berwudhu dan air bekas wudhunya disiramkan ke sebuah batang kurma, tahu-tahu pohon kurma itu jadi kering dan mati. Pernah juga datang dua orang anak kecil yang minta diberkati oleh Musailmah, kemudian dia mengusap dahi kedua anak itu. Tak lama kemudian, salah satu anak rambutnya malah jadi rontok semua, sementara anak yang lain lidahnya malah jadi kelu. Ada juga orang yang sakit matanya, kemudian minta diobati. Musailamah kemudian mengusap mata orang itu, eeehhh malah jadi bener-bener buta. Emang biang kerok ni nabi palsu.

Suatu hari Musailamah mengirim surat kepada Nabi Muhammad Saw. Musailamah menyatakan bahwa dirinya juga seorang Nabi. Oleh karena itu, Musailamah usul agar separuh bumi buat dirinya dan separuh yang lain buat kaum Quraisy. Nabi Muhammad Saw kemudian membalas surat Musailamah dengan mengatakan bahwa Nabi Saw sudah paham isi surat tersebut. Nabi Saw memberi penjelasan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah Swt yang akan diwarisi oleh hamba-hamba-Nya yang saleh.

Musailamah dalam ajarannya menekankan asketisme, seperti perintah untuk berpuasa, hidup sederhana, dan larangan terhadap minum minuman keras. Untuk menarik minat pengikutnya, Musailamah hanya mewajibkan shalat 3 x dalam sehari, bukan 5 x. Musailamah dapat menanamkan pengaruhnya yang besar kepada pengikut-pengikutnya. Hal ini terbukti dengan adanya keengganan pengikut-pengikutnya untuk meninggalkan keyakinan yang sudah ditanamkannya. Bahkan dia pun berusaha membuat tandingan Al-Qur’an yang ternyata gagal, karena meski Manusia dan Jin bersatu pun tak bisa membuat tandingan Al-Qur’an walau hanya satu ayat.

Setelah Nabi Muhammad Saw wafat, Musailamah bermaksud melakukan serangan terhadap umat Islam di Madinah. Pada awalnya Musailamah berhasil mengalahkan pasukan Islam di bawah komando ikrimah, bahkan Musailamah berhasil menekan pasukan Islam sampai ke perbatasan utara Yamamah. Akan tetapi, setelah melalui peperangan yang seru, Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan perlawanan Musailamah. Musailamah terbunuh pada perang tersebut. Di pihak kaum muslimin gugur sekitar 700 syuhada dan di antara mereka terdapat sahabat Nabi Muhammad Saw dan para penghafal Al-Quran.

Driser, salah satu keagungan ajaran Islam adalah pedoman Al-Quran yang dibawakan Nabi Muhammad terpelihara keasliannya hingga kini. Jadi ngaco bin ngawur kalo ada oknum yang bilang bisa bikin al-Quran tandingan. Terlebih lagi kalo ngaku-ngaku sebagai nabi juga. Mungkin dia lelah hingga ngigau. Padahal udah jelas, tak ada Nabi lagi setelah Muhammad saw. Makanya kita mesti hati-hati biar nggak kecele dengan nabi palsu yang tiba-tiba nongol dan diberitakan media. Kuatkan akidah. Kenali Islam lebih dalam. #YukNgaji! [Isa, diolah dari berbagai sumber]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47