Majalahdrise.com – Tragis! Itulah yang dialami pengantin baru Deah Shaddy Barakat, 23 tahun, istrinya Yusor Abu-Salha, 21 tahun, dan adiknya Razan Abu-Salha, 19, dari Raleigh. Ketiga korban tersebut, yang semuanya Muslim, ditemukan dalam keadaan tewas pada hari Selasa (10/2) di sebuah kompleks apartemen di luar University of North Carolina – Chapel Hill.

Adalah Craig Stephen Hicks, 46 yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap tiga mahasiwa AS di atas. Polisi masih menyelidiki motifnya, namun masyarakat melihat kebencian Hicks terhadap Islam (islamophobia) yang menjadi pemicu utamanya. Sialnya, media barat bungkam terhadap tragedi penembakan brutal terhadap tiga mahasiswa muslim di Chapel Hill. Berbeda sekali pemberitaan media Barat terhadap peristiwa Charlie Hebdo. Mereka kebakaran jenggot!

Walhasil, tagar #ChapelHillShooting dan #MuslimLivesMatter menduduki trending topik di Twitter sebagai bentuk protes masyarakat. Munculnya tagar ini dijadikan sindiran para netizen atas bungkamnya media-media barat mengenai insiden ini. Penembakan brutal yang dilakukan Craig Stephen Hiks terhadap tiga mahasiswa Muslim Amerika, tentu sangat melukai perasaan masyarakat dunia terlebih umat Muslim. Karena harga jiwa seorang muslim begitu berarti di hadapan Allah. Rasulullah bersabda, “Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang muslim” (HR. Tirmidzi 1395, shahih).

Driser, kalo ada pemimpin yang melindungi umat Islam di seluruh dunia, nggak akan begini ceritanya. Tiga mahasiswa muslim dibunuh, penguasa negeri Islam sama bungkamnya dengan media barat. Disinilah pentingnya kehadiran Khilafah, yang akan menjaga Umat Islam sebagaimana dilakukan oleh Khalifah al-Mu’tashim Billah yang memerangi Romawi karena melecehkan seorang Muslimah. Saatnya kita sama-sama berjuang demi tegaknya khilafah. Karena #MuslimLiveMatter (Hidup Seorang Muslim sangat berarti). Yuk! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 45