Majalahdrise.com – Tahun masehi boleh berganti. Tapi masalah yang dihadapi negeri kita seolah tak pernah mati. Malah makin bertambah setiap hari. Tahun lalu, banyak keluar keputusan pemerintah yang nggak banget. Bukannya bikin rakyat sejahtera dan aman sentausa, malah tambah sengsara tiada tara. Ini nunjjukkin kalo ada yang salah dari tata kelola negara. Sistem sekuler biang keladinya. Padahal katanya udah 65 tahun merdeka, ternyata cuman di atas kertas aja. Kenyataan di lapangan, tak seindah yang dibayangkan. Ini beberapa bukti kalo penjajahan dan liberalisasi di negeri kita makin moncer!

Dalam urusan kesehatan, negara udah angkat tangan. Bukan tanda menyerah. Tapi nggak mau ngurusin rakyatnya. Makanya pemerintah bikin program BPJSSJSN yang sebenernya asuransi yang dipaksakan pada seluruh rakyat. Kita dipaksa setor tiap bulan. Bilangnya untuk menjamin kesehatan. Kalo sakit, bisa cair tuh dana meski gak semuanya. Lah kalo sehat, bias angus tuh upeti. Masih kental dalam ingatan kita musibah kabut asap yang dicuekin oleh pemerintah. Nggak sesigap tangani kasus terorisme. karena dibalik musibah kabut asap itu ada konglomerat dan para kapitalis sawit yang ikut main.

Terakhir, negara kita punya sumber daya alam emas yang berlimpah di papua. Perampokan yang dilakukan freeport harusnya udah abis tahun ini. Eh, bukannya segera diambil alih biar pemerintah yang ngelola, tuh kontrak perampokan malah diperpanjang.

Padahal kalo hasil pengelolaan kekayaan emas masuk kas negara sebagian besar, insya Allah bisa buat bayar utang luar negeri dan sejahterakan rakyatnya. Mantab kan? Gitu deh kejadiannya kalo liberalisasi dan kapitalisasi yang diusung pemerintah jadi landasan buat ngatur rakyatnya. Para pengusaha dilindungi. Sementara rakyatnya dibiarkan mati. Kebangetan!

Tendang sistem sekular, terapkan syariah Islam. Josh! [@hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 53