Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya mau bertanya tentang sikap yg  harus saya lakukan, di sekolah saya  sering menjumpai banyak teman2  saya yg menyontek saat ulangan  berlangsung. Terkadang terlintas  pikiran untk melapor pada guru  namun ada rasa tak tega karna itu  tmn saya namun kdng saya jg  mikirin masa dpn mreka? Menurut  mbk apa yg hrs saya lakukan ?  Mohon bimbingannya syukron. (  Afifah Atthahiroh)

Wa’laikumussalam Wr.Wb  

Dik Afifah yang baik, Menyontek ‘plagiat’ saat ini telah  menjadi budaya siswa yang mengingikan hasil  baik tanpa susah payah belajar. Menyontek  menjadi jalan pintas mendapat nilai ‘pantas’.  

Dalam ujian, fenomena menyontek telah  menjadi kebiasaan. Menyontek pekerjaan  teman yang ia anggap lebih pintar atau  mengerjakan soal dengan jawaban yang  dilihatnya dari catatan yang sudah  dipersiapkan, baik buku-buku atau catatan  kecil lainnya. Sering menyontek telah  direncanakan dan dikoordinir oleh banyak  teman dalam satu kelas, sehingga sulit  diketahui oleh guru atau pengawas.  

Dik Afifah yang baik,  Menyontek adalah tindakan tidak  terpuji. Yang biasa dilakukan oleh seorang  yang malas belajar. Islam memerintahkan  agar kita senantiasa belajar secara optimal  sebagai usaha mendapatkan hasil maksimal  dengan tetap memegang kejujuran. Namun,  saat ini kejujuran menjadi barang langka.  Banyak orang menghalalkan segala cara  untuk mendapatkan apa yang diinginkannya,  termasuk memperoleh nilai. Allah SWT  memerintahkan kita untuk senantiasa  memegang kejujuran. Kejujuran akan  bersama dengan kebaikan dan keduanya akan  ada di surga, dan sebaliknya dusta bersama  dengan keburukan, dan keduanya akan ada  di neraka.  

Dik Afifah yang baik, Sebaik-baik teman adalah seseorang  yang selalu mengajak kebaikan. Ia bersedia  membantu ketika temannya melakukan  tindakan yang benar, dan mengingatkan  saat temannya melakukan kesalahan.  Teman terbaik bukanlah yang selalu  menyetujui semua tindakan temannya,  akan tetapi ia mengingatkan ketika  temannya melakukan kesalahan. Rasa cinta  dan sayang menjadikannya tidak rela  temannya dalam kekeliruan.  

Dik Afifah yang baik,  Islam mewajibkan Kita berdakwah,  saling menasehati dalam kebaikan dan  mencegah kemungkaran. “Barangsiapa di  antara kalian melihat kemungkaran, maka  hendaklah ia merubahnya dengan  tangannya, dan apabila ia tidak mampu,  maka hendaklah ia merubahnya dengan  lisannya, dan apabila ia tidak mampu,  maka hendaklah merubahnya dengan  hatinya. Dan sesungguhnya hal itu  merupakan selemah-lemahnya iman “(Al  Hadist). Maka ingatkanlah teman-teman  yang suka menyontek akan buruknya  perbuatan tersebut . Jika mereka tidak  berubah, maka laporkanlah ke guru agar  beliau yang menegur. Demikian Dik, semoga teman-teman dik Afifah  menjadi generasi muda Islam yang  selalu dalam kejujuran. Aamiin…