Majalahdrise.com – Puluhan pelajar pasca ujian nasional di Kabupaten Kendal hari Kamis (16/04/2015) terjaring razia satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal saat hendak melakukan pesta seks.Mereka digerebek Satpol PP di kawasan objek wisata Pantai Muara Kencan, di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon Kendal.(news.detik.com, 13/04/2015)

Sementara di kota-kota lain, aksi corat-coret seragam mewarnai hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional. Nggak seru rasanya kalo luapan kegembiraan cuman ‘ngotorin’ seragam aja. Makanya banyak pelajar melanjutkan aksinya turun ke jalan raya. Bermodalkan konvoi kendaraan, mereka memadati ruas jalan perkotaan tanpa helm dan bunyi klakson yang saling bersahutan. Udah pasti mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.

Ekspresi bebas para pelajar pasca UN kerap menyita perhatian masyarakat. Terutama tingkah semaunya yang berlindung dibalik jiwa muda. Mulai dari aksi corat-coret, konvoi kendaraan, tawuran, hingga pesta prom night yang lengket dengan budaya seks bebas. Potret buram pelajar yang sering menghiasi media massa, udah lama jadi PR ibu pertiwi. Saking lamanya, Ibu Pertiwi mungkin lupa kalo punya PR untuk benahin perilaku para pelajar. Walhasil, dari tahun ke tahun kelakuan anak didik makin nggak asyik. Nyesek!

 

Cermin Pelajar Idaman

Indonesia bukan negara tanpa pelajar berprestasi di kancah dunia. Segudang penghargaan internasional, telah diraih oleh para pelajar dalam negeri. Dari lomba olimpiade sains tingkat dunia hingga kompetisi penemuan alat yang bermanfaat bagi masyarakat. Berikut beberapa prestasi pelajar pribumi yang telah mengharumkan nama Ibu Pertiwi.

  • Sabut Kelapa Diubah Menjadi Rompi Anti Peluru

Sabut kelapa yang biasanya hanya dijadikan kayu bakar atau bahkan malah hanya jadi sampah, disulap menjadi rompi anti peluru oleh dua orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Semarang, Jawa Tengah. Aristio Kevin Ardyaneira Pratama dan M Iqbal Fauzi mengolah sabut kelapa dan fiber, menjadi rompi anti peluru yang tahan dari tembakan serta senjata tajam. Saat ini rompi anti peluru mereka masih terus disempurnakan agar tahan terhadap tembakan senjata laras panjang juga. Temuan mereka telah memenangi ajang International Science Project Olympiad dan memperoleh medali perak. Mereka berharap temuan mereka dapat diproduksi masal agar bisa dimanfaatkan oleh TNI dan Polri.

  • Biofungisida dari Kulit Randu

Aprillyani Sofa, siswi SMA PGRI 2 Kayen, juga turut mengharumkan nama Indonesia. Ia berhasil membuat biofungisida dari bahan alami yakni kulit randu. Biofungsi adalah pembunuh jamur pada tanaman. Di pasaran, biasanya dibuat dari bahan kimia yang tentu saja berbahaya jika menumpuk di dalam tubuh. Aprilliyani membuat biofungisida dari kulit randu yang telah diolah terlebih dahulu. Penemuannya membuatnya menjadi juara I dunia dalam bidang Biologi Molekuler di Brasil dan mengalahkan peserta-peserta dari negara lain.

  • Detektor Telur Busuk

Pelajar SMA Taruna Nusantara Magelang berhasil mencuri perhatian dunia intenasional dengan temuannya. Wisnu, nama pelajar tersebut, menciptakan detektor telur busuk yang dilengkapi sensor dan kalibrator. Detektor dibuat dari bahan sederhana yakni senter. Telur yang diuji akan disinari dengan cahaya dari senter tersebut. Bila cahaya tembus, lampu akan berwarna hijau dan berarti telur tersebut aman dikonsumsi. Sedangkan bila gelap, lampu merah yang menyala dan mengeluarkan bunyi pertanda telur tersebut busuk. Temuan Wisnu banyak diincar penggiat industri yang ingin membeli hak cipta temuannya. Ke depannya, Wisnu berencana membuat alat detektor telur busuk tersebut dengan karet roda.

  • Pengharum Ruangan dari Kotoran Sapi

Siapa bilang kotoran sapi tak bisa dimanfaatkan? Dwi Nailul Izzah dan Rintya Aprianti Miki, pelajar dari Lamongan berhasil memanfaat kotoran sapi menjadi pengharum ruangan yang ramah lingkungan. Kotoran sapi difermentasi selama tiga hari kemudian diekstraksi dan dicampur dengan air kelapa, lalu disuling untuk menghilangkan kotorannya. Produk akhirnya berupa pengharum ruangan dengan aroma alami tumbuh-tumbuhan. Pengharum ruangan ini dikatakan ramah lingkungan karena bebas dari aerosol.

Masih banyak karya anak bangsa yang cukup menyita perhatian dunia. Pastinya nggak cukup kalo dipaparkan dalam tulisan ini. Satu yang pasti, masih ada para pelajar idaman yang bercokol di bumi pertiwi. Sayang, jumlahnya bisa dihitung oleh jari. Kebanyakan pelajar, malah terhanyut dalam gaya hidup hedonis yang dijajakan media. Boro-boro kepikiran untuk berkontribusi, ngurus dirinya sendiri aja masih keteteran. Kacian!

di muat di Majalah remaja islam Drise 47