ejak zaman baheula, banyak peradaban yang muncul silih  berganti di muka bumi. Tapi, dari sekian banyak  Speradaban itu, ada beberapa peradaban yang dianggap  paling biadab plus nyeremin, karena level violence alias  kekerasan mereka yang tinggi. Mau tau? Lanjut bacanya deh.

The Celts

Bangsa Kelt merupakan bangsa Indo-Eropa yang menyebar  ke wilayah Eropa barat seperti Inggris dan Prancis, dan  sebagian Eropa tengah. Nama Celts muncul dalam catatan pada  517 SM. Bangsa Kelt ini dikenal sangat hobi berperang, dan  suka membawa pulang oleh-oleh kepala musuh yang mereka  penggal, untuk dijadikan hiasan dinding di rumah. Kalau kepala  itu milik orang penting atau pendekar yang hebat, kepala itu  akan dibalsem agar awet, untuk dipamerkan pada orang lain  sebagai bukti keperkasaan. Saking gila perangnya bangsa Kelt,  mereka bahkan menyerbu musuh dengan telanjang bulat,  hanya berbekal pedang dan tameng di tangan. Hiiy..!

The Aztecs

Peradaban bangsa Aztec mendominasi wilayah  Mesoamerika abad 14 sampai 16 masehi. Bangsa Aztec  mempunyai keyakinan dualisme, yaitu dua kekuatan yang  saling bertentangan, seperti dewa kebaikan dan kejahatan atau  dewa cahaya (matahari) dan dewa kegelapan.

Untuk  membantu dewa kebaikan dalam memerangi dewa kejahatan  dan mencegah akhir dunia, bangsa Aztec harus melakukan  pengorbanan secara berkala. Masalahnya, yang dikorbankan itu  manusia! Ritual human sacrifice ini dilakukan diatas piramid raksasa,  dengan cara merenggut jantung korban, saat masih berdetak!  Tubuh yang sudah tak berjantung itupun dilempar begitu saja  di tangga. Persis seperti yang digambarkan dalam film  Apocalypto. Kadang-kadang mayat itu diambil oleh orang-orang  yang menonton di bawah piramid, untuk dimakan. Wueks..!  

Saking pentingnya ritual gila ini, negara-negara kota bangsa  Aztec sepakat saling berperang dalam perang ritual, yang  tujuannya hanya untuk mencari korban persembahan baru.  Gilanya, ada juga yang mengajukan diri untuk jadi korban  persembahan!

The Spartans

Sparta adalah negara kota di zaman Yunani kuno, yang tampil  sebagai kekuatan militer yang dominan di sekitar abad 600 SM. Bisa  dibilang peradaban Sparta merupakan peradaban paling fasis, rasis  dan militeristik dalam sejarah. Setiap bayi yang baru lahir akan  dimandikan dalam anggur (wine), untuk melihat apakah bayi itu cukup  kuat untuk bertahan hidup. Kalau bayi itu lemah atau cacat, bayi tak  berdosa itu akan dilempar ke jurang. Kasihan?

Ga ada tuh rasa  kasihan, rasa cinta dan belas kasihan bagai aib yang memalukan bagi  bangsa Sparta. Bayi yang lulus tes kemudian dididik dengan super  keras untuk dijadikan prajurit dan ibu yang kuat.  Setiap lelaki Sparta adalah prajurit yang hidupnya hanya untuk  berperang. Pekerjaan lain dilakukan oleh para helot. Helot adalah  bangsa jajahan Sparta yang posisinya seperti budak.

Populasi helot  inilah objek penderita yang terus menerus ditindas dalam peradaban  Sparta. Bahkan setiap musim gugur, prajurit-prajurit Sparta diberi  kesempatan untuk mengetes kemampuan mereka dengan  membunuhi helot yang mereka temui tanpa takut diadili, soalnya  tradisi ini termasuk dalam kurikulum pendidikan Sparta. Sadiss… !!

The Mongols

Kekaisaran Mongol didirikan oleh Genghis Khan yang eksis pada  abad 13 sampai 14 M, dan dianggap sebagai salah satu kekaisaran  terbesar di dunia. Wilayah kekuasaannya terbentang dari Eropa Timur  hingga ke Laut Jepang, dan hampir semua wilayah itu dikuasai dengan  pertumpahan darah. Kalau bangsa Mongol ini sedang mood untuk  menaklukkan suatu negeri, mereka akan menyerbu dengan pasukan  berkuda bagai gelombang tsunami yang menyapu seluruh negeri  hingga rata dengan tanah. Pasukan Mongol tak pernah pandang  bulu, mau rakyat ataupun bangsawan, dewasa ataupun anak-anak,  semuanya akan merasakan sabetan pedang.

Bila menjumpai wanita  hamil, mereka akan merobek perut ibunya dan membantai si  jabang bayi. Pada masa Genghis Khan saja, jumlah korban pasukan  Mongol mencapai 40 juta orang! Kekaisaran Mongol jugalah yang  memporak-porandakan Baghdad, ibukota Khilafah Abbasiyah pada  tahun 1258. Jika pasukan Mongol kalah perang melawan satu negeri, suatu  saat mereka pasti membalas kekalahan mereka hingga negeri itu  ditaklukan.

Tetapi, ada satu peperangan dimana pasukan Mongol  kalah telak dan tak mampu membalas, yaitu dalam perang ‘Ain  Jalut melawan pasukan Mamluk Mesir yang Muslim. Bahkan di  kemudian hari pasukan Mongol yang dikenal bengis dan pembantai  itupun takluk pada keagungan ajaran Islam.  Driser, itulah beberapa peradaban paling biadab yang pernah eksis  di muka bumi.

Ajaran Islam datang untuk mengganti semua  peradaban biadab itu dengan kemuliaan. Islam yang akan  menunjukkan jalan cahaya bagi peradaban itu agar keluar dari  masa kegelapan. Untuk itu, diperlukan tim ekspedisi agar cahaya  Islam mampu menyinari seluruh dunia. Disinilah pentingnya  kehadiran Khilafah Islamiyah, institusi negara Islam yang akan  menyebarkan cahaya Islam pada setiap manusia dimana saja  mereka berada. Khilafah, yess..![Ihsan]