Majalahdrise.com – Kami berfirman, ‘Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (TQS. al-Baqarah: 38-39).

Wisma Makara UI-12 Februari 2011 dalam acara Diskusi Interaktif Intelektual Muslimah Nasional (‘Kebangkitan KHILAFAH Sebagai Tata Dunia Baru: Jalan Menuju Negara Mandiri, Kuat, dan Terdepan’). DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Ir. Hj. Ishmah Cholil berkata; “Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa bangun pagi-pagi, tetapi tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka mereka yang tidak peduli terhadap urusan kaum muslimin (o/ Rasulullah saw.) dicap sebagai orang-orang yang bukan dari kalangan kaum muslimin.’
Geliat keruntuhan negara-negara boneka barat, saat ini makin nyata (Tunisia, Mesir, insyaa ALLAH akan disusul dengan negara-negara boneka Barat AS lainnya). Sementara di sisi lain, syi’ar ISLAM, perjuangan SK (Syari’ah dan Khilafah) makin bergelora di berbagai negara.

Perjuangan SK tidak lagi omongan/perbincangan segelintir orang, tapi sudah menjadi bagian dari perasaan, perjuangan sebagian besar umat di seluruh dunia. Tetapi kita mengetahui, bahwa ISLAM sebagai sebuah ideologi, yang terdiri atas Fikroh dan Thoriqoh, tidak bisa dipisahkan, maka adanya persoalan yang dirasakan o/ umat saat ini, hanya akan bisa diatasi dan diobati dengan benar, yakni apabila kita kembali kepada ALLAH. Mengikuti apa yang dibawa o/ Rasulullah saw. Bila kita salah memberi obat, maka umat ini hanya akan dihantarkan pada kesembuhan yang semu, seperti krisis ’97 (Reformasi), keruntuhan kekuasaan hanya dibagi dengan penguasa yang baru. Tidak diganti dengan sistem yang baru yang berasal dari ALLAH Swt. sehingga kegoncangan yang terjadi ketika itu, hanya menyebabkan penyakit yang lebih parah, bukan mengobati. O/ karenanya, adanya gejolak global saat ini, jangan sampai kita kembali salah memberikan obat dan resepnya.

Sebagaimana tema kali ini yang kita angkat “Menuju Kebangkitan Khilafah Islamiyah: Menuju Negara Mandiri, Kuat, dan Terdepan”, merupakan bagian yang harus kita perjuangkan. Gejolak yang terjadi di Mesir akan terjadi juga di Indonesia, Insyaa ALLAH, lantas apa yang akan kita lakukan…?
Umat ini akan menjadi baik bila, hanya dengan al-Qur’an dan as-Sunnah yang diimplementasikan secara kaffah. Tegaknya Khilafah sudah di depan mata, bisyarah Rasul telah disampaikan, dan ALLAH secara langsung memberikan janji itu.

Sebagian orang masih tidak percaya, karena karakter nasionalisme saat ini membangun ashabiyah yang sangat tinggi. Tetapi jika ALLAH sudah berkehendak, maka tingkatan ashabiyah setinggi apa pun (sekat-sekat yang ada saat ini), insyaa ALLAH akan mampu dirontokkan. Sebagaimana Aus dan Khazraj. Insyaa ALLAH. Seluruh kepingan-kepingan yang selama ini berserak, akan mampu disatukan kembali. 1 resepnya, yakni ISLAM KAFFAH dalam wadah KI (Khilafah Islamiyah).
Kutipan ayat: “ALLAH telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh…”, ini menunjukkan bahwa kekuasaan ISLAM akan kembali di tangan umat ISLAM, bukan di tangan orang kafir. Dengan ridho-Nya, insyaa ALLAH kita akan menjadi bagian dari pejuang-pejuang-Nya di setiap lini.

‘Khilafah a/ pelopor peradaban, yang akan menghancurkan kebathilan dan menebarkan keadilan di seluruh dunia. Sementara orang-orang kafir dan wali mereka Thagut, menyeret dari nuur ila dzulumat.’

Saat ini, akan kita songsong kebangkitan ISLAM dengan tegaknya kembali KI. ALLAHU AKBAR…!!!”

Subhanallahu… Jika membaca kembali catatan yang ada di brankas data saya, ada getar en bara perjuangan yang bergelegak menuntut aksi, aksi, en aksi. Mengingat konsekuensi dari pemahaman a/ sebuah amal, rasanya saya kepengen semuuuua kawan-kawan juga memiliki pemahaman yang serupa dengan yang saya miliki. Agar turut mampu merasakan kepedihan terhadap setiap permasalahan dunia yang tak kunjung selesai sampai syari’ah en khilafah benar-benar ada di tengah-tengah kita.

Sebentar lagi Konferensi Rajab 1432 H akan segera tiba.

En konferensi tersebut akan menjadi mercusuar yang menggambarkan akan umat yang menuntut sebuah perubahan. So, semoga kita semua yang memperjuangkan ISLAM bisa mengambil peran yang terdepan sebagai kesuksesan acara ini. Jangan pernah sepelekan aktivitas ketika kita menyebarkan media, mengopinikannya di tengah-tengah umat, berdiskusi, dlsb. Itu semua memiliki pengaruh. Sekecil apa pun yang kita lakukan sebenarnya mempengaruhi percepatan pencapaian target kita yang ingin memusnahkan ideologi kapitalisme yang busuk ini. Coz, itu a/ salah satu bagian pencerdasan umat. Semua bekerja secara sistematis. Terencana en terukur. En insyaa ALLAH, yakinlah, bahwa kebaikan yang sistematis akan mengalahkan kejahatan yang sistematis pula.

Semoga kita semua bisa berdaya upaya dengan penuh kesungguhan en keseriusan demi meraih pahala en ridho-Nya.

Gardens of heaven are for us. Terbaik dalam perjuangan, terdepan dalam persembahan. Yeahhhh!!! [Hikari Inqilabi]