“Bila mata sudah lelah dan logika sudah menyerah, keyakinan  yang mengambil alih. Keyakinan tidak MEMILIH jalan, dia  MEMBUAT jalan.” [Ustadz Felix Siauw] 

pernah liat orang berjanji menggunakan jari kelingking?  Lucu, saling menautkan jari kelingking kemudian berjanji.   PSampai-sampai kalau di Jepang ada lagunya tuh, ‘Yubikiri  genman, uso tsuitara hari senbon nomasu’ (Pinky Swear, kalau  kamu berbohong aku akan membuatmu menelan 1000 jarum!).  Widih.. Sadis ye? Terus jika dijawab, ‘Yubi kitta!’ Itu artinya  kesungguhan pun terjadi. Sehingga orang-orang di Jepang yang  membuat janji dengan koneksi Yubikiri itu benar-benar akan  menagih janji yang sudah terucapkan. Bagi orang-orang Jepang,  Yubikiri adalah janji terbaik yang mereka begitu mempercayainya.  

Dijamin! Tapi ternyata, Yubikiri adalah rekayasa hasil plesetan  cerita khayali yang berasal dari umat Nashrani pembenci Kaum  Muslimin. Seorang pasukan perang Salib yang menautkan jari  kelingking dengan sang Putri untuk bersama hidup atau pun mati  selamanya. Bertahun-tahun Putri itu menunggu kepulangan  Pangeran tapi ternyata Pangerannya sudah tewas dalam  peperangan. Akhirnya sang Putri pun minum racun untuk  menyusul sang Pangeran karena mereka memang sudah berjanji  untuk hidup semati selamanya. Janji sehidup semati dimaknai jika  salah satu ada yang mati lebih dulu, maka yang lain pun harus ikut  mati juga.

Di Indonesia, kelingking lebih populer untuk  merukunkan anak-anak yang bertengkar. Nggak ngerti juga kenapa  maknanya bisa bergeser. Sementara di Barat, Yubikiri pun  menjelma menjadi ucapan ‘cross your/my heart!’ sebagai  ungkapan aku janji, aku serius, aku tak akan ingkar, silang  hatiku/mu! Hal itu D’Rise lihat di film animasi yang berjudul Up!  Dan lagu Bon Jovi yang berjudul Thank You For Loving Me. Disitu  liriknya bilang, “Cross my heart. I wear no disguise. If I tried, you’d  make believe. That you believed my lies.” Hmm.. Terus gimana nih menyikapinya? Itu kan hal  sepele kan ya? Nggak apa-apa kali? Itu bagian dari ekspresi  manusia, jadi sah-sah saja dong?! Eits! Siapa bilang?! Sebagai  Umat Islam, harusnya kita yakin bahwa Islam adalah satu-satunya  agama yang nggak bakal ngebiarin umatnya bebas berekspresi.  

Islam adalah satu-satunya agama yang benar, yang menasakh  ajaran agama lain yang pernah ada sebelumnya. Untuk perkara  janji, itu masuk dalam perkara akhlaq. Dan D’Riser harus tau jelas.  Bahwa yang namanya berakhlaq, itu harus dibangun di atas dasar  ‘aqidah. Karena akhlaq tidak terpisahkan dari syari’at, merupakan  bagian dari perintah dan larangan Rabb.

Jadi, sebagai seorang  Muslim, saat kita berakhlaq, jika salah satu contohnya itu adalah  menepati janji, ya itu karena memang semata-mata karena ALLAH  saja. Bukan karena Yubikiri, cross my/your heart, dlsb. Apalagi  kalau ternyata ekspresi kita keliru telah jatuh pada tasyabuh bil  kuffar (meniru kaum kafir), kan serem ya? So, yuk hiasi diri dengan  akhlaq yang menawan. Akhlaq yang dilakukan karena  pemahaman-pemahaman kita terhadap hukum syara’. Itulah  sebenar-benarnya karakter (akhlaq). [Hikari]

JANJI ADALAH HARGA DIRI

Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk bisa  menjadi orang yang selalu terpercaya:

  1. Sadari bahwa kita adalah hamba ALLAH. Segala hal akan dimintai pertanggungjawabannya oleh ALLAH, cek Surah Al-Isra’ ayat 36.
  2. Mengukur Diri. Jadi jika sekiranya tidak sanggup untuk memenuhi, jangan berjanji. Lebih baik pahamkan lawan bicara kita agar mendapatkan pemahaman dan tidak salah  paham.
  3. Komunikatif-Aktif. Artinya jika sudah terlanjur berjanji kemudian di tengah perjalanan kita tidak dapat memenuhi janji tersebut, harus aktif untuk up-date kabar. Jaga  kepercayaan karena itu mahal. Demi ALLAH!
  4. Membuktikan. Sungguh-sungguh mencapai bukan karena apa-apa, siapa-siapa, tetapi karena pilihan sendiri bahwa kita ingin baik dan mendapat keridhoan ALLAH.
  5. Mengikatnya Dengan Hukum Syara’. Tidak ada ikatan paling sempurna melainkan ikatan ‘aqidah. Karena ikatan ‘aqidah tidak bersifat temporal, emosional, rendah dan fasad seperti  halnya Nasionalisme, Sukuisme, dlsb. Ketika sudah terikat  atas nama ALLAH, Insyaa ALLAH itu yang paling kuat janjinya.  

Makanya jangan sembarangan bilang, Wallaahi! Kita nggak butuh Yubikiri atau Cross My/Your Heart. Kita  nggak perlu takut apa pun hingga harus melakukan itu untuk  mendamaikan hati kita. Kita cukup pegang prinsip, janji adalah  harga diri dan kepercayaan itu dihadirkan, bukan diminta. Semoga  kita semua dimudahkan ALLAH untuk bisa senantiasa berakhlaq  baik, aamiin. Agar surga layak untuk kita diami selama-lamanya.  Ya. [Hikari]