PIRI REIS, THE GENIUS CARTOGRAPHIST | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Drise Online >> PIRI REIS, THE GENIUS CARTOGRAPHIST
PIRI REIS, THE GENIUS CARTOGRAPHIST

PIRI REIS, THE GENIUS CARTOGRAPHIST




Majalahdrise.com – Piri Reis adalah seorang admiral,  sekaligus geografer dan kartografer  (pembuat peta) yang hidup di abad  16 Masehi, pada masa pemerintahan Sultan  Salim I dan Sulaiman al-Qanuni dari  Khilafah Utsmaniyah. Piri Reis dikenal  berkat buku panduan navigasi (Kitab-i  Bahriye) dan peta dunia buatannya, yang  tergolong detail dan dianggap paling akurat  pada zamannya.

Saking akurat dan  miripnya dengan peta modern, ada peneliti  yang berspekulasi bahwa pembuatan peta  tersebut dibantu oleh alien! Weleh weleh,  ada-ada aja deh. Nama lengkapnya adalah Hadji  Ahmad Muhiddin Piri bin Hadji Mehmed  Piri, sedangkan embel-embel Reis  merupakan gelar atau jabatannya di  angkatan laut yang setara dengan admiral  (laksamana).

Piri Reis lahir di Gallipoli pada  kisaran tahun 1465-1470, dan meninggal  pada tahun 1555 M. Karirnya di dunia  maritim diawali dengan mengabdi di bawah  komando Kemal Reis, pamannya sendiri  yang juga seorang pelaut ulung. Piri Reis  ikut serta dalam berbagai pertempuran laut  beserta sang paman, diantaranya yaitu  perang Zonchio (1499) dan perang Modon  (1500).

Setelah pamannya meninggal, Piri  Reis kemudian mengabdi pada admiral  Khaireddin Barbarossa Pasha. Berkat kegigihan dan kesuksesannya di medan  pertempuran, tahun 1547 ia naik pangkat  menjadi admiral yang membawahi armada  kapal tempur di perairan Mesir. Di sela-sela kesibukannya berjihad,  Piri Reis merancang peta dunia yang  dirampungkan pada bulan Muharram 919 H  (1513 M). Yang mengejutkan, dalam peta ini  terdapat juga benua Amerika, sehingga  menjadi peta Turki pertama yang memuat  peta “Dunia Baru”.

Peta Amerika yang  digambar Piri Reis juga merupakan salah satu  peta benua Amerika tertua di dunia. Selain  didasarkan pada catatan pelayaran, Piri Reis  juga mengambil rujukan dari peta-peta dan  catatan-catatan lain yang lebih tua. Salah  satunya adalah peta yang dirancang sendiri  oleh Columbus yang didapatkannya ketika  merebut 7 kapal Spanyol di tahun 1501. Pada zaman itu kehadiran peta  memang sangat penting di dunia pelayaran.  Bila suatu negara mengetahui lokasi pulau  dan rute-rute pelayaran yang tak diketahui  oleh negara lain, maka negara itu akan  mendominasi perdagangan di laut. Karena  alasan inilah, masing-masing negara menjaga  peta-petanya dengan ketat. Peta-peta ini tak  boleh digandakan sembarangan dan hanya  akan diserahkan kepada kapten kapal yang  dipercaya negara. Jadi, peta pada masa itu  adalah aset negara yang berharga.

Maka tak  heran juga kalau setiap negara berlomba- loma membuat peta yang  paling akurat. Pada abad 16  M Inggris dan Perancis  menawarkan imbalan  sebanyak 40 batang emas  bagi siapa saja yang bisa  membuat peta yang akurat  dari benua Amerika bagian  manapun. Nah, aspek yang  teristimewa dari peta  rancangan Admiral Piri  adalah tata letak benua dan  kepulauan serta akurasinya  yang tak tertandingi pada  masa itu, terutama pada  benua Afrika dan Amerika.  Bahkan peta-peta lain yang  digambar puluhan tahun setelahnya pun,  tak seakurat dan seproporsional peta  rancangan Piri Reis. Padahal, seumur  hidupnya sang Admiral belum pernah  berlayar ke Amerika.

Walaupun sebagian petanya dibuat  dengan menyalin dan menggabungkan dari  peta-peta yang sudah ada sebelumnya, tapi  sebenarnya ini bukan pekerjaan mudah.  Peta-peta yang didapatkannya lebih berupa  fargmen-fragmen kecil, begitu pula dengan  peta Amerika, pada saat itu belum ada peta  yang menunjukkan seluruh garis pantai  benua Amerika dengan lengkap.

Namun  berkat pengalaman dan kecerdasannya Piri  Reis bisa menggabungkan fragmen-fragmen  kecil itu menjadi sebuah peta besar yang  lengkap dan akurat. Mungkin dari sinilah muncul spekulasi alien dari para pecinta  science fiction.  Selain benua Amerika, peta Piri Reis  juga memuat sebagian benua Eropa, pesisir  barat Afrika, dan kepulauan Atlantik. Pada  tahun 1517 Piri Reis menghadiahkan peta  dunia ini kepada Sultan Salim I. Selama  menjalankan berbagai misinya di laut Piri  Reis terus menyempurnakan peta dunia  tersebut yang berhasil diselesaikan pada  tahun 1528.

Peta dunia yang sudah diupdate  itu kemudian diserahkan kepada Sultan  Sulaiman sebagai penerus dari Sultan Salim I. Antara tahun 1521-1525, Piri Reis  kemudian menyusun Kitab-i Bahriye, yang  berisi informasi detail tentang navigasi dan  petunjuk pelayaran, yang disertai peta-peta  yang akurat yang menjelaskan berbagai kota  dan pelabuhan penting di wilayah Mediteran.  Selain itu kitab ini juga memuat informasi  tentang berbagai teluk, tanjung, selat, pulau,  tempat pendaratan yang aman, bahkan  informasi tentang penduduk lokal dan  budayanya di masing-masing kota dan  pelabuhan. Semua ini dimaksudkan untuk  memandu para pelaut agar selamat hingga  tujuannya.

Versi final dari kitab ini setebal  434 halaman dan memuat 290 peta besar,  yang kemudian dihadiahkan kepada Sultan  Sulaiman. Dari berbagai karya kelautan yang  ada pada masa itu, Kitab-i Bahriye dianggap  sebagai himpunan paling lengkap yang  digunakan sebagai standar petunjuk  pelayaran di sekitar Laut Tengah. Inilah salah  satu sosok teladan kita. Luar biasa![]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 51




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twelve − eight =