Pada tanggal  10 Maret 2012 kemaren, Hotel Le Palace di  Tunisia menjadi tempat lahirnya sebuah konferensi  Pperempuan internasional untuk pertama kalinya.  Ngumpulnya perempuan dengan berbagai latar belakang profesi  dari seluruh dunia itu bukan untuk ngegosip bareng atau sekedar  hang out. Tapi untuk mendapatkan gambaran sekaligus penjelasan  bagaimana Khilafah memiliki solusi jitu dan praktis bagi berbagai  masalah politik, ekonomi dan sosial yang menimpa kaum  perempuan di negara mereka. Dan tahu nggak, Hikari dari D’Rise  berkesempatan untuk ngobrol dengan salah satu delegasi dari  Indonesia. Mbak Iffah Ainur Rochmah yang menjabat sebagai Juru  Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Kita simak yuk cuplikan  obrolannya.

Pastinya, seru ya mbak waktu kemaren ikut Konferensi di  Tunisia. Bagi-bagi dong kesan-kesannya?  

Subhanallah, sungguh luar biasa. Konferensi Perempuan di Tunisia  itu benar-benar konferensi bersejarah. Tokoh-tokoh perempuan dari  negara-negara di dunia Arab, Asia Tenggara, Afrika bahkan Eropa  dan Australia hadir membawa pesan sama. Kaum perempuan dan  generasi di negara mereka sengsara dan rusak karena kapitalisme.  Mereka juga mengajak pada satu upaya perbaikan yang sama yakni  dengan menerapkan syariat Islam dan memperjuangkan Khilafah  Islamiyah.

Ada nggak sih mbak kaitannya konferensi kemaren  dengan keadaan remaja yang bobrok saat ini?  

Jelas ada kaitannya dengan remaja. Para tokoh perempuan  yang menyampaikan masalah di negara mereka juga  menyinggung kondisi generasi yang sangat memprihatinkan.  Anak-anak tidak mendapat pendidikan yang selayaknya dalam  keluarga, karena ortunya nggak faham Islam. Juga para  remaja yang lebih bangga memamerkan budaya Barat yang  menyesatkan, bergaya hidup hedonis dan tidak punya cita-cita  luhur. Di negara-negara Arab pun sudah ada model kontes  seperti di sini ada Indonesian Idol, di sana ada Arab Idol.  Kondisi remaja yang seperti ini kan nggak boleh kita sepelekan,  harus ada perbaikan. Dan perbaikannya adalah dengan  adanya aturan yang baik yang berasal dari Allah, yang  melindungi remaja dari kerusakan, termasuk dari pengaruh  budaya barat.

Apa ada Muslimah dari kalangan remaja juga yang hadir  disana?  

Ada. Beberapa remaja dari Tunisia. Beberapa remaja  membantu panitia menyiapkan acara konferensi. Juga ada  remaja dari Yaman dan Sudan yang hadir bersama ibundanya.  Mulai pagi sampai sore hampir malam, remaja-remaja itu  nggak kelihatan bete, mereka tetap konsen menyimak.  MasyaAllah sepanjang acara, para remaja juga meneriakkan yel  ‘al mar’ah turiid khilafah Islamiyah’ (kaum perempuan  menginginkan Khilafah Islamiyah). Bahkan mungkin dalam hati  para remaja itu mengikrarkan ‘al fatah turiid Khilafah islamiyah’  (Remaja ingin tegakkan Khilafah Islamiyah).

Memang dalam Konferensi Perempuan Internasional di  Tunisia kemarin apa saja yang dibahas?

Konferensi menampilkan orasi dari tokoh-tokoh perempuan 15  negara membahas tentang pandangan Islam tentang hak-hak  dan status mulia yang dimiliki perempuan, juga tentang jaminan  negara Islam (Khilafah Islamiyah) terhadap  kesejahteraan dan  pemenuhan hak kaum perempuan. Artinya  melalui konferensi ini  membongkar kebohongan orang-orang barat yang menganggap  perempuan  muslimah  membenci  syariah  Islam  karena  mengekang kebebasan perempuan.

April sarat dengan isu pembahasan emansipasi. Apa Islam mengenal istilah emansipasi? Bagaimana cara Islam  meluruskan hal ini?

Islam tidak mengenal emansipasi. Emansipasi kan berasal dari  bahasa Inggris yang artinya pembebasan, merdeka. Berarti  sebelumnya terbelenggu dan terjajah dong. Sedangkan Islam  menganggap sejak lahir perempuan sudah memiliki hak-hak dan  kedudukan yang mulia, bahkan setara dengan laki-laki jika ada  iman dan taqwa. Dalam hadits dikatakan “perempuan adalah  saudara kandung yang setara dengan laki-laki.” Mungkin  emansipasi dan kesetaraan gender memang pernah dijadikan  harapan di negara-negara barat yang dulu hidup di era  kegelapan (dark ages), perempuan mendapat diskriminasi dan  tidak punya hak apa-apa. Tapi jangan kaum muslimah, juga  remaja muslim ikut-ikutan dong! Yang ada malah emansipasi dan  kesetaraan menjadi topeng Barat untuk mengekspor budaya  rusaknya agar diadopsi perempuan muslimah

Kenapa ya Mbak, banyak sekali perempuan saat ini malah  lebih bangga dikenal sebagai wanita karir ketimbang  menjadi seorang IRT?

Benar sekali, memang bukan tanggung jawab yang ringan untuk  menjadi ibu yang melahirkan generasi dambaan umat. Tapi bisa  dibayangkan apa jadinya bangsa ini kalau ngga ada yang mau  menjadi ibu karena nggak bergengsi, beda dengan wanita karier.  Bikin bangga menyandang status sebagai wanita karier. Hari ini  terjadi demikian karena pemahaman yang lemah terhadap Islam.  Tidak memahami kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada  seorang ibu. Di sisi lain,  kampanye kesetaraan gender semakin  gencar lewat media dan kebijakan pemerintah.

Belakangan, kerasa banget semakin gencarnya gerakan  kaum feminis yang katanya berjuang untuk membela  perempuan. Menurut Mbak?

Justru sebaliknya. Bukan membenahi tapi malah menambah  masalah kaum perempuan. Kemiskinan dan kerasnya kehidupan  kapitalis kan sudah ditanggung perempuan. Mari kita fikirkan!  Dengan  semakin banyak dampak buruk gerakan feminisme-gender yang kita lihat seperti perceraian karena istri menggugat  cerai, anak-anak terlantar karena ibunya mengejar karir,  perempuan terjerat kasus-kasus korupsi dsb mestinya kan tidak  ada lagi yang mengajak pada kesetaraan gender. Tapi kok  sekarang malah semakin gencar, banyak dana-dana dari asing  digelontorkan, juga banyak organisasi gender didirikan. Berarti  ada misi khusus. Apa misi nya? Jelas menghancurkan kaum  perempuan agar tidak menjadi ibu berkualitas dan agar tidak  lahir generasi berkualitas di tengah kaum muslim. Sebuah misi  busuk yang kita wajib bongkar dan menunjukkan kesalahannya  pada umat.

Pesan-pesan untuk D’Riser?

Jadikan membaca sebagai habits untuk menambah  wawasan, dan amalkan semua pemahaman Islam yang  kalian dapatkan.

Adakah follow up terhadap para peserta Konferensi?

Ya, semua delegasi, termasuk kami bertiga delegasi Indonesia  diharapkan menyuarakan hasil konferensi ini kepada semua  kalangan. Menyampaikan ke pemerintah, tokoh-tokoh yang tidak  hadir, ke media dsb bahwa kaum perempuan di seluruh dunia saat  ini telah memiliki model perjuangan yang baru. Bukan lagi  perjuangan kesetaraan gender, tapi bekerja keras menegakkan  khilafah islamiyah. Khilafah akan menjadi contoh ideal terwujudnya  kehidupan harmonis, keluarga sakinah, perempuan berdaya, dan  generasi berkualitas. Nah, sobat D’Riser, juga bisa berperan nih.

Turut mengkampanyekan hasil konferensi internasional ini. Ikut  menyuarakan ‘Remaja smart/berkualitas hanya dengan syariah dan  khilafah’, setuju kan?

Islam sendiri, kaya gimana sih ngatur peran perempuan  dalam beraktivitas di area publik? Subhanallah perempuan diberi hak istimewa oleh Allah. Sepanjang  hidupnya, dia tidak punya kewajiban mencari nafkah. Ayahnya,  saudara laki-lakinya atau suaminya akan menanggung  seluruh  biaya hidupnya. Kalo mereka nggak mampu negara wajib  memberikan santunan. Jadi perempuan berkiprah di publik adalah  untuk menambah kemuliaan dirinya dengan mengamalkan ilmu,  menolong orang yang tidak mampu dan melaksanakan kewajiban  amar makruf nahi mungkar juga dakwah. Berkiprah di publik untuk  meningkatkan ketaqwaan, berarti nggak akan meninggalkan  kewajiban lain dong! Nggak akan melalaikan shalat, membuka  aurat apalagi mengabaikan anak dan suami. Nggak akan terjadi  itu. Kalau sekarang kan perempuan bekerja keluar rumah karena  desakan kemiskinan, dorongan kebebasan, ingin mengecap gaya  hidup barat dst. Makanya banyak yang justru menabrak rambu-rambu syariat.!

Kira-kira  apa  yang  bisa  remaja  lakukan  untuk  turut  berkontribusi menuju solusi, perubahan dan kebangkitan  umat?

Remaja Islam  harus faham Islam  secara utuh, bangga dengan  identitasnya sebagai seorang muslim. Lihatlah dalam sejarah, kita  memiliki sejarah sebagai umat yang mulia, berperadaban tinggi dan  tidak  ketinggalan  jaman/kuper karena konsisten  melaksanakan  islam. Saat ini banyak remaja terpesona budaya barat kan karena  Islam tidak diterapkan dan sejarah kejayaan Islam ditutup tutupi oleh  musuh-musuh Islam.  Karenanya manfaatkan masa muda untuk  mengajak sesama remaja turut berjuang mengembalikan kehidupan  Islam dalam naungan Khilafah