drise-online.com – Mendapatkan pendidikan yang terbaik dan belajar di sekolah terfavorit dengan fasilitas Sekolah Termahal - DRISE-ONLINE.COMterlengkap, pastinya jadi idaman setiap insan dong. Apalagi buat para remaja yang ingin menggali potensi diri sedalam-dalamnya, tentu pendidikan menjadi super penting. Sayangnya, di zaman kapitalis seperti sekarang ini, pendidikan yang berkualitas nggak bisa dinikmati oleh semua orang, karena harganya yang muahaall! Dalam dunia kapitalis dikenal slogan “There’s no such thing as a free lunch” artinya, nggak ada itu yang namanya makan siang gratis, apalagi sekolah gratis bro… ngimpii..!

Pendidikan dalam ideologi kapitalisme dianggap sebagai komoditas ekonomi, sehingga negara tidak boleh ikut campur terhadap operasional pelaksanaan pendidikan. Bahkan negara berlepas tangan dan membiarkan lembaga-lembaga pendidikan untuk membiayai segala kegiatan operasionalnya. Walhasil, biaya-biaya pendidikan pun dibebankan kepada rakyat. Makanya, semakin bermutu suatu sekolah dan semakin lengkap fasilitasnya, maka biayanya pun semakin mahal!

Di Indonesia, sekolah yang dikenal mematok biaya paling mahal adalah SMA Pelita Harapan Lippo Cikarang. Biaya sekolah yang didirikan tahun 1995 dibanderol sekitar US$ 9.000 per tahun, atau sekitar 100 juta rupiah! Peringkat kedua disusul oleh SMA Dwiwarna (Boarding School) di Bogor, dengan uang pangkal Rp 44.000.000 dan uang SPP-nya Rp 5.000.000 per bulan. Sekolah termahal ketiga adalah SMA Ciputra Surabaya, yang membanderol biaya sekolah sebesar Rp 40.000.000 dan SPP Rp 4.000.000 per bulan. Sementara itu kampus termahal di Indonesia diantaranya President University (Cikarang, Jawa Barat) dan Swiss German University (Tangerang, Banten), dengan rata-rata biaya per semester 25 juta rupiah, serta Universitas Pelita Harapan (Tangerang, Banten) dengan rata-rata biaya 9 – 15 juta rupiah tiap semester. Itu data tahun lalu, sekarang mungkin lebih mahal. Walah walah..

Di luar negeri, biaya pendidikan malah lebih gila lagi sob. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh National Association of Independent Schools di Amerika Serikat (AS), biaya rata-rata pendidikan anak di sekolah swasta mahal di AS adalah sekitar US$ 45.000 (Rp 500 juta)! Sementara itu Huffington Post melaporkan biaya tahunan untuk day school — sekolah reguler tanpa asrama — adalah sekitar US$ 20.000 (Rp. 220 juta). Lebih fantastis lagi biaya sekolah per tahun di Institut Le Rosey di Swiss yang mencapai US$ 99.566 (Rp 1 milyar).

Sedangkan menurut penelitian HSBC Group (lembaga jasa keuangan dan perbankan asal Hong Kong) tahun 2013, negara dengan biaya sekolah paling mahal bagi siswa internasional adalah Australia. Di negeri kanguru tersebut biaya sekolah rata-rata per tahun plus biaya hidup mencapai US$ 38,516 (Rp. 424 juta). Amerika serikat menempati urutan kedua termahal dengan biaya tahunan mencapai US$ 35,705 (Rp. 393 juta), disusul oleh Inggris, Uni Emirat Arab, Kanada, Singapura dan Hongkong, dengan biaya tahunan lebih dari 250 juta rupiah. Mahalnya….

Driser, sekolah termahal cuman ada di negara yang diatur oleh sistem pemerintahan kapitalis sekuler. Kalo di dalam negara Islam, kekhilafahan bakal menggratiskan biaya pendidikan yang ditunjang dengan sarana dan prasaran lengkap bin komplit. Nggak heran kalo sistem pendidikan Islam mampu melahirkan banyak ilmuwan jempolan yang mengguncang dunia. Mantabs! [Ishaak]

 

(BOX) Biaya Pendidikan ditanggung Negara!

Ketika terjadi perang Badar, kaum Muslimin berhasil mengalahkan pasukan Quraisy, bahkan menawan sekitar 70 orang dari pasukan musuh. Rasulullah SAW kemudian memutuskan untuk membebaskan para tawanan tersebut dengan tebusan 1000 – 4000 dirham. Menariknya, beberapa tawanan yang tidak mampu membayar tebusan, tapi bisa baca-tulis, diperintahkan untuk mengajari 10 orang anak Madinah sebagai tebusan dirinya. Diantara yang diajari baca tulis oleh tawanan perang adalah Zaid bin Tsabit RA. Padahal, barang tebusan adalah hak Baitul Mal (Kas Negara), dengan kata lain, Rasulullah SAW menggunakan aset Baitul Mal untuk pendidikan anak-anak Madinah. Apa yang Rasul lakukan selaku kepala negara dalam soal pendidikan menunjukkan bahwa biaya pendidikan ditanggung oleh negara. Bukan dibebankan ama rakyat. Catat!

Hal ini juga ditegaskan dengan ijma’ shahabat, yaitu persetujuan atas kebijakan Khalifah Umar R
A dan Utsman RA yang memberikan gaji kepada para guru, muazin, dan imam shalat jamaah. Khalifah Umar memberikan gaji tersebut dari Baitul Mal yang berasal dari jizyah, kharaj (pajak tanah), dan usyur (pungutan atas harta non-Muslim yang melintasi tapal batas negara).[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37