Sulaiman Yang Agung | Majalah Remaja Islam DRise
Friday, September 22nd, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Amazing Islam >> Sulaiman Yang Agung
Sulaiman Yang Agung

Sulaiman Yang Agung




MajalahDrise.com – Sultan Suleiman mendapatkan gelar “The Magnificent” (yang agung) di dunia barat, dan “Alkanuni” (penetap hukum) di dunia timur. Beliau adalah sultan kesepuluh dari Turki Utsmani dan yang paling lama memerintah. Beliau lahir pada 6 November 1494. Masa pemerintahan beliau berawal pada tahun 1520 hingga wafatnya di tahun 1566.

Pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman, terjadi beberapa kali peperangan. Hal tersebut berkonsekuensi menjadikan wilayah kekuasaan kerajaan Utsmani kian luas hingga mencapai Eropa, Asia, dan Afrika. Pada tahun 927 H/1521 M, Utsmani berhasil menguasai wilayah Belgrade (ibu kota Serbia sekarang). Tahun 935 H/1529 pasukan Utsmani mengepung Kota Vienna (ibu kota Austria sekarang) walaupun tidak berhasil menguasainya. Di kesempatan berikutnya upaya menaklukkan Vienna kembali dilakukan, namun hasilnya tetap sama. Kemudian Budapest, ibu kota Hungaria menjadi salah satu propinsi Utsmani.

Perkembangan Daulah Utsmaniyah di Masa Sultan Sulaiman

Kekuasaan Utsmani kian meluas hingga mencapai Laut Merah karena mereka berhasil mengusir orang-orang Portugal dari wilayah tersebut. Di Afrika, Habasyah pun menjadi bagian dari Utsmani. Dengan demikian, jalur-jalur perdagangan antara Asia dan dunia Barat melewati negara Islam Turki Utsmani.

Selain sebagai kepala negara, Sultan Sulaiman al-Qonuni adalah seorang yang mahir dalam menggubah syair, menulis kaligrafi, dan mengusai beberapa bahasa timur, seperti bahasa Arab. Ia juga suka dengan batu mulia, arsitektur, dan kontruksi bangunan. Hal ini berdampak pada pembangunan di kerajaannya.

Ia membangun beberapa bangunan utama seperti benteng di Rhodes, Belgrade, dan di wilayah Iran. Ia juga membangun masjid-masjid di wilayah Aden, Yaman, dan al-Qanatir al-Khayriyya, Mesir serta di berbagai penjuru wilayah Turki Utsmani. Khususnya di Damaskus, Mekah, dan Baghdad. Ia juga menunjukkan seni arsitektur pada bangunan-bangunan di ibu kota dan berbagai daerah.

Pada masanya juga muncul arsitek-arsitek ulung dalam sejarah Islam, seperti Sinan Basya yang berperan besar dalam pembangunan-pembangunan Kerajaan Turki Utsmani. Ia juga yang memberikan sentuhan khas akan arsitektur Utsmani. Sehingga orang dengan mudah mengenal bangunan-bangunan Utsmani. Arsitek lainnya adalah Mimar Sinan. Ia membangun Masjid Sulaiman al-Qonuni atau dikenal juga dengan Jami’ as-Sulaimaniyah di Istanbul, pada tahun 964 H/1557 M. Ini adalah salah satu bangunan terbaik yang dibangun oleh seorang arsitek Islam yang bernama Mimar Sinan.

Selain kemajuan dalam bidang politik dan sosial kultural, seni kaligrafi pun mencapai puncak kemajuannya di zaman Sultan Sulaiman. Banyak ahli kaligrafi terkenal yang muncul di zamannya. Sebut saja Hasan Effendi Chalibi al-Qarah Hashari yang membuat kaligrafi-kaligrafi di Jami’ as-Sulaiman. Ada juga Ahmad bin Qarah Hashari penulis Rawa-i’ al-Khoththi al-Arabi wa al-Fanni ar-Rafi’. Demikian juga bermunculan ulama-ulama.

Sultan Sulaiman al-Qonuni menyusun tata perundangan dengan berdiskusi bersama Syaikh Abu as-Suud Effendi. Ia berusaha agar tata perundangan yang ia rancang tidak melenceng dari garis-garis yang dibataskan syariat Islam. Undang-undang tersebut dikenal dengan Qanun Namuhu Sulthan Sulaiman atau Undang-Undang Sultan Sulaiman. Undang-undang yang ia susun ini diterapkan hingga abad ke-13 H atau abad ke-19 M.

Karena konsistennya Sultan Sulaiman dalam menerapkan undang-undang yang ia susun, ia pun dilaqobi dengan al-Qonuni. Oleh karena itu, gelar-gelar yang diberikan orang-orang Eropa kepada Sultan Sulaiman seperti The Magnificent dan The Great, tidak memiliki pengaruh dan kesan yang mendalam dibanding laqob al-Qonuni. Karena laqob ini menunjukkan keadilan sang sultan dalam memerintah.

Dengan luasnya wilayah kekuasaan Turki Utsmani, kerajaan ini juga mengimbanginya dengan administrasi yang rapi dan tertata.Kalau kita pikir-pikir, nggak mungkinlah kemajuan sehebat itu dicapai oleh seorang sultan yang hobinya main cewek en mabok-mabokan seperti digambarkan dalam serial King Sulaiman yang tengah diputar di sebuah stasiun televisi. Nggak mungkin juga luas wilayah sebesar itu diraih oleh seorang sultan yang senengnya ngetem melulu di istana. Padahal setengah dari masa pemerintahan Sultan Suleiman Alqanuni dihabiskan di medan perang, bukan di dalam istana.

Driser, jelas dong sekarang kalo pemutaran serial King Suleiman yang judulnya udah diganti menjadi Abad Kejayaan ini bener-bener melecehkan seorang pemimpin kaum muslim. Ini kerjaannya musuh-musuh Islam  yang nggak akan pernah suka kalau umat Islam kembali memiliki Khilafah. Mereka tahu kalo cuman Khilafah yang bisa bikin umat Islam kuat dan tak tertandingi. Untuk itu mereka setengah hidup berusaha agar khilafah nggak nongol lagi kepermukaan. Meski begitu, segetol apapun makar yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk menahan laju kebangkitan Islam dan kaum Muslimin, nggak ada artinya. Karena Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan kembali tegaknya khilafah Islamiya yang mengikuti jejak kenabian. Just a matter of time. Seriusan! (@sayfghazi).

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #44




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × 3 =