sejak zaman jebot hingga zaman robot seperti sekarang ini,  Kerajaan Inggris memang selalu berada di barisan terdepan  Sdalam permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin. Tapi  siapa sangka, banyak juga warganya yang justru malah tertarik dan  berbalik menjadi pembela Islam. Berkembangnya Islam di  kalangan pribumi Inggris, salah satu sebabnya adalah jasa sang  pionir, Abdullah Quilliam, sang perintis dakwah di Inggris era  Victoria.

William Henry Quilliam, itulah nama beliau sebelum  masuk Islam. Beliau lahir di Liverpool, 10 April 1856 dari keluarga  kaya dan terpandang. Ayahnya, Robert Quilliam, adalah seorang  pembuat jam. Sejak kecil William sudah mendapatkan pendidikan  yang memadai. Oleh kedua orang tuanya ia disekolahkan di  Liverpool Institute dan King William’s College. Pada tahun 1878,  William memulai karirnya sebagai seorang pengacara sukses.  Selain sebagai pengacara handal beliau juga dikenal sebagai  sastrawan, jurnalis, editor, filantropis, pembicara dan pebisnis. Ketika dalam perjalanan dari Gibraltar menuju Maroko,  William menyaksikan beberapa orang muslim yang wudhu dan  shalat di atas kapal.

William sangat tersentuh dengan kekhusyuan  shalat dan ketenangan wajah mereka, tak peduli kuatnya angin  yang berhembus maupun goyangnya kapal diterpa gelombang.  Sejak saat itulah William tertarik untuk mempelajari Islam lebih  lanjut. Akhirnya pada tahun 1887 beliau bersaksi bahwa Islam  adalah satu-satunya agama yang benar. Setelah itu beliau aktif berdakwah kepada pribumi  Inggris khususnya di Liverpool. Beliau mendirikan Liverpool  Muslim Institute (LMI), sebuah pusat kajian keIslaman di  Brougham Terrace No 8, West Derby Street, Liverpool.

Islamic  centre yang sekaligus berfungsi sebagai masjid ini tercatat sebagai  Islamic centre dan masjid pertama di Inggris. Di masjid inilah umat  Muslim biasa melaksanakan shalat berjama’ah dan shalat Jum’at,  yang khutbahnya disampaikan dalam bahasa Arab dan Inggris. William juga mendirikan sekolah asrama untuk anak laki-laki  dan sekolah siang untuk anak perempuan, serta panti asuhan  bernama Medina Home untuk anak-anak terlantar.

LMI semakin  berkembang dengan menyelenggarakan pendidikan di berbagai  bidang yang diikuti oleh masyarakat umum, baik muslim dan non  muslim. Bahkan LMI kemudian membangun perguruan tinggi yang  mempunyai museum dan laboratorium sendiri. Berkat dakwah William, banyak orang pribumi Inggris  yang menjemput hidayah Islam, tak terkecuali dari kalangan  akademis dan bangsawan. Beberapa tokoh penting yang memeluk  Islam berkat dakwah William diantaranya Gubernur Staleybridge,  Resched P.Stanley dan Lord Stanley of Alderley, Cheshire, yang  merupakan muslim pertama dari keluarga bangsawan (House of  Lord).  Tahun 1893 LMI menerbitkan majalah mingguan “the  Crescent” dan tak lama kemudian majalah bulanan “The Islamic  World”.

Majalah-majalah ini dicetak sendiri oleh LMI dan  didistribusikan ke lebih dari 20 negara. William juga menulis  beberapa buku, salah satunya “Faith of Islam” yang telah  diterjemahkan ke dalam 13 bahasa. Berkat aktifitas dakwah dan  publikasi-publikasi tersebut Abdullah Quilliam semakin dikenal di  berbagai negara sebagai tokoh Islam dari Inggris. Tahun 1894  Khalifah Abdul Hamid II secara resmi mengangkat Abdullah  Quilliam sebagai Syaikhul Islam untuk Kepulauan Inggris.

Meskipun minoritas, Syaikh Quilliam tak pernah segan  menampakkan identitas keislamannya dan sering tampil  mengenakan gamis dan sorban di acara resmi sekalipun. Statusnya  sebagai warga Inggris tidak menghalangi beliau untuk  menyuarakan penentangannya terhadap imperialisme dan  kolonialisme Inggris. Tahun 1896, beliau menyerukan fatwa  haramnya seorang muslim berpartisipasi sekecil apapun bersama  Inggris untuk memerangi kaum muslimin di Sudan.

Padahal, masa  itu adalah puncak dari imperialisme dan kolonialisme inggris,  dimana hampir 100 juta orang kaum muslimin berada di bawah  kekuasaan Inggris. Fatwa ini tentunya mengundang kemarahan  para loyalis Inggris. Ketika William Gladstone, Perdana Mentri Inggris,  mendesak untuk “menindak” Khilafah Utsmani atas konflik  Armenia, Syaikh Quilliam bangkit membuat pidato tandingan dan  membela Khilafah, serta mempertanyakan kemunafikan Inggris  yang membiarkan pembantaian-pembantaian yang dilakukan  umat Kristen terhadap kaum Muslimin.

“Seorang Armenia meledakkan bom di jalanan yang  ramai di konstantinopel hingga membunuh wanita dan anak-anak  tak berdosa, tapi karena dia Kristen, di Inggris dia dipuja sebagai  pahlawan dan pejuang! Sementara seorang Afghan berperang  demi kemerdekaannya, tapi karena dia Muslim dia dihujat sebagai  pengkhianat dan pemberontak, hingga negerinya harus diserbu  dan anak istrinya dibunuh. Beginilah logika Kristen Inggris!”  tulisnya. Ketika itu Khilafah Utsmaniyah mengalami serangan  bertubi-tubi dari negara-negara Eropa yang berusaha  menghancurkan Khilafah dengan menebar bibit-bibit nasionalisme  di setiap negeri jajahannya.

Syaikh Quilliam menyerukan agar  umat tetap bersatu dalam naungan Khilafah serta mengingatkan  umat akan bahaya dari konspirasi Kristen yang berusaha memecah  belah kesatuan umat Islam. Karena sikap tegas ini, Syaikh Quilliam dan LMI seringkali  menjadi sasaran teror dan anarkisme. Para jamaah masjid sering  dilempari dengan batu, lumpur, bola salju dan sayuran busuk.  Petasan dilempar ke dalam masjid dan pecahan gelas disebar di  karpet untuk melukai jamaah yang shalat. Bahkan syaikh Quilliam  pernah diancam untuk dibakar hidup-hidup. Seiring dengan meningkatnya ancaman dan permusuhan  terhadapnya, Syaikh Quilliam meninggalkan Inggris tahun 1908  menuju Konstantinopel dan menetap hingga berakhirnya Perang  Dunia I. Syaikh Abdullah Quilliam Bey Effendi wafat pada 28 April  1932, setelah membantu sekitar 600 orang menjemput hidayah  Islam. Subhanallah! [Ihsan]

 SYIKH QUILLIAM VS QUILLIAM FOUNDATION

kalau D’Riser mencari-cari info tentang Syaikh Abdullah  Quilliam di mbah Google, mungkin D’Riser akan  Kmenemukan Quilliam Foundation, atau seringkali disebut  Quilliam saja. Perlu diketahui, Quilliam Foundation adalah  lembaga think tank yang berbasis di London, yang misi utamanya  adalah mempromosikan Islam moderat dan “counter-extrimisme”,  dengan kata lain, menentang setiap pemikiran yang meyakini  Islam sebagai ideologi. Nama lembaga ini memang diambil dari nama Syaikh  Quilliam, tapi jangan salah, lembaga ini justru tidak  merepresentasikan pemikiran Syaikh Abdullah Quilliam.

 Jualan  mereka adalah Islam ala Inggris dan Eropa yang sekuler, dan  secara terang-terangan menyerukan pluralisme. Menurut mereka  Islamisme itu cikal bakal terorisme, sehingga harus ditentang.  Padahal, seandainya saja Syaikh Quilliam hidup di zaman  sekarang, pasti beliau sudah ditangkap atau paling tidak diawasi  oleh pemerintah Inggris dengan tuduhan terorisme. Soalnya,  semasa hidupnya pun beliau getol menyerukan persatuan umat  dan teguh membela Khilafah. Jadi, Syaikh Quilliam ini justru  seorang Islamis, bahkan yang pertama di Inggris![]