Tag: CERPEN ISLAM

Umi di mana abi ? By Ridha Sriwahyuni

Malkah Qafishah menahan rasa sakit di perutnya. Di  penjara Al- Majdal tubuhnya yang ringkih semakin  Mlemah oleh penderitaan demi penderitaan yang ia  terima. Hanya lirih dzikir di bibirnya yang sunyi mampu  menjadi penguat hidupnya dan bayi yang telah delapan bulan  berada di rahimnya. Sudah hampir sepuluh bulan ia ditahan di  penjara itu. Ia sendiri tidak tahu apa salahnya. Kata mereka  Malkah dituduh hendak melakukan bom bunuh diri. Ia  ditangkap oleh tentara Israel pada tengah malam di rumahnya  di kota Nablus. Di dalam penjara Malkah menerima siksaan-  siksaan yang tidak manusiawi. “ Haus…haus…air…air…” rintih Malkah. Kaki dan kedua  tangannya yang...

Read More

Dua cangkir kopi bagian 2

Majalahdrise.com – Nuri, satu nama yang selalu hinggap bertahun-tahun di masa kecilnya, serta satu nama yang selalu terlupa bertahun-tahun sekarang.Thoriq sering bertabrak pandang dengan gadis itu, hanya saling memberi seutas senyum, berlalu, tanpa ada sepatah-katapun mengucur dari mulut. Gadis berambut cepak,yang selalu mengenakan baju terfavorit kaos bergambar batman, bersama merayap naik ke atap rumah. Segera Thoriq mengambil buku catatan, lembaran yang kosong, merobeknya, meremas hingga membentuk seperti bola. Bidikan tajam.. Pluk! “Yes, kena!” Kaca jendela itu terbentur bola kertas yang besar, menyisakan bunyi berdebam. Siluet perempuan hadir, berdiri tegak, dalam kaca jendela dengan cahaya yang temaram. Jendela itu membuka....

Read More

Dua cangkir kopi

By: Qatrunnada Hulwah Kepada malam, Aku tak mampu berkata banyak, Mengapa dunia tak mau terlelap? Aku ingin mengintip mimpi, Namun bunga tak mau mengajak, Bersikeras tetap mekar di luar kepala, Mengapa mata tak bisa berhenti menatap? Rembulan telah enggan, Menyuapkan dongeng sebelum kantuk, Bintang-gemintang telah menggeleng, Menyanyikan syair sebelum dengkur,   (Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.)1   Asap obat nyamuk membumbung di udara, mencolek cuping hidung hinga terbatuk-batuk. Thoriq meletakkan secangkir kopi hangat di depan buku-buku belajarnya, ia menggaruk kepalanya gusar. Ingin tidur lagi tapi tidak bisa....

Read More

Berbagi Serantang Nasi Luthfia saparianti eps. 2

MajalahDrise.com – Pagi ini Rahmat sedang menonton tv sambil meminum susu di cangkir kecilnya sedang sang Ayah menggoreng keripik keripik yang nantinya akan di jual. Sebenarnya Rahmat sangat ingin membantu Ayahnya itu namun Ayahnya selalu melarangnya karena takut nanti Rahmat terkena pecikan minyak. “Rahmat di atas meja makan ada rantang putih, tolong antarkan ke kakek Udin ya, kamu masih ingatkan rumah kakek di mana” teriak Ayah Rahmat dari dapur. Tanpa aba aba lagi Rahmat langsung pergi, dia sangat semangat menerima perintah tesebut. Walaupun untuk membawa rantang itu dia sedikit keberatan tapi dia tidak merasa terbebani. Namun dalam perjaanan itu...

Read More

Berbagi Serantang Nasi Luthfia saparianti

Majalahdrise.com – Di dalam kamar Rahmat sedang mengenakan sebuah topi bewarna hitam milik ayahnya. Dia mengenakannya dengan bangga dan gagah. Sebenarnya dia tidak tahu topi itu untuk pekejaan apa. “Siap grak!” perintahnya pada dirinya sendiri dan langsung saja dia membusungkan dadanya. Topi yang ia pakai hampir menutupi matanya karena topi itu terlalu besar. “Hormat grak!” perintahnya lagi namun tak hanya dia saja yang mengikuti aba aba itu seseorang tiba tiba datang dan berdiri tepat dibelakangnya juga ikut hormat “ Ayah” sahut Rahmat. “Wah anak ayah gagah sekali dengan topi itu.” puji Ayahnya Rahmat pada anaknya itu. “Rahmat kan ingin...

Read More

Fast Respond