Tawuran itu Cowok Bangets | Majalah Remaja Islam DRise
Monday, September 25th, 2017
Breaking News
You are here: Home >> Boyli >> Tawuran itu Cowok Bangets

Tawuran itu Cowok Bangets




drise-online.com – Tawuran adalah fenomena yang sudah mewabah dan menjadi penyakit masyarakat. Ciri teman-teman kita yang sok jagoan, bisa dilihat isi dalam tasnya. Bulpen bisa berganti obeng, ikat pinggang bisa dilengkapi gear motor pada ujungnya. Miris ya. Jika di masa pelajar aja mereka sudah kehilangan karakternya sebagai kaum terpelajar, wajar jika kemudian lahir generasi preman. Kebanyakan, memang kaum ada yang jadi aktivis tawuran. Tapi apa bener, tawuran itu udah fitrahnya cowok? Kalo cowok nggak tawuran, apa bisa dibilang cemen?

Pemicu Tawuran

Dr. Arief Rachman, pakar pendidikan menyebutkan empat penyebab utama pemicu tawuran. Pertama, karena remaja berkarakter labil. Sikap pelajar yang demikian cepat marah dan reaktif. Bahkan emosinya tidak seimbang dengan penggunaan nalarnya, dan imannya sangat rendah.

Kedua, karena keluarganya bermasalah. Boleh dibilang nggak cocok untuk perkembangan kepribadian anak. Seringkali orang tua menerapkan pola asuh yang represif alias melakukan penekanan terus menerus. Ketiga, karena manajemen sekolah yang amburadul. Tidak hanya pelajarnya, tapi pelajarannya yang tidak membekas, atau bahkan pelajaran yang tidak membentuk etika kesopanan, ataupun norma agama. Keempat, karena tayangan televisi yang menyajikan sadism, vulgarisme, dan hedonisme yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan fisik. (diolah dari sumbernya: Media Indonesia)

Menyimak dari apa yang disampaikan oleh Dr. Arif di atas, tidak didapati ciri yang menunjukkan kalo tawuran adalah cowok bangets. Hal itu juga terbantahkan, ketika fakta menyuguhkan fenomena gank cewek Nero, yang tawuran juga jadi ciri khasnya. Karena memang apapun pemicu tawuran itu, bisa menghinggapi siapa saja, entah cowok atau cewek.

Dan pemicu tawuran itu semakin banyak berkembang, ketika suasana sekularisme makin dipelihara. Dimana Islam dipinggirkan untuk mengatur kehidupan. Sehingga mulai dari pribadi, keluarga, masyarakat dan negara bisa memicu munculnya tawuran. Seorang pelajar yang berkepribadian nggak jelas alias nggak punya idealisme, lahir dari keluarga yang tak pernah mengajarkan Islam sebagai pondasi hidupnya. Kemudian didukung oleh pendidikan sekolah yang tidak membentuk karakter, dan sistem negara yang seakan cuek terhadap problem masyarakat. Klop, jika tawuran tidak pernah terselesaikan secara serius, dan itu bisa dilakukan oleh cowok maupun cewek.

Berani Tawuran? Mending jihad!

Hai boys, ini penting buat kalian. Jika kalian merasa sok jago, coba perhatikan dan bacalah sejarah-sejarah Islam. Bacalah biografi para sahabat Rasulullah Saw. Contohlah Ali bin Abi Thalib yang pada umur 7 tahun beliau sudah masuk Islam. Beberapa tahun kemudian, dia sudah berani ikut berperang. Ingat lho ya perang bukan tawuran.

Jelas beda banget antara tawuran dan perang. Kalo tawuran bisa dipicu oleh keburukan yang terjadi, seperti yang dijelaskan di atas tadi. Tapi tidak dengan perang, apalagi perang fi sabilillah, perang membela Islam.

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Hadits di atas yang menginspirasi seorang Muhammad Al Fatih kecil hingga dia dewasa untuk menaklukkan Konstantinopel. Al-Fatih sudah menyiapkan diri sejak kecil dengan memantaskan diri menjadi pemimpin pasukan yang akan menaklukkan Konstantinopel tersebut. Ia sejak kecil dididik oleh para ulama, sejak usia aqil baligh tidak pernah meninggalkan Salat Rawatib dan Tahajjud. Ia juga menghindari kemaksiatan serta sudah hapal Quran sejak kecil.

Jadi, inspirasi penaklukan atau perang adalah dari Hadist. Sementara tawuran inspirasinya bisa hanya karena rebutan cewek, masalah sepele dua pele, yang nggak level dengan Inspirasi para sahabat dan generasi terbaik Islam.

Boys, perhatikan nasib saudaramu saat ini di Palestina, Suriah atau Mesir. Mereka disana dibantai, dibunuh, dan dizhalimi dengan keji. Nah, kalo emang kamu cowok dan ngakunya punya jiwa seorang jagoan. Salurkan pada jalur yang benar. Tapi sebelum menyalurkan pada jalur yang benar, terlebih dulu kalian harus memahami Islam. Biar nggak cuman modal semangat, tapi ‘isi’nya juga harus ada ibarat ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Kalo ‘isi’ otakmu sudah benar, maka inspirasi seperti yang dimiliki Muhammad Al Fatih, Salahaduin Al Ayyubi, Sayfudin Qutus, Thariq bin Ziyad, dan para pahlawan Islaam lainnya, akan menjadi inspirasi kamu. Mending berjihad daripada tawuran. Berani? [LBR]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

20 + sixteen =