Majalahdrise.com – Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan esok hari lebih baik dari hari ini. Begitu kata Rasul. Buat kamu aktivis pacaran yang mau move on menjadi remaja sholeh/sholehah, segera ambil keputusan. Mungpung masih diberi kesempatan menghirup udara, raih pahala sebanyak-banyaknya. Dan jauhi dosa sebisanya. Dalam urusan cinta, udah putusin aja!

Budaya pacaran nggak pernah dikenal dalam Islam. Rasul yang kita muliakan, tak ada ceritanya berpacaran sebelum menikahi istri-istrinya. Begitu juga para shahabat. Jadi, kalo kita sebagai remaja muslim cinta Rasul tentu nggak ada alasan untuk tetap berpacaran. Selain menyalahi aturan, pacaran cuman menjerumuskan kita dalam kubangan maksiat setiap saat.

Pacaran sudah terbukti secara ilmiah menjadi pintu masuknya berbagai kemaksiatan. Karena yang diharamkan pasti mendatangkakan kemudharatan. Mulai dari seks bebas, kriminalitas, merebaknya wabah hiv/aids, prostitusi, hingga aborsi.

So, kalo kamu nemu buku ‘sesat’ yang mencoba memutarbalikkan keharaman pacaran menjadi boleh, hati-hati. Jangan terpengaruh secara emosi, tapi sikapi secara syar’i. Kalo ada yang belum ngerti, segera diskusikan dengan guru ngaji. Biar kalo ada bisikan setan yang bilang “Putusin Nggak Ya?”, kita tepis dengan pede “Udah Putusin Aja!”. [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43