Jika driser pencinta novel sejati seharusnya nama ust Adian tidak asing lagi di telinga. Karya novelnya berjudul “KEMI-Cinta Kebebasan Yang Tersesat” yang menceritakan tentang lika-liku hidup penganut ajaran Liberal dan “dakwahnya”, sungguh menarik perhatian D’Rise sejak awal kemunculan novel tersebut beredar. Sebutan novelis memang kurang begitu afdhal untuk Ustadz Adian. Karena keluasan geraknya meliputi banyak hal (berbagai artikel lepas di web pribadi, harian surat kabar, audio di youtube, buku-buku non fiksi karangannya, dll). Tapi yang jelas karakter beliau selalu vulgar menelanjangi kebusukan Barat yang sarat dengan kebebasan peradabannya. Dan Alhamdulillaah, dalam edisi kali ini, di tengah kesibukannya yang super padat itu, beliau masih bisa dan mau menyempatkan ngobrol dengan HikariD’Rise via e-mail, Alhamdulillaah. So, ini dia! Cekidot!

Apa sih tantangan terbesar Ustadz dalam  menghadapi orang-orang Liber al yang bebal  itu? Jawab:  Tantang an terberat adalah  menghadapi or ang-orang yang secara formal  memiliki legitimasi k e’ilmuan (apak ah itu  professor ,kyai, doktor , dll) tetapi keliru atau  seng aja mengeliruk an orang lain.

Boleh gak tadz kita vonis orang liberal, kalo mereka itu sudah pasti susah untuk taubat? Jawab: Sebagai Muslim kita wajib berdakwah kepada mereka dengan hikmah, mauidzoh hasanah, dan mujadalah (debat) yang lebih baik.  Betapa pun, mereka manusia, bisa saja berubah. Meski pun, pengalaman saya, biasanya yang kadung jadi tokohnya, susah sekali berubah.

Apa y ang mes ti dilakukan pemerintah biar  sepak terjang orang Liberal bisa dikaran tina?  

Jawab:  Seharusn ya pemerintah memben tuk  B N P L  ( B a d a n  N a s i o n a l  P e n a n g g u l a n g a n   Liber alisme).

Gimana caran y a seor ang Muslim biar dan mudah berkorban dalam membela  agama ALLAH? Jawab:  Seseorangakan mau berkorban jika  ada motivasi yang melebihi kecin t aan k epada  aspek-aspek duniawi dan materi. K eimanan  adalah landasan y ang paling k ok oh. Seor ang  y ang y akin k epada ALLAH dan akhir ak an cin t a peng orbanan, sebab dia y a t, pas ti  akhir a t dia ak an mendapa tk an balasan y ang  melimpah dari ALLAH S WT . Karena itulah,  misi ut ama Nabi Ibr ahim dan par a Nabi  lainn y a adalah memperjuangk Tauhid. akin, di  an tegaknya  

Ada yang bilang, ‘Ilmu tersusah adalah ‘Ilmu Ikhlas. Menurut Ustadz? Jawab: Ya, ikhlas itu manifestasi iman. sehingga surat al-Ikhlas memang membahas tentang ketauhidan. Orang yang tidak ikhlas, apalagi riya’, beramal untuk mencari pujian manusia, mencerminkan kurang kokohnya keimanan, sehingga Rasulullah saw menyebutnya sebagai syirik kecil. Jadi, kalau mau ikhlas, ya harus yakin dengan ALLAH dan segala janji-janji ALLAH ini harus dilatih terus-menerus, agar bisa ikhlas. Saya yakin, sebelum kita bisa berjuang secara ikhlas untuk meraih ridho ALLAH, perjuangan kita tidak akan pernah menang. Apalagi kalau hanya untuk mencari hebat-hebatan dan pujian manusia, atau saling berlomba-lomba dan berbangga-bangga dengan kelompoknya.

Oh ya tadz, negara kita dapet predikat 5 besar negara terkorup. Padahal pemerintah gencar kampanye katakan “TIDAK! Pada Korupsi.”? Jawab: Korupsi itu berakar dari sikap serakah terhadap dunia dan salah pandang terhadap hakekat dunia dan akhirat. Orang yang korupsi itu bodoh sekali, karena semakin banyak dia punya harta, maka dia semakin berat tanggung jawabnya di akhirat. Harta yang halal saja berat tanggung jawabnya, apalagi harta yang haram. Jadi, bodoh sekali orang yang korupsi atau mengambil hak orang lain. Sayangnya, pendidikan kita secara umum diarahkan kepada kecintaan kepada dunia. Yang berhasil hanya yang berhasil secara ekonomi. Tidak ada tolok ukur kesuksesan secara kejiwaan. Bahwa orang yang sukses adalah yang berhasil melakuan tazkiyyatun nafs. Qad aflaha man zakkaahaa.

HAM sering dipak e or ang liber al un tuk  memojokk an s y ariah Islam. Menurut Ust?  Jawab:  Konsep HAM sek ular saa t ini perlu  dikritisi, k ar ena lepas dari aspek k e tuhanan.  Harusn y a HAM diliha t dalam per spektif Islam,  buk an sebalikn y a, Islam diliha t dari aspek  HAM. Itu artin y a mele t akk an k onsep HAM  l e b i h  t i n g g i  d a r i  k o n s e p  I s l a m  y a n g   ber dasark an w ah yu. Sa y angn y a, k onsep HAM  sek ular itu jus tru y ang diajark an di sek olah- sek olah saa t ini.

Nama : Adian Husaini

Tempat Tanggal Lahir : Bojonegoro, 17  Desember 1965

Pendidikan : – Madrasah Diniyah Nurul Ilmi Bojonegoro  (1971-1977) – Pondok Pesantren Ar-Rasyid Kendal  Bojonegoro ( 1981-1984) – Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor (1988- 1989) – Lembaga Pendidikan Bahasa Arab, LIPIA  Jakarta (1988) – Lulusan Sarjana Kedokteran Hewan IPB  dan Master Hubungan Internasional Universitas Jayabaya Jakarta. Saat kuliah di Jayabaya, beliau memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan dan fokus kuliah seraya aktif di KISDI-Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam sebagai Sekretaris Jenderal. – Saat ini sedang menempuh pendidikan program Doktor di Institute of Islamic Tought and Civilization-International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) dalam bidang pemikiran dan peradaban. – Sempat ditawari kuliah di Amerika tetapi beliau menolak karena idealismenya dan lebih jatuh cinta untuk kuliah di ISTAC karena menurut rekomendasi dari Ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi, kampus ISTAC adalah kampus Islam yang tidak ada duanya di dunia Islam.

Aktivitas : – Ketua Program Doktor Pendidikan Islam  Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah  Indonesia (DDII) – Wakil Ketua Komisi Kerukunan Umat  Beragama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat – Peneliti aktif INSIST (Institute For The Study of Islamic Thought And Civilization) – Penulis Tetap acara Catatan Akhir Pekan Adian Husaini di Radio Dakta 107 FM Jakarta dan hidayatullah.com. – Dan masih banyak lagi yang tidak disebutkan.

Karya : Sudah sekitar 25 buku yang beliau tuliskan dan semuanya bernafaskan pemikiran yang secara tegas menentang ideologi di luar Islam. Sempat bukunya yang berjudul “Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi” meraih peringkat kedua sebagai buku terbaik di Islamic Book Fair 2007. Dan kini buku paling terbarunya ada “KEMI” Jilid 2 dan “Filsafat Ilmu, Perspektif Barat dan Islam” yang digarap bersama teman-temannya dan pakar di UIKA