Kabut dingin tiba-tiba menyelimuti seluruh penjuru langit kairo Bayangkan selama 112 tahun terakhir, baru kali ini Mesir diselimuti salju yang turun di beberapa kota, seperti di Nasr City dan pengunungan Sinai.

Musim dingin di Mesir dimulai dengan aktivitas sekolah. Jalanan seantero Mesir dihiasi hilir mudik pelajar yang sibuk mencari angkutan Yap, sekolah di Mesir memang tidak seperti di Indonesia. Sistem liburannya disesuaikan dengan musim. Menjelang musim dingin aktivitas sekolah dimulai dan di akhiri menjelang musim panas.

Pokoknya kalau masalah liburan sekolah, pelajar Mesir bakalan puas merasakan panjangnya harihari tanpa kegiatan sekolah di musim panas.  Tak hanya musim liburannya yang berbeda. Tapi juga pergaulan pelajar di beberapa sekolah seperti terlihat di Kotomiyah, sebuah perkampungan yang jauh dari nuansa hiruk pikuknya perkotaan. Seorang pelajar perempuan dan laki-laki dipisahkan sekolahnya. Jadi gak ada istilahnya bercampur baur antara laki-laki dan perempuan karena sekolahnya disesuaikan dengan jenis kelamin.  

Satu hal yang menarik kalo ngomongin sekolahan di mesir adalah soal seragam sekolah. Di sini pelajar dibebaskan modelnya pakaiannya, ada yang gak pake krudung, berkrudung tapi pake celana atau rok, ada yang pake jilbab plus niqobnya asalkan jangan pake rok mini.  Berbicara masalah sekolahan rasanya kurang lengkap kalau gak ngomongin kultur remaja, di Mesir khususnya di Kotomiyah, jarang banget orang memperlihatkan aurat kakinya ataupun rambutnya.

Tapi pakaiannya ngepress berat, ketat-ketat gitu. Belum kalau ditambah warna baju yang bikin mata mencolok ngeliatnya, ngejreng banget seperti merah cabe, kuning, ampe warna hijau tua.  Para pelajar jarang terlihat, berkerumun dengan lain jenis.

Pagi-pagi aktivitas di mulai mereka berjalan menuju sekolahan sambil tengah asyik berbincangbincang dan mereka adalah 100 % perempuan. Begitu pun remaja lelaki mereka  terhanyut dengan canda-tawa yang begitu renyah terdengar sesekali jejaka tersebut  menendang-dendang kaki seolah-seolah mereka tengah membicarakan dunia bola.  Kalo gitu, apakah ada remaja yang doyan pacaran? Teteup! Hanya saja sesekali terlihat, itu pun ngobrol sambil jalan bareng. Masih jaga jarak ceritanya.

Walau tetep aja nggak boleh. Itu keadaan di pedesaan ya. Kalau di perkotaan, muda-mudi berjamaah pacarannya alias bertebaran apalagi kalau ke tempat rekreasi mereka pada mojokmojokan. Banyak virus kebarat-baratan yang  sedikit demi sedikit diadaptasi oleh kaum  muslimin, tak terkecuali remaja muslim di Mesir.  Padahal budaya islam di Mesir kentara sepanjang sendi perkotaan. Misalnya hampir di setiap sudut jalan kita akan sering bertemu dengan wanita bercadar, morotal Qur’an membahana, di taksi, bus, café, lantunan ayat suci.

Orang Mesir terbiasa membawa mushaf Qur’an dan membacanya disela waktu senggang. Ramai banget deh. Tapi yah gitu deh itu semuanya cuman jadi budaya. Nggak otomatis membentuk perilaku islami generai mudanya. Karena kalau kita lihat tingkah pola anak remaja Mesir ada banyak dari mereka yang terkena virus Valentine Day.  

Untungnya kali ini bertemu dengan seorang remaja yang mau berbagi cerita seputar kebiasaan Valentine Day remaja Mesir. Sebut saja Asmaa Essam seorang pelajar SMP yang baru berumur 14 tahun, anak ke tiga dari empat bersaudara.

Kerennya, Asma sedikit bisa berbahasa Indonesia, karena Asma mempunyai ketertarikan terhadap Indonesia, mulai dari orang Indonesia yang katanya baik-baik (*benerin peci*), doi seneng makanan Indonesia dari Risoles ampe Baso. Berikut petikan obrolannya,

“Asma kamu tahu Valentine Day gak.”? “ Iyah aku tahu, tapi kenapa ukhti tanyakan Valentine Day bukanya haram hukumnya,” Waw menarik sekali jawaban si Asma, bikin penasaraan ternyata Asma salah satu remaja Mesir yang anti Valentine Day. “ Oh begitu yah bagaimana dengan temantemanmu, apakah mereka merayakannya?.”

 “ Mereka (teman-temanya) banyak yang merayakannya, begitu pula di remaja di Mesir mereka merayakanya.”

 “ Memangnya seperti apa sih tradisi Valentine Day ala Mesir?” “ Mereka mendapatkan kado spesial,”

 “Seperti apa bentuk pemberian kadonya?”

“ Mereka mendapat kado istimewa seperti Parfum, boneka Tedy Bears, kue yang aromanya begitu enak, mereka akan menghadiahkannya kepada orang yang dicintainya, semuanya serba pink dan unggu, atau seikat bunga dan pakaian.  “ Terus kamu kenapa tidak seperti mereka yang mereyakanya?.”

 “ Karena Islam melarangnya dan tidak menganjurkannya, apalagi Valentine Day adalah sesuatu yang datangnya bukan dari Islam, jangan kita mengambil sesuatu yang bukan dari ajaran Islam, walaupun hanya sekedar beriinovasi namun sesat, dan setiap kesalahan yang disadari adalah dosa. Rosululloh Saw bersabda  

“ Subhanalloh Asma, syukron atas ceritanya.”

 “ Asma boleh tahu cita-cita kamu apa?”

 “ Saya ingin pergi ke Indonesia, tolong doakan semoga impian saya terkabul.”

 “ Amin.”

Driser, Subhanalloh ya ternyata diantara remaja mesir yang gaul ada juga sosok Asmaa yang pemikirannya tak terkontaminasi virus barat. Asmaa mempunyai pendirian yang kuat ditengahtengah budaya barat yang senantiasa tiasa menggerus identitas kaum muslim khususnya remaja en remaji. Virus hedonis yang dipasarkan musuh Islam via eurofia  perayaan Valentine Day nggak cuman di negeri si Komo. Di negeri Firáun juga.  Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua segala dosa kemaksiatan. Say NO to  Valentine Day![]