drise-online.com – Dor…..!! bunyi tanda pertandingan dimulai terdengar memekakkan telinga. Sang juara langsung berlari sekuat tenaga. Samping kiri kanan, depan belakang, jutaan pesaingnya pun tak mau kalah. Mereka semua berlomba menuju garis finish menjemput hadiah berupa pasangan pujaan hatinya. Berbagai rintangan di depan mata tak menyurutkan semangatnya. Satu per satu lawan tandingnya berguguran. Hingga dia berhasil menemukan cinta sejatinya. Berhasil memeluknya. Berhasil membuahinya hingga lahirlah kamu. Iya kamuu!

 Juara Sejak Lahir

Gak perlu dijelasin panjang lebar tentang asal muasal kita dilihat dari sisi biologis. Yang pasti, pembuahan sperma pada sel telur yang mengawali proses reproduksi. Normalnya, cuman dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur. Masalahnya, ketika pria ejakulasi, sekitar 100-300 juta sperma masuk ke dalam vagina wanita dengan kecepatan sekitar 45 km/jam. Maaf ya kalo bahasanya, dianggal vulgar. Biar jelas aja. Kalo pake bahasa penyamaran, entar malah banyak pertanyaan. Kasian guru biologinya. 😀

Adu cepat mencapai sel telur itu kompetisi hidup dan mati. Lantaran setiap sperma unik secara genetik. Artinya nggak ada cerita dua sperma yang mengandung rangkaian gen yang sama persis. Jutaan sperma individual tersebut kini harus saling adu cepat untuk membuahi sel telur. Balapan lari!

Perjalanan menuju sel telur adalah perjalanan yang berbahaya. Fear factor mah lewat. Inilah mengapa sperma diproduksi dalam jumlah sangat banyak. Untuk berhasil membuahi sel telur, sperma harus mampu bertahan dalam lingkungan vagina wanita dan serviks alias leher rahim. Keasaman lingkungan di sana melindungi wanita dari bakteri dan serangan infeksi yang berbahaya, tapi lingkungan ini juga berbahaya bagi sperma. Sperma yang lemah atau rusak tidak akan berhasil mencapai tujuannya. Tepar!

Bayangin, dari sekian juta sperma hanya 5% saja yang akan berhasil mencapai serviks. Dari 5 % tersebut, hanya sekitar 200 sperma saja yang bisa mencapai saluran Fallopi wanita. Sperma yang berhasil mencapai saMAJALAH REMAJA | TABLOID | BACAAN | ISLAM | TRENDI | GAUL | MUSLIM | DAKWAH | ONLINE | ANAK | MUDA | CERPEN ISLAM | SMART| HTTP://MajalahDrise.Comluran ini berarti telah menempuh perjalanan setengah jauh, yang dibandingkan dengan panjang sperma itu sendiri, sama dengan beberapa ratus kilometer perjalanan. Mantabs!

Dari 200 sperma hanya sedikit yang bisa meneruskan perjalanan hingga bagian luar sel telur. Dari sperma-sperma tersebut, hanya satu yang akan berhasil menembus permukaan sel telur, meninggalkan ekornya di luar, inilah yang disebut pembuahan. Pada saat itu juga, permukaan sel telur akan menjadi tak tertembus oleh sperma lainnya. Udah full booked!

Setelah serangkaian perubahan komplek, yaitu 7 hari setelah pembuahan, sel telur tadi tertanam di dinding rahim. Pada saat inilah kehamilan terjadi. Terus janin berkembang selama  9 bulan 10 hari hingga tiba waktunya kita melihat dunia. Tangis bayi memecah kesunyian ruang bersalin. Tangis harus membasahi pipi orang tua kita. Alhamdulilaah…

Berbahagialah kita yang sukses nongol melihat dunia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Karena bukan cuman 9 bulan 10 hari kita ngendon di perut ibu tersayang. Jauh sebelum itu terjadi, kita telah berhasil memenangkan sebuah kompetisi hidup dan mati. Kamu bersaing dengan ratusan juta benih yang juga ingin lahir ke dunia. Itulah proses reproduksi yang jarang kita ketahui. Jadi sebenarnya, kita sudah jadi juara sejak lahir. Yes!

 Juara Dunia Akhirat

Sebagai seorang remaja muslim yang kiyut bin sholeh, kita layak menyandang gelar juara dunia akhirat. Lantaran Allah swt udah ngasih predikat umat terbaik pada kaum muslimin seperti dalam firman-Nya:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(QS. Ali-Imran [3]: 110)

Pengertian umat terbaik adalah umat yang memberikan kebaikan dan manfaat bagi umat lainnya. Imam Ahmad meriwayatkan, ”seseorang bangkit dan menuju Nabi saw ketika beliau berada ddalam mimbar, lalu bertanya: ’Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?’, Beliau bersabda: ’Manusia yang paling baik adalah yang paling tenang, paling bertakwa, paling giat menyuruh kepada yang makruf (kebaikan), paling gencar melarang kemungkaran (keburukan), dan paling rajin silaturahmi.’”  Ini kan umat Islam banget!

Sebagai umat pilihan, kita punya peluang besar untuk menikmati surga. Sementara Allah swt justru menutup pintu syurga bagi orang-orang kafir dan ahli kitab seperti disebutkan dalam surat Al-bayyinah ayat 8. Makanya, teteplah bangga sebagai muslim hingga akhir hayat. Kita sudah menjadi juara dunia akhirat. Rasullulah saw mengingatkan:

”Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka raihlah kematiannya dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir serta memberikan kepada manusia sesuatu yag dia sendiri ingin diberi sesuatu yang seperti itu.”(HR. Ahmad)

Beruntung sekali kita sebagai muslim yang termasuk umat pilihan dan berpeluang besar menikmati syurga-Nya di akhirat kelak. Jadi, nggak ada alasan dong bagi kita untuk minder dengan Islam. Justru kita mesti bangga menjadi bagian dari umat juara. Otreh?!

Eits, tetep jaga hati dong. Bangga bukan berati angkuh lho. Dalam kamu besar bahasa Indonesia tercantum jelas perbedaan antara bangga dan sombong. Bangga adalah besar hati, merasa gagah (karena mempunyai keunggulan). Sementara sombong dalah menghargai diri secara berlebihan, congkak, pongah. Beda banget kan!

Kebanggaan kita sebagai muslim tidak lantas menjadikan kita sombong. Justru sifat angkuh bin congkak hanya akan menodai keislaman kita. Rasulullah saw bersabda:

”Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, sekalipun hanya sebesar biji sawi. Seorang lelaki berkata, ”Wahai Rasulullah, ada seorang lelaki yuag menukai pakaian yang bagus dan sandal yang agus (bagaimana orang itu?, penj).” Rasulullah bersabda, ”Sesunguhnya Allah itu Maha Indah mdan Allah mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan menyepelekan manusia.”(HR. Muslim).

Dalam catatan sejarah penerapan hukum Islam oleh negara juga tidak menunjukkan adanya diskriminasi terhadap penganut agama lain. Seperti pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab. Beliau memberikan keamanan bagi penduduk Elya (al-Quds) penganut kristen. Jaminan tersebut berupa keamanan terhadap diri, gereja, dan agama mereka. Mereka tidak pernah dipaksa terkait dengan agama mereka. Khalifah Umar pun menetapkan semua rakyat tidak boleh menyakiti mereka (Al-Baladzury, Futûh al-Buldan).

Ini senada seirama dengan sabda Rasul saw: ”Siapa yang menzalimi non-Muslim yang telah melakukan perjanjian atau meremehkannya, membebaninya di luar batas kemampuan, mengambil sesuatu tanpa kerelaannya, maka aku menjadi musuhnya pada hari Kiamat.”(HR. Abu Dawud dan al-Baihaqi)

Sekarang makin jelas dong kalo bangga nggak sodaraan ama sombong. Nggak juga temenan ama ujub bin narsis. Bangga dengan Islam itu mulia, kalo sombong? Justru tercela!

Be Your Self Aja…

Belon afdhol kalo rasa bangga cuman mangkal di dalam hati. Kebanggaan mesti dikasih ekspresi tanpa mengurangi porsi sikap rendah hati. Untuk menjaga biar rasa bangga tetep hadir tanpa cela, ekspresi yang ditunjukkan juga nggak boleh basi. Apalagi sampe ngasih kesempatan sifat riya ikutan nyempil di hati. Cukup kebanggaan itu kita tunjukkan seperti cita rasa khas muslim sejati.

Sebagai pribadi, kita adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan dengan segala plus dan minusnya. Gak perlu minder dengan kekurangan diri kita. Karena kita sang jawara. Dan gak perlu juga sombong dengan kelebihan diri kita. Karena masih banyak yang lebih baik dari kita. Yang penting, jadilah diri sendiri. Tunjukan kalo kita memang layak menjadi juara sesuai dengan kemampuan kita. Gak mesti sama seperti orang lain. Tiap orang kan punya keahlian yang berbeda. Makanya kenali potensi diri lalu ukir prestasi. Tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa.

Sebagai muslim sejati, pastinya percaya akan kebaikan yang diperoleh saat kita taat ama aturan Allah swt. Apalagi kelemahan kita sebagai manusia gak tau dengan akurat apa yang terbaik buat diri kita. Terkadang kita pikir pacaran itu bermanfaat, gak taunya malah menjerumuskan kita dalam jeratan nafsu syahwat. Terkadang kita pikir nutup aurat itu cupu (culun punya), kenyataannya menjadikan martabat diri kita lebih mulia. Makanya Allah swt menurunkan risalah Islam untuk memuliakan manusia.

Sebagai ekspresi kebanggaan terhadap Islam yang jempolan, udah sewajarnya kalo kita tunduk dan ikhlas ngikutin aturan hidup Islam. Nggak pake nyari-nyari alasan biar lolos dari kewajiban taat ama Allah dan Rasul-Nya. Allah swt berfirman yang artinya: ”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata”.(QS. Al-Ahzab [33]: 36)

Ekspresi kebanggaan juga wajib kita tunjukkan dengan memupuk kepedulian kita terhadap Islam dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Sebagai juara sejak lahir, kita pasti bisa kasih kontribusi terbaik untuk kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Rasul saw bersabda: ”Siapa saja di pagi hari tidak memikirkan masalah kaum Muslimin, maka bukan termasuk golongan mereka (kaum Muslimin)(HR. Al-Hakim).

Driser, udah saatnya kita berani nunjukkin kebanggan sebagai pribadi juara dan generasi muda Islam. Nggak malu-malu kucing lagi menampilkan cita rasa Muslim yang gaul, syar’i, dan mabda’i. Siap menjadi garda terdepan sebagai pembela Islam. Serta tak gentar menghadapi resiko yang menghadang idealisme Islam. Biar semuanya bisa dijalani, perlu persiapan matang dengan getol mengenali Islam lebih dalam. Sehingga kita bisa berteriak lantang, Yes, we are the champion! [@Hafidz341]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39