Majalahdrise.com – Tak diragukan lagi bahwa genrasi memegang peran vital dalam perubahan masyarakat. Seorang pemikir dari Beirut, Musthafa Al Ghalayaini berkata: “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.” Kemudian Musthafa Kamil, pemikir dari Mesir berkomentar: “Pemuda yang bodoh, beku (tidak punya ruh jihad) untuk memajukan bangsa, matinya itu lebih baik daripada hidupnya.”

Sejarah Islam telah menorehkan beberapa nama remaja dengan tinta emas. Jasa mereka dalam menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia tak bisa dipandang sebelah mata. Usianya yang masih belia, tak menjadi kendala untuk ambil bagian dalam dakwah. Diantara mereka adalah Thariq bin Ziyad dan Muhammad al-Fatih.

Waktu itu tahun 92 H/711M. Pasukan Muslim di bawah pimpinan Panglima muda berusia 25 tahun bela-belain menyebrangi selat Gibraltar (Jabal Thariq) biar bisa sampe di Spanyol. Atas pertolongan Allah, pasukan raja Rhoderick (Spanyol) yang berkekuatan 100.000 pasukan tumbang di tangan pasukan Muslim yang hanya berjumlah 7000 plus 5000 pasukan tambahan. Kamu tahu siapa panglima muda itu, dialah Thariq bin Ziyad yang membuka penyebaran Islam di negeri matador Spanyol.

Dulu, waktu Rasul saw masih hidup, beliau pernah bersabda: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. Kamu tahu, Konstantinopel adalah basis kekuatan Nasrani yang yang dikuasai oleh Kaisar Heraklius. Makanya Allah swt dan Rasul-Nya begitu memuliakan orang-orang yang ikut andil menumbangkan Konstantinopel.

Setelah beberapa kali gagal, tujuh abad kemudian kaum Muslimin berhasil menaklukkan Konstantinopel atas petolongan Allah swt. Tepatnya pada hari Selasa tanggal 20 Jumadil Ula 857 H bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M, melalui tangan seorang pemuda yang baru berusia 23 Tahun. Dialah sebaik-baiknya pemimpin seperti disebutkan dalam hadits Rasul di atas. Pemuda itu adalah Sulthan Muhammad Khan (Al-Fatih) putera Sulthan Murad II.

Driser, Thariz bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih hanya dua gelintir aja pemuda Islam yang oke banget. Bukan karena fisiknya yang macho atau wajahnya yang cute. Tapi karena kontribusinya yang begitu besar dalam penyebaran Islam.

Emang udah seharusnya pemuda-pemudi maupun remaja-remaji muslim nggak cuman mikirin diri sendiri. Tapi jadi ujung tombak perubahan ke arah yang lebih baik sebagai agen of change. Seperti pesan seorang mujahid dan ulama fiqih ternama, Hasan Al-Banna: “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya.”.

So, tunggu apalagi. Segera bergerak memantaskan diri menjadi bagian dari generasi cemerlang pembangkit Islam dan kaum Muslimin. Hiasi hari-hari dengan aktivitas ngaji dan dakwah. Agar hidup makin berarti dan penuh berkah. #YukNgaji! [@Hafidz341]

di muat di Majalah remaja Islam Drise Edisi #44