Beberapa point yang wajib diisi: ·

  • Passion, yaitu hal-hal yang kita sangat suka sekali mengerjakannya, keahlian  kita yang menjadi pembeda kita dengan  orang lain.
  • Achievement, yaitu capaian-capaian luar biasa terkait dengan passion atau  keahlian kita tadi. Semacam prestasi
  • Best Experience, yaitu pengalaman-pengalaman paling berhasil yang bisa mendukung personal branding yang  ingin kita bangun. Misalnya pernah  sukses jualan online sampe omzet  puluah juta per bulan.  Kita juga bisa kreatif dalam  menuliskan hal-hal lain yang mendukung di  summary kita. Manfaatkan!
  1. Progressive Experience Di bagian Experience, kita bisa menuliskan berbagai macam pengalaman kita baik saat di organisasi ataupun kelak  dalam berkarir. Biar personal branding kita  kuat, tuliskan hanya pengalaman-pengalaman yang terbaik dan sesuai  keahlian. Boleh juga tuh dituliskan  prestasinya kalo ada. Buat ngasih nilai  tambah personal branding.
  2. Professional Website Bagus juga kita cantum kan blog probadi kalo punya. Blog yang isinya so pasti relevan alias berhubungan dengan  keahlian yang kita tekuni. Lebih keren lagi  jika web atau blog kita menggunakan  domain berbayar dengan akhiran .com,  .co.id, atau .net. Selain lebih mudah  diingat,kesannya lebih profesional gitu.
  3. Export to PDF Salah satu fitur unggulan LinkedIn adalah kemampuannya untuk mengubah public profile kita menjadi PDF. Persis seperti  sebuah CV. Jadi kalo suatu saat kita mau  ngelamar kerja atau ada  yang minta CV kita,  tinggal unduh dari  LinkedIn terus ubah  formatnya ke pdf.  Gampang kok.
  4. Ask for Recommendation Sebagus apapun kita membangun  personal branding,  prinsip WOM alias Word  of Mouth masih jangan  sampe kelupaan. Orang lebih percaya apa yang dikatakan orang  terhadap kita dibandingkan kita sendiri  yang berkata. Mirip dengan testimoni.  Maka dari itu, mintalah rekomendasi dari  sahabat, teman seprofesi yang sangat  mengerti tentang kelebihan-kelebihan kita.  Sebagai imbalannya, isikan juga  rekomendasi untuk mereka di LinkedIn.
  5. Tulislah dengan Jujur Nggak usah lebay nulisin profil kita di LinkedIn. Apa adanya aja. Biar orang lain nyaman tahu potensi keahlian kita sesuai  kenyataannya. Kitanya juga nyaman  berinteraksi kalo orang udah percaya sama  keahlian kita.
  6. Perbanyak Koneksi Berhubung pengguna LinkedIn masih kalah jumlah dibanding Twitter dan Facebook, makanya, bangunlan hubungan  dengan orang-orang dekat dan mereka  yang udah berpengalaman dibidang yang  kita tekuni. Sambil belajar bisa juga  someday minta mereka kasih rekomendasi.

Kan keren tuh!  Driser, segitu dulu ya perkenalan  LinkedIn. Sosial media yang bisa kita pakai  untuk membingkai masa depan. Bagi yang  belum punya akunnya, segera deh buat.  Mulai belajar membangun personal  branding. Kalo diseriusin, insya Allah masa  depan kita lebih terang benderang. Menjadi  orang bermanfaat bagi yang lain. Yuk kita  main LinkedIn?! [@Hafidz341]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 49