Tuesday, February 18

Aborsi : Buah cinta Terlarang

Miris Itu Satusatunya kata yang bisa terucap  begitu ngeliat data kasus aborsi yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Udah ratusan nyawa (Ibu dan janin), melayang akibat aborsi. Mungkin itu hanya data yang terlacak. Bisa jadi data korban aborsi lebih banyak dari yang dilaporkan. Masih untung negara sempat membongkar beberapa tempat aborsi di kota-kota besar.

Sayangnya, mereka lupa untuk serius mikirin, kenapa aborsi kian marak? Apa sebab remaja banyak melakukan aborsi? Padahal, kondisi ini nih yang menyuburkan praktik aborsi.  Aborsi yang kerap dilakukan remaja, jelas karena seks bebas yang membuahkan janin dalam rahim sang cewek. Gak mau nanggung malu, maka aborsi adalah satusatunya jalan pintas. Mulai dari nenggak obat-obatan penggugur kandungan yang dijual bebas, sampai mendatangi klinik aborsi ilegal.

Tindakan nekat ini dijabanin  Aborsi: Buah Cinta Terlarang lantaran buah cinta terlarang. Bahasa kerennya kehamilan yang tak direncanakan, duplikasi dari istilah Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD). Weksss…mau enaknya ga mau anaknya! Jadi sebenarnya nih kita harusnya gak hanya sibuk membongkar tempat praktik aborsi, tapi kudu juga menghentikan akar masalah mengapa remaja kita banyak yang ngelakuin aborsi. Apa akar masalahnya? Ya tentu saja seks bebas.

Seks bebas adalah cikal bakal aborsi. Dan aktivitas aborsi sedikit banyak berujung pada maut!. Para pakar kesehatan sendiri ngomong bahwa sebagian besar dari remaja yang melakukan aborsi, keluar dari ruang aborsi dalam keadaan gak bernyawa. Tentu saja, karena risiko tertinggi aborsi itu ya kematian, apalagi dilakukan bukan oleh tenaga medis. Yang paling ngeri, jika dilakukan sendiri oleh si cewek. Na’udzubillaah deh!.  

Parahnya, dengan banyaknya jumlah korban akibat aborsi illegal, justru membuat segelintir orang mikir untuk melegalkan aborsi. Katanya sih, agar nyawa kaum hawa bisa tertolong. Meminta pertolongan ke klinik illegal di anggap jadi biang kerok melayangnya nyawa para pasien.

Hello…! mikirnya pake akal sehat non. Kalo aborsi dilegalkan, malah akan membuat para pelaku seks bebas merasa mendapat jaminan. Bukannya menyelesaikan masalah, malah menyuburkan praktik seks bebas dan aborsi. Wadduh, kian huwancur generasi muda!  

Remaja, Butuh Edukasi Seks?

Karena salah identifikasi akar  masalah, maka pemerintah juga salah dalam menetapkan solusi. Pemerintah beranggapan bahwa, seks tak aman yang dilakukan generasi muda akibat minimnya pendidikan seks di kalangan remaja. Oleh karena itu remaja kudu mendapatkan pengetahuan seksualitas dan kesehatan reproduksi.

Mulai dari penjelasan tentang perubahan fisik dan psikis remaja; alat kelamin (organ reproduksi), baik anatomis maupun fungsi fisiologis berikut bagaimana proses reproduksi terjadi; kehamilan dan cara pencegahan KTD dan aborsi “aman”; homo dan lesbi harus diakui sebagai suatu identitas seksual; seks bebas yang “aman”; dan info tentang berbagai penyakit menular seksual serta cara pencegahannya.

Driser, Sekilas pemaparan itu terkesan ilmiah. Namun bila dicermati, isi dan ilustrasi yang diberikan gak berbeda dengan tayangan porno yang jauh dari pantas dan layak dijelaskan kepada remaja SMP-SMA dan seusianya yang belum menikah. Sebagai remaja yang normal, setelah mendapatkan penjelasan itu, akan terbentuk pada dirinya persepsi seksual, yang merupakan stimulator munculnya keinginan seksual (sexual disire).  

Apalagi, pemaparan tersebut dilandasi paham kebebasan, yaitu organ reproduksi harus dikendalikan sesuai keinginan masingmasing individu, jadi bisa saja digunakan untuk seks bebas. Apalagi dalam keseharian,  remaja kerap disodorkan berbagai fakta yang mengotori benaknya dengan persepsi seksual yang membangkitkan syahwat. Karena dalam keseharian gak sulit menemukan perempuan yang berpakaian tapi telanjang; adegan mesum di angkutan umum dan tempat-tempat umum; majalah , koran, buku-buku, video, game, handphone, acara TV, film, semua dipenuhi syahwat. Melalui internet remaja mana saja dengan mudah mengakses gambar-gambar panas. Alhasil apa yang terjadi? Seks bebas kian merajalela. Apalagi kalau udah dapet edukasinya. 

Islam, Solusi tuntas!

Nah, karena akar masalah  sebenarnya adalah seks bebas, maka harusnya fokus penyelesaiannya adalah menghapus perilaku seks bebas yang dimulai dengan mengatur pergaulan. Islam telah menetapkan sejumlah rambu-rambu interaksi pria dan wanita, antara lain: gak boleh berdua-duaan (khalwat), pacaran otomatis gak boleh, larangan campur baur cowok cewek (ikhtilat), menjaga pandangan (gadhul bashar), dan interaksi hanya dibolehkan dalam perkara medis, mu’amalat dan pendidikan.  

Selain itu Islam memerintahkan bagi yang cewek untuk nutup aurat lengkap dengan jilbab dan khimar (kerudung). Cewek juga gak boleh tabarruj yakni bersolek yang bisa menarik perhatian cowok. Udah gitu, cewek cowok wajib menjaga kemuliaan diri masing-masing. Nah, dengan system ini, jangankan aborsi, deketin yang bukan mahrom aja kagak boleh. So, Islam adalah solusi tuntas maraknya aborsi. Bukan yang lain![ Juanmartin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *