Tuesday, July 7

Ayyub yang Perkasa

Tersebutlah seorang nabi yang terkenal di dalam sejarah yang memiliki kesabaran yang luar biasa.  Ia adalah salah satu dari keturunan Nabi Ibrahim as., namanya Ayyub (dalam khazanah Yahudi dan Nasrani namanya ‘Job’). Imam Ibnu Katsir menuturkan dari Ibnu Asakir bahwa ibu Nabi Ayyub adalah anak dari Nabi Luth, sumber lainnya menyebutkan bahwa ayahnya termasuk ke dalam orang-orang yang beriman kepada Nabi Ibrahim saat ia dibakar oleh Raja  Namrudz yang zhalim.

Imam Ibnu Katsir mengisahkan bahwa Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang kaya raya. Hartanya amat berlimpah dalam berbagai bentuknya. Tanahnya luas membentang dari Tsaniyah sampai Hauran.  Ia juga memiliki banyak anak dan istri . Namun, harta kekayaan yang melimpah ruah seperti itu tidak membuatnya sombong dan tinggi hati. Ia sadar benar bahwa semua itu hanyalah titipan dari Allah yang mesti ia syukuri.

Maka kemudian setan melancarkan konspirasi untuk menggodanya dengan menghancurkan segala hal yang dimilikinya. Anak-anaknya tewas satu persatu, begitu pula istriistrinya. Tidak berhenti sampai di situ, harta-bendanya habis, hewan ternaknya mati bergelimpangan, dan tubuhnya yang tadinya tegap dan sehat kini dihinggapi berbagai penyakit. Hampir seluruh anggota badan Nabi Ayyub disinggahi penyakit.

Tinggallah dua bagian saja pada tubuhnya yang masih sehat, yakni qalbu dan lidah. Dengan qalbu dan lidah yang masih sehat itulah Nabi Ayyub terus menyebut-nyebut nama Allah setiap waktu. Imam Thabari mengutip dari as-Suddi yang menuturkan bahwa daging-daging di tubuh Nabi Ayyub berguguran.

Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa Nabi Ayyub adalah orang yang pertama kali terkena penyakit cacar. Penyakit fisik yang sudah parah itu menjadi lebih berlipat ganda dengan cibiran dari orang-orang di sekitarnya. Penyakit-penyakit di tubuhnya sudah mengeluarkan bau yang menyengat, sehingga orang-orang di negerinya mengusirnya. Karena sudah tidak punya rumah, Nabi Ayyub pun tinggal di tempat pembuangan.

Namun setan masih harus menahan kekesalan karena Nabi Ayyub tetap berbaik sangka kepada Allah dan tetap bersabar dengan semua ujian itu. Ia sudah benar-benar tidak berdaya, tetapi keperkasaan di dalam lisan dan hatinya saat menghadapi godaan setan tidak pernah tergoyahkan. Iblis pasti datang  kepadanya untuk membisikkan agar ia membenci Allah Swt., tetapi Nabi Ayyub tetap kokoh dan teguh.

Tidak ada satu orang pun yang mau dekat-dekat kepada Nabi Ayyub, kecuali istrinya. Istrinya inilah, yang namanya tidak disebutkan dalam sejarah, yang tetap dengan sabar dan ikhlas merawat suaminya yang sedang ditimpa ujian itu. Sudah sepantasnya kaum wanita meneladani kesabaran istri Nabi Ayyub ini, dan semoga ampunan serta surga dianugerahkan Allah Swt. kepadanya.

Istri Nabi Ayyub menghabiskan semua hartanya untuk membiayai suaminya yang sudah tidak berdaya. Ia pula yang selalu hadir untuk menemani suaminya yang lemah itu memenuhi hajatnya. Seperti dituturkan Imam Thabari, saat semua hartanya sudah habis, wanita ini membanting tulang sebagai pembantu agar tetap bisa memenuhi kebutuhan suaminya.

Sebuah bentuk kesabaran dan kegigihan tiada tara. Hingga datanglah suatu hari di mana tidak ada lagi orang yang mau menerima jasanya, karena mereka tahu bahwa wanita ini adalah istri Nabi Ayyub. Mereka khawatir tertular penyakit-penyakit menjijikkan yang ada di tubuh Nabi Ayyub. Habislah sudah, apalagi yang mesti dilakukan?!

Imam Ibnu Katsir mengisahkan bahwa istri Nabi Ayyub dengan terpaksa harus menjual salah satu kuncir rambutnya kepada salah seorang putri pembesar di negerinya. Dengan cara itulah ia kembali berhasil membawakan makanan untuk suaminya. Mungkin untuk ukuran zaman itu, kedua kuncir tadi adalah benda yang sangat penting bagi seorang wanita yang telah menikah.

Nabi Ayyub pun merasa terpukul, dan saat itulah ia berdoa kepada-Nya. Allah Swt. berkehendak untuk menolong Nabi Ayyub dan mengangkat semua penyakit dan bencana yang menimpanya. Allah Swt. berfirman di dalam Alquran: “Entakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum,” (Shaad: 42).

Dengan perantaan air dari rahmat Allah itulah, Nabi Ayyub minum dan mandi, dan semua penyakit serta bencana pada tubuhnya pun luruh. Tubuhnya kembali sehat dan bugar seperti sediakala, dan bahkan jauh lebih tegap dan tampan dari sebelumnya.

Sampai-sampai ketika istrinya datang lagi untuk memberikan makanan, istrinya itu tidak mengenalinya lagi karena ia sudah berubah total. Seluruh anugerah yang telah hilang dari tangan Nabi Ayyub dikembalikan oleh Allah swt.

Masya Allah… Driser, nggak ada ruginya kita bersabar ketika mengalami musibah atau cobaan. Berbaik sangka pada Allah menjadikan kita kuat jalani hidup. Semoga kita termasuk pribadi yang perkasa seperti nabi Ayyub.[Isa]

1.  Qashashul Anbiya’, Ibnu Katsir, hal. 424.

2.  Ibid, hal. 425.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *