Friday, May 22

Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Saya siswi SMP, di kelas saya berupaya untuk dakwah pada teman, namun lama-kelamaan saya menjadi di asingkan atau terasingkan, teman semua memandang saya “sebelah mata”, tapi saya berusaha sabar dan mengambil hikmahnya. Bagaimana cara menyikapi orang yang mengejek kita, apakah hanya dengan diam saja? (Nisa, Bajarmasin)

 Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik  Nisa yang baik, Alhamdulillah, di usia Adik yang masih  muda sudah ikut serta berdakwah, menyerukan Islam kepada teman-teman. Dakwah adalah aktivitas mulia, amanah dari Allah SWT untuk seluruh kaum muslimin. Para Nabi dan Rasul mulia dikarenakan amanah dakwah ini, begitu pula kaum muslimin yang melaksanakannya akan diberikan kemuliaan sebagaimana mereka. Berdakwah, menyeru kepada Islam adalah sebaik-baik perkataan.

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebaikan dan berkata “Sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushilat ( 41) :33).

Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi mereka yang melakukan aktivitas dakwah.  Dik Nisa yang baik,  Saya bisa merasakan apa yang Adik rasakan. Merasa sedih dan kecewa dengan sikap teman-teman.  Rasulullah saw bersabda Islam pertama kali datang dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut.

Sosok mulia Rasulullah pun tidak lepas dari ejekan saat mendakwahkan Islam.  Sudah menjadi Sunatullah ketika kita mengajak pada kebaikan, maka akan ada respon yang beragam dari orang. Sebagian menerima, dan sebagian lainnya menolak dan menganggap apa yang kita sampaikan asing alias “aneh”, sebab Islam memang sudah sangat jauh dari benak dan kehidupan kaum muslimin saat ini. Saat diejek, tentu ada perasaan kita yang tidak rela dan tidak terima. Ini adalah hal yang wajar, dikarenakan manusia mempunyai perasaan (naluri) mempertahankan diri ketika ada sesuatu yang mengusiknya.  

Subhanallah, selama ini Adik sudah berusaha untuk bersabar dan mengambil hikmah dari sikap teman tersebut. Itulah sikap terbaik seorang muslim. Ketika diejek tidak terpancing emosi, tidak membalas, tetapi bersabar menghadapinya. Allah SWT memerintahkan kita untuk bersabar dan  tidak menghiraukan sikap mereka 

Dan, janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukup Allah sebagai pelindung ”(QS. Al-Ahzab: 48).

Kesabaran membuahkan pahala yang besar dari Allah SWT. Jadikan sikap teman yang negatif sebagai ujian untuk meningkatkan derajat kemuliaan Adik di hadapan Allah SWT.  Dik Nisa yang baik, Allah SWT melarang mengejek, mencela  orang lain. “Janganlah mencela karena bisa jadi yang dicela lebih baik dari yang mencela” (Q.S. AlHujaraat ayat 11).

Saat teman mengejek, jawablah dengan bahasa yang positif dan cobalah secara  khusus mengajaknya berbincang untuk mencari informasi penyebab ia mengejek kita, dan meluruskan pemahamannya yang salah terhadap aktivitas dakwah yang kita lakukan.  Berilah pemahaman bagaimana pandangan Allah SWT terhadap aktivitas mengejek, bisa berbincang secara langsung, memberinya buku Islam atau menjelaskan lewat medsos.

Nasihat kita diterima atau tidak, tetaplah bersikap baik pada mereka.  Do’akanlah orang yang mengejek kita dengan kebaikan. Dengan begitu, bukan mustahil orang yang tadinya menghina akan berbalik menjadi sahabat yang setia.

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia” (QS. Fushilat : 34)

Wallahu’alam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *