Thursday, October 17

Bukamata

Edisi # 35 Politik Milenial atau Politik bagi remaja (Remaja Ngompol -ngomong Politik)

Edisi # 35 Politik Milenial atau Politik bagi remaja (Remaja Ngompol -ngomong Politik)

Bukamata
Saat dengerin lagu 'Sumbang'di atas, boleh jadi tanpa disadari kepala kita mengangguk-angguk tanda setuju. Yup, lagu lawas debutan musisi legendaris,  Iwan Fals ini emang pas banget gambarin kondisi politik dalam negeri. Politik Milenial atau Politik bagi remaja di maknai Perebutan kursi kekuasaan menjadi ajang pertarungan antar partai dan politikus. Saling sikut, membongkar skandal hingga menebar fitnah seolah jadi hal yang lumrah dilakukan mereka yang bermain di panggung politik. Korban pun berjatuhan. Mulai dari yang bunuh diri, jadi korban  tindakan kriminal, berurusan  dengan KPK hingga menyandang predikat narapidana.  Wajar kalo masyarakat banyak yang alergi dengan dunia politik. Kalo ngomongin  politik (ngompol), kulit langsung terasa gatal. Kepala ...
Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day

Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day

Bukamata
Bagi remaja muslim kebanyakan, hari raya mereka bukan cuman idul fitri dan idul adha. Tapi juga di bulan  Januari dan februari. Ya, euforia yang biasanya gencar ditunjukkan generasi muda muslim menjelang hari raya Islam, juga keliatan banget menjelang tahun baru dan valentine days. Nggak pake ribet, semua terhanyut oleh tayangan media yang menggiring remaja ikut perayaan tahun baru dan valentinan.  Prihatin deh ngeliat fakta remaja yang gampang kebawa oleh kehidupan pesta pora. Terutama dalam perayaan 'hari besar' yang dimeriahkan seluruh penduduk dunia. Lintas negara bahkan lintas agama. Menjelang pergantian kalender, remaja sibuk bikin rencana perayaan tahun baru yang unforgetable. Hang out bareng berbekal petasan, kembang api, dan tentunya ditemani pujaan hati. Kini m...
Majalah Drise Edisi #33 : REMAJA LATAH “Kelihatan Gaul Padahal Amburadul”

Majalah Drise Edisi #33 : REMAJA LATAH “Kelihatan Gaul Padahal Amburadul”

Bukamata
Sorry brada…gw gak bisa ikut goyang caesar. Lg ada konspirasi hati yg menyebabkan cinta terkudeta sehingga berujung pada labil ekonomi di usia twenty one my age”. Sms EMEn ke temannya di ujung sana. Rupanya Emen termasuk salah satu korban Vicky.  Eits, bukan korban cintanya lho ya. Tapi korban virus bahasa sok intelek vicky yang tengah mewabah. Enggak cuman gaya bahasa, Emen juga lagi demam goyang Caesar yang mengguncang trans studio. Saban denger suara seruling sakti tangannya otomatis menirukan gaya peniup seruling. Saat kupingnya mendengar lantunan lagu 'goyang dikit joss!'seluruh persendian tubuhnya tanpa dikomando yang bergerak bak cacing kepanasan. Goyang maang…! Emen cuman satu dari sekian juta remaja en remaji negerinya Ivan Dimas yang latah ngikutin tren. Berlagak intel
Majalah Edisi 32 : Move On from Jahiliah to Khilafah

Majalah Edisi 32 : Move On from Jahiliah to Khilafah

Bukamata
Move-#on. Kata ini belakang banyak diomongin di twitterland maupun dinding facebook. Entah lantah atau emang ngerti, banyak remaja yang ikut menyuarakan Move-On. Kalo diartikan secara harfiyah sih terjemah bebasnya move berarti pindah dan on berarti nyala. Jadi move-on berarti pindah nyala. Nggak pindah berarti mati. Halah… kaya maen catur aja! Setelah ngubek-ngubek perpustakaan google, ternyata istilah MOVE ON populer dipakai sebagai ucapan pendongrak semangat bagi mereka yang ditolak atau putus cinta. Tahu sendiri, orang yang baru putus cinta tanda-tanda kehidupannya mendadak meredup kaya orang mati suri gitu. Hidup segan mati ogah. Makanya muncullah istilah penyemangat “MOVE ON” yang menandakan hidup itu harus terus bergerak dan berlanjut. Tapi seiring waktu, istilah MOVE ON, dipa